RADAR BOGOR-Seorang perempuan yang sedang menstruasi atau haid tidak menjalankan ibadah Puasa termasuk di bulan Ramadan.
Perempuan yang sedang haid atau datang bulan diperbolehkan untuk menunaikan sedekah. Tidak ada larangannya bagi orang yang sedang haid untuk bersedekah.
Sedekah sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti santunan kepada fakir miskin, anak yatim hingga hanya menebar senyuman kebaikan kepada orang lain.
2. Perbanyak Zikir dan Beristighfar
Zikir merupakan amal ibadah yang dianjurkan untuk siapa pun dan bisa dilakukan kapan pun. Jenis-jenis zikir pun ada banyak. Bahkan, ini bisa menjadi amalan yang bisa dilakukan oleh perempuan ketika haid di bulan Ramadan.
Perempuan tersebut bisa mengucapkan berbagai kalimah thayyibah seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan lainnya sebagai amalan ketika haid yang memberi keberkahan.
Zikir juga bisa dilakukan untuk memohon pengampunan pada Allah dengan beristigfar dan bertobat. Istighfar, zikir, dan doa tidak disyaratkan yang melakukannya harus dalam keadaan suci dari hadas baik hadas besar maupun hadas kecil. Sehingga perempuan yang sedang haid pun di perbolehkan untuk berzikir.
Rasulullah SAW bersabda:
: [ يسبح مائة تسبيحة فيكتب له ألف حسنة أو يحط عنه ألف خطيئة ] رواه مسلم
“Bertasbih 100 kali maka ditulislah untuknya 1000 kebaikan atau dihapus darinya 1000 kesalahan.” (HR Imam Muslim)
3. Mengulang hapalan Al-Qur'an dan mendengarkan bacaan Al-Qur'an
Ketika haid seorang perempuan tidak diperbolehkan untuk menyentuh kitab suci Al,Qur'an, namun bisa mengulang kembali hapalan Al-Qur'an yang telah dihapalkan dan juga bisa mendengarkan bacaan Al-Qur'an lewat smartphone ataupun rekaman suara sendiri.
Tidak ada larangan untuk melafalkan bacaan Al-Qur'an dan juga mendengarkan bacaan Al-Qur'an ketika perempuan sedang haid. Jadi amalan ini bisa dilakukan perempuan yang sedang haid.
4. Menuntut Ilmu
Dalam Islam, menuntut ilmu termasuk ke dalam wajib ‘ain, yaitu perintah yang wajib dilakukan oleh seluruh individu. Ilmu-ilmu yang wajib dituntut harus dipelajari oleh umat Islam, yang mana jika tidak dilakukan, hukumnya adalah dosa.
Dengan menuntut ilmu, kita bisa mendapatkan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain dengan mengajarkan mereka. Menuntut ilmu pun tidak ada larangannya bagi perempuan yang sedang haid.
Untuk itu perempuan yang sedang haid bisa melakukan amalan ini. Adapun perintah untuk menuntut ilmu tertuang dalam hadits berikut ini:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: "Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Muslim, no. 2699).
5. Membersihkan diri
Amalan yang ke empat adalah membersihkan diri. Saat haid tubuh kita mengeluarkan darah kotor. Sehingga kita tentu saja wajib membersihkan diri agar tetap bersih.
Namun banyak permepuan yang melalaikan amalan ini padahal dengan membersihkan diri kita bisa terhindar dari penyakit.
Islam sangat mencintai kebersihan sebagaimana di buku Ringkasan Ihya' Ulumuddin karya Imam al-Ghazali yang diterjemahkan oleh 'Abdul Rosyad Siddiq, Rasulullah SAW pernah bersabda:
الْوُضُوْءُ شَطْرُ الإِيْماَنِ.
Artinya: "Bersuci itu merupakan sebagian dari iman." (HR Tirmidzi).
Editor ; Yosep
Editor : Administrator