Nostalgia Era 90-an, Ini 3 Lagu Melayu Siti Nurhaliza yang Tetap Abadi Sepanjang Masa

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:20 WIB
Penyanyi asal Malaysia Siti Nurhalizah
Penyanyi asal Malaysia Siti Nurhaliza

RADAR BOGOR – Nama Siti Nurhaliza sudah lama menjadi bagian dari sejarah musik Melayu di Asia Tenggara.

Penyanyi asal Malaysia ini dikenal sebagai salah satu diva dengan pengaruh besar berkat kualitas vokalnya yang khas serta deretan lagu yang tetap dikenang lintas generasi.

Selama hampir tiga dekade berkarya, Siti Nurhaliza berhasil mempertahankan eksistensinya di industri musik dengan puluhan album dan ratusan lagu yang digemari masyarakat, tidak hanya di Malaysia, tetapi juga Indonesia.

Melalui mini dokumenter yang diunggah di kanal YouTube Siti Nurhaliza, diceritakan bagaimana perjalanan kariernya dimulai sejak memenangkan ajang pencarian bakat pada 1995.

Momen tersebut menjadi langkah awal yang mengantarkannya menuju panggung musik Asia Tenggara.

Dengan karakter vokal yang kuat, kemampuan memilih lagu berkualitas, serta kepribadian yang sederhana dan santun, Siti Nurhaliza berhasil membangun basis penggemar yang terus bertahan hingga sekarang.

Baca Juga: Kebakaran Gudang Sparepart Motor di Tajur Halang Bogor, Pemilik Merugi Rp500 Juta

Sepanjang perjalanan kariernya, ia telah merilis lebih dari 30 album dan membawakan sekitar 300 lagu, menjadikannya salah satu penyanyi paling sukses dalam sejarah musik Melayu modern.

Bagi pencinta musik era 1990-an, berikut tiga lagu legendaris Siti Nurhaliza yang masih layak didengarkan hingga saat ini.

1. Betapa Ku Cinta Padamu (1997)

Dirilis pada 1997, Betapa Ku Cinta Padamu menjadi salah satu lagu balada Melayu yang paling populer pada masanya.

Lagu ini menawarkan lirik yang penuh emosi dengan aransemen musik khas Melayu yang lembut, sehingga mampu menarik perhatian pendengar di Malaysia maupun Indonesia.

Popularitasnya bertahan cukup lama dan menjadikannya salah satu karya yang identik dengan perjalanan awal karier Siti Nurhaliza.

2. Cindai (1997)

Tak lengkap membahas karya Siti Nurhaliza tanpa menyebut Cindai. Lagu yang juga dirilis pada 1997 ini memadukan unsur musik tradisional Melayu dengan sentuhan modern sehingga menghadirkan karakter yang unik dan mudah dikenali.

Baca Juga: Bekerja Kurang dari 340 Menit, TPP ASN di Kota Bogor Bakal Dipotong

Cindai meraih kesuksesan besar di industri musik Malaysia maupun Indonesia dan menjadi salah satu lagu yang memperkuat posisi Siti Nurhaliza sebagai diva musik Melayu di kawasan Asia Tenggara.

3. Purnama Merindu (1998)

Lagu berikutnya adalah Purnama Merindu, salah satu hits dari album keempatnya yang bertajuk Adiwarna.

Dirilis pada 1998, lagu bergenre pop balada ini mengangkat tema kerinduan yang begitu mendalam dengan menggunakan rembulan sebagai simbol utama dalam liriknya.

Melodi yang syahdu dipadukan dengan vokal khas Siti Nurhaliza membuat lagu ini tetap dikenang hingga sekarang dan sering diputar sebagai lagu nostalgia era 1990-an.

Tetap Relevan Didengar Lintas Generasi

Ketiga lagu tersebut menjadi bukti bahwa karya-karya Siti Nurhaliza mampu bertahan melewati perubahan zaman.

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1990-an, lagu-lagu tersebut menghadirkan kembali kenangan masa lalu.

Baca Juga: 36 Tahun Tak Direhab, Bangunan MIS Al Barkah Bogor Memprihatinkan

Sementara bagi generasi muda yang belum begitu mengenal sosok Siti Nurhaliza, karya-karyanya bisa menjadi pintu masuk untuk menikmati musik Melayu berkualitas.

Kini, lagu-lagu legendaris Siti Nurhaliza sudah tersedia di berbagai platform streaming musik digital sehingga dapat dinikmati kapan saja.

Dengan lirik yang menyentuh, aransemen yang elegan, dan kualitas vokal yang konsisten, karya-karya sang diva tetap menjadi pilihan bagi penikmat musik lintas generasi. (Irsyad/Radar Bogor)

Editor : Yosep Awaludin
Siti Nurhaliza musik melayu malaysia