Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Aktivis Sebut Penyewaan Lahan Rest Area Gunung Mas untuk Pasar Malam Keliru

Rany Sinaga • Minggu, 28 Januari 2024 | 20:11 WIB
Penyewaan lahan parkir Rest Area Gunung Mas Puncak oleh Sayaga Wisata untuk kegiatan Pasar Malam disoroti sejumlah pihak.
Penyewaan lahan parkir Rest Area Gunung Mas Puncak oleh Sayaga Wisata untuk kegiatan Pasar Malam disoroti sejumlah pihak.


CISARUA-RADAR BOGOR, Penyewaan lahan parkir Rest Area Gunung Mas Puncak oleh Sayaga Wisata untuk kegiatan Pasar Malam disoroti sejumlah pihak. Pasalnya, hal itu dinilai keliru dari tujuan pembangunan Rest Area Gunung Mas sebagai pusat kuliner Kawasan Puncak.





Aktivis Puncak, Dede Rahmat menyebut, dari peruntukan Rest Area Gunung Mas ada kekeliruan yang dilakukan Sayaga sebagai pengelola.





"Soal sewa-menyewa tentu sah-sah saja, sejauh pengelola dapat mempertanggungjawabkan. Karena tentu dasar usaha orientasinya uang, hanya secara peruntukan tentu ada yang keliru," ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu (28/1).





Secara objektif, kata dia, saat ini rest area Gunung Mas belum semua ditempati oleh para pedagang yang seharusnya sudah direlokasi.





Baca juga: Sayaga Sewakan Lahan Rest Area Gunung Mas Untuk Pasar Malam





Sementara pihak pengelola dalam hal ini Sayaga harus mengeluarkan biaya operasional seperti listrik, air, pegawai dan lain sebagainya.





"Jika kita obyektif tentu ada permakluman, tapi kalo dari sisi peruntukan jelas ada kekeliruan," tegasnya.





Sekretaris Forum Warga Tugu Bergerak itu menilai, peruntukan lahan rest area untuk pasar malam tentu akan menimbulkan dampak.





Seperti kumuh dan lain sebagainya sehingga menganggu estetika dari rest area tersebut. Sehingga, sayaga sebagai perusahan milik pemda harus bisa menyampaikan pertimbangan dari penyewaan tersebut.





"Sehingga tidak menjadi preseden buruk atas pengelolaan rest area oleh Sayaga," tukasnya.





Sebelumnya, Direktur Utama Sayaga Wisata, Supriadi Jufri mengatakan dasar dari penyewaan lahan parkir rest area kepada pengusaha pasar malam meripakan upaya pihaknya meramaikan Rest Area Gunung Mas.





Sementara mengenai dampak yang ditimbulkan, pihaknya mengaku telah mengantisipasi hal tersebut.





"Ada antisipasi, setiap kegiatan pasti ada resiko, salah satunya menjadi kumuh, tapi resiko itu secara di atas kertas bisa kita antisipasi, nanti setelah sebulan baru kelihatan, apakah bisa dijalankan atau tidak," katanya.





Namun demikian, Supriadi menjelaskan bahwa lokasi pasar malam tersebut sengaja ditempatkan di lapangan parkir depan. Sehingga pengunjung yang datang memarkir kendaraan ke parkir belakang dengan harapan berdampak positif terhadap pedagang di kios.





"Sebenarnya konsep ini sudah kami bicarakan dengan koordinator pedagang, biasalah kalau dalam setiap kegiatan ada yang komplain, sisi negatif itu biasa," tandasnya.(cok)





Penulis: Septi
Editor: Rany Puspitasari


Editor : Rany Sinaga
#rest area #pasar malam #sayaga #kabupaten bogor