JAWA TIMUR-RADAR BOGOR, Dalam meningkatkan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) pada Pemerintah Republik Indonesia, terlihat dari diresmikannya pembangunan Smelter Freeport di Jawa Timur, Selasa (12/10) 2023 lalu.
Smelter Freeport ini akan dibangun di lahan seluas 100 meter di kawasan ekonomi khusus, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik. Bangunan tersebut digadang-gadang bakal jadi yang terbesar di dunia.
Proyek yang merupakan bagian dari program hilirisasi pemerintah tersebut, diketahui progresnya telah mencapai hingga 81 persen pada 9 November 2023 lalu. Targetnya akan beroperasi pada Mei 2024 mendatang.
Dilansir JawaPos.com dari dpmptsp.jatimprov.go.id, pada Selasa (9/1), pembangunan Smelter Freeport rencananya bakal menghabiskan anggaran investasi sebesar Rp. 42 Triliun.
Baca Juga: Namanya Jadi Jawara di Simulasi Radar Bogor, Komeng : Biasa Aja
Kendati demikian, industri Smelter tersebut diketahui akan memiliki kapasitas produksi 1,7 juta ton per tahunnya. Sementara itu, kapasitas pabrik pemurnian lumpur anoda untuk menjadi emas, diperkirakan dapat mencapai 6.000 ton per tahun.
Menurut Presiden Joko Widodo dalam peresmiannya, pembangunan Smelter ini merupakan bagian dari kebijakan strategis untuk menindaklanjuti dan mengembangkan potensi industri tambang tembaga Indonesia yang berhasil menguasai saham Freeport dunia.
Selain itu, kehadiran pabrik Smelter Freeport diharapkan dapat menjadi daya tarik industri lain untuk masuk ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, khususnya industri tembaga beserta turunannya.
Presiden RI Joko Widodo juga menegaskan terkait keterlibatan pemerintah untuk terus mendukung kemudahan dan kepastian industri Smelter Freeport di KEK Gresik.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah terkait pembangunan fasilitas pendukung untuk melancarkan industry tersebut. “Pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh, dan menjaga iklim investasi makin baik,” tegasnya.
Selain berbagai keuntungan yang akan didapatkan itu, menurutnya, Smelter tersebut juga akan membuka potensi penyerapan tenaga kerja khususnya di Gresik dan daerah Jawa Timur lainnya secara masif.
Sehingga bisa terbayang, baru dalam tahap konstruksi saja, proyek ini akan menyerap 40.000 tenaga kerja, apalagi nanti jika industri sudah beroperasi penuh. Dalam hal ini, Jokowi meminta Pemerintah Kabupaten/Kota agar mendukung ketersediaan sumber daya manusianya. (jpg/shindia-pkl)
editor: Yosep Awaludin
Editor : Administrator