RADAR BOGOR – Penyanyi muda Aruma mengungkapkan ambisi besarnya dalam mengembangkan karier di industri musik tanah air.
Aruma kini tengah mempersiapkan konsep karya yang tidak hanya berfokus pada kekuatan lirik dan lagu, melainkan juga menyajikan keterikatan cerita dan visual yang berkesinambungan.
Bagi Aruma, sebuah lagu terkadang belum mampu menampung seluruh kompleksitas emosi yang ingin disampaikan kepada para pendengarnya.
“Aku suka berpikir kalau setiap lagu itu seperti satu bab dalam sebuah buku. Kalua dibaca satu per satu mungkin tetap bermakna, tapi Ketika semuanya disatukan, ceritanya jadi jauh lebih lengkap,” ungkap Aruma seperti dikutip dari laporan Caroline Pramantie.
Guna merealisasikan visi tersebut, Aruma memberikan perhatian khusus pada aspek visual dalam setiap karyanya.
Menurutnya, komponen visual seperti pemilihan warna, pencahayaan, dan ruang, bukan sekedar elemen pelengkap, melainkan bagian krusial untuk menyampaikan perasaan yang sulit dijelaskan hanya melalui lirik lagu.
Baca Juga: Usai Viral Keributan, THM di Kota Bogor Ini Kedapatan Jual Minol Golongan B dan C
Ia berharap kedepannya setiap karya yang dirilis memiliki ciri khas sinematik serta identitas visual yang kuat dan mudah dikenali oleh public sebagai ciri khas dirinya.
Demi menunjang konsep visual yang matang, Aruma berencana untuk mulai mempelajari dunia acting.
Ia menilai kemampuan seni peran akan sangat membantunya dalam mengekspresikan emosi secara lebih jujur dan mendalam, baik saat tampil dalam video music maupun proyek visual lainnya.
Aruma menegaskan bahwa Langkah ini diambil bukan untuk mengubah identitasnya, melainkan agar bisa menyampaikan pesan cerita dengan lebih baik.
Menurutnya, ekspresi mikro atau tatapan mata yang tepat dalam berakting sering kali mampu mengomunikasikan makna mendalam tanpa perlu bantuan kata-kata.
Melalui integrasi yang kuat antara musik, narasi, dan visual, Aruma berharap karya-karyanya kelak dapat menjadi ruang yang aman bagi pendengar untuk merasakan emosi mereka secara apa adanya.
“Aku ingin karya-karyaku menjadi ruang yang aman untuk merasakan apa pun yang sedang dirasakan, tanpa harus buru-buru menjadi baik-baik saja,” pungkasnya. (Rana/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin