Habibi Funk, Label Rekaman Berlin yang Sukses Menghidupkan Musik Arab Klasik ke Dunia

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:20 WIB
Album dan lagu hasil rekaman ulang Habibi Funk serta band Ali dari Indonesia yang beraliran ala Timur Tengah. (Foto: Instagram @habibifunk dan @ali_studio)
Album dan lagu hasil rekaman ulang Habibi Funk serta band Ali dari Indonesia yang beraliran ala Timur Tengah. (Foto: Instagram @habibifunk dan @ali_studio)

RADAR BOGOR – Dalam beberapa tahun terakhir, musik bernuansa Timur Tengah dengan sentuhan funk, soul, jazz, hingga disko klasik mulai mendapat tempat di kalangan penikmat musik dunia, termasuk di Indonesia.

Salah satu nama yang berperan besar memperkenalkan kembali warna musik tersebut adalah Habibi Funk, label rekaman independen asal Berlin, Jerman, yang dikenal konsisten menghidupkan kembali karya-karya musisi dari kawasan Arab dan Afrika Utara.

Didirikan oleh Jannis Stürtz, Habibi Funk memusatkan perhatian pada perilisan ulang lagu-lagu funk, soul, jazz, dan disko yang sempat berkembang pesat di negara-negara Arab pada era 1960-an hingga 1980-an.

Informasi mengenai kiprah label ini turut diulas melalui akun Instagram @binarmusik, yang menyoroti alasan mengapa Habibi Funk kini menjadi salah satu label rekaman paling menarik di skena musik independen internasional.

Berburu "Harta Karun" Musik yang Terlupakan

Habibi Funk mengusung misi untuk menemukan kembali karya-karya musik berkualitas yang perlahan menghilang dari perhatian publik.

Fokus mereka adalah menghadirkan ulang lagu-lagu klasik dari Timur Tengah dan Afrika Utara agar dapat dinikmati oleh generasi pendengar baru.

Baca Juga: Bus Trans Pakuan Permudah Akses ke Sentul City Bogor, Tarif hanya Rp12 Ribu

Katalog musik yang dirilis didominasi oleh genre funk, soul, jazz, hingga disko, dengan karakter musikal yang khas dan berbeda dari musik Barat pada umumnya.

Bagi Habibi Funk, setiap lagu yang berhasil ditemukan kembali merupakan bagian dari warisan budaya yang layak didokumentasikan dan dikenalkan kepada dunia.

Mengutamakan Hak Cipta dan Royalti Musisi

Salah satu nilai yang membedakan Habibi Funk dari label reissue lainnya adalah komitmennya dalam menghormati hak para pencipta lagu.

Sebelum merilis ulang sebuah karya, tim Habibi Funk berupaya menghubungi langsung musisi yang bersangkutan atau keluarganya untuk memperoleh lisensi resmi.

Dengan cara tersebut, para pemilik karya tetap menerima royalti atas lagu yang kembali dipasarkan.

Selain menghadirkan musik, setiap rilisan juga dilengkapi riset mendalam dan cerita mengenai latar belakang sang musisi maupun sejarah lagu tersebut.

Pendengar pun tidak hanya menikmati musiknya, tetapi juga memahami konteks budaya yang melatarbelakanginya.

Membawa Musik Arab Klasik ke Panggung Internasional

Melalui berbagai rilisannya, Habibi Funk berhasil memperkenalkan banyak musisi dari Timur Tengah yang sebelumnya hanya dikenal di negara asalnya.

Kini, karya-karya tersebut mulai diputar oleh DJ internasional, menjadi koleksi para pecinta piringan hitam (vinyl), hingga ramai dibahas di media sosial.

Baca Juga: Grand Opening SWAKA Cafe and Resto Bogor, Diskon 15 Persen hingga Fire Dance Siap Meriahkan Akhir Pekan

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa musik berkualitas tidak hanya lahir dari pusat industri musik seperti Amerika Serikat atau Inggris, tetapi juga dari kawasan yang selama ini kurang mendapat sorotan global.

Pengaruhnya Mulai Terasa di Indonesia

Popularitas Habibi Funk juga memberi inspirasi bagi sejumlah musisi Indonesia yang mengusung nuansa musik serupa.

Salah satunya adalah grup band Ali, yang dikenal memadukan unsur musik Timur Tengah dengan sentuhan rock, funk, dan psychedelic.

Band yang digawangi John Paul Patton (drum), Arswandaru Cahyo (bass), dan Absar Lebeh (gitar) bahkan berkolaborasi dengan musisi asal Lebanon, Charif Megarbane, melalui lagu berjudul Tirakat.

Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat yang dibawa Habibi Funk terus berkembang lintas negara.

Melalui perpaduan berbagai tradisi musik, label ini berhasil menunjukkan bahwa akar budaya yang berbeda dapat saling terhubung dan melahirkan karya-karya baru yang relevan dengan perkembangan zaman. (Irsyad/Unpak)

Editor : Yosep Awaludin
Habibi Funk musik timur tengah