RADAR BOGOR, Semua manusia tentu sudah memiliki rezekinya masing-masing untuk menjalani kehidupannya di dunia ini. Tentunya terkadang rezeki tak serta merta diberikan langsung kepada kita.
Baca Juga ; Surat Suara Tertukar, TPS di Dekat Kampus IPB Bogor Ini Lakukan Pemungutan Suara Lanjutan
Melalui kesabaran dan kerja keras manusia perlu dengan sekuat tenaga bekerja dan menjemput rezekinya hingga akhirnya mampu untuk hidup nyaman dan sejahtera.
Abdul Gofur atau yang akrab disebut dengan panggilan Le Gofur, singkatan dari Pakle (Sebutan untuk “Paman” dalam Bahasa jawa) mungkin dapat menjadi salah satu contoh seorang tokoh inspiratif yang dengan penuh dedikasi dan kerja keras merintis usaha yang sebelumnya hanya sebuah gerobak keliling biasa, hingga akhirnya mampu menjadi kedai makan mie ayam yang populer dan digemari banyak orang.
Lahir di Malang 11 September 1965, Abdul Gofur melanjutkan pendidikannya di Blitar selama 5 tahun tanpa melalui jenjang Pendidikan formal.
Pada tahun 1982, di umurnya yang ke 17 tahun, beliau memutuskan untuk tinggal mengontrak di salah satu rumah di Kota Bogor atau lebih tepatnya di wilayah Lawanggintung, Kota Bogor.
Pada awal karirnya Abdul Gofur merupakan seorang karyawan biasa di salah satu instansi. Hingga pada suatu waktu beliau memiliki seorang kerabat yang pada saat itu tengah belajar membuat mie ayam, dengan bermodalkan pengamatan dan usaha, ia pun mencoba sendiri proses pembuatan mie ayam.
Melihat adanya peluang bisnis, tanpa ragu Abdul Ghofur segera memulai untuk merintis usahanya dalam membangun bisnis mie ayam. Dengan bermodalkan keyakinan untuk dengan serius memulai usahanya beliau meningalkan pekerjaannya sebagai karyawan setelah pengabdiannya selama dua tahun. Dengan kemampuannya dalam membuat mie ayam, Abdul Gofur memulai usahanya dengan berjualan secara berkeliling.
Pada awal masa merintis usahanya sebagai penjual mie ayam keliling tahun 1987 , beliau mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur karena banyak warga sekitar yang menyukai mie ayam buatannya.
Dengan penuh semangat dan dedikasi, beliau kemudian terus menerus berjualan hingga akhirnya mempunyai beberapa pelanggan setia.
Abdul Gofur sendiri terkenal sebagai pribadi yang ramah, rendah hati dan supel dalam berinteraksi dengan orang lain, oleh karena itu tak heran beliau sendri disukai oleh banyak orang hingga kemudian memperoleh pelanggan setia.
Dengan harga Rp300 perak pada tahun tersebut, mie ayam buatan beliau menjadi salah satu jajanan yang populer di kalangan masyarakat sekitar.
Tentunya kepopuleran mie ayam beliau didapatkan berkat kerja kerasnya selama bekerja. Pada awal dirinya merintis usaha, meskipun mie yang dijual kadang terjual habis dan kadang tidak hal tersebut sama sekali tidak mematahkan semangatnya dalam melanjutkan usaha.
Dengan penuh kesabaran dan rasa percaya bahwa segala usahanya jerih payahnya tidak akan mengkhianati hasil beliau tetap berkeliling menjual dagangannya.
Setelah selama kurang lebih berjualan mie ayam di gerobak keliling selama dua tahun, Abdul Gofur akhirnya memutuskan untuk tidak lagi berjualan dengan berkeliling di wilayah perumahan dan memutuskan untuk menjualnya di salah satu tempat saja.
Keputusan beliau untuk berhenti berjualan secara berkeliling nyatanya tidak mengurangi tingkat kesetiaan pelanggan terhadap mie ayam buatannya.
Setiap pelanggan yang dulu membeli mie ayamnya melalui gerobak keliling tentunya tetap menghampiri tempat di mana beliau akhirnya berjualan pada sekitar tahun 1989 hingga tahun 1990.
Tentunya setiap perubahan yang lebih baik harus terus menerus dilakukan dalam membangun sebuah bisnis, hal ini pula yang diterapkan oleh Abdul Gofur dalam perjalanan merintis usaha mie ayam miliknya.
Di tempatnya kini berdiam untuk berjualan, beliau menyadari bahwa mungkin saja para pelanggannya berjalan cukup jauh dan ingin segera menyantap jajanan mereka.
Berdasarkan pemikiran itulah kemudian, dengan izin dari pemilik tanah tempatnya berjualan, beliau membangun sebuah tempat makan sederhana dengan bangku, meja dan atap beralaskan kain terpal.
Meskipun sederhana, nyatanya hal ini justru mampu membawa peningkatan terhadap penjualan mie ayam milikinya. Sesuai dugaanya, pelanggan akhirnya merasa senang karena bisa langsung menikmati mie ayam di tempatnya berjualan.
Dengan kepribadiannya yang ramah dan supel, Abdul Gofur kerap kali mengajak pelanggannya untuk berbincang selagi menikmati hidangannya, hal inilah yang kemudian membuat para pelanggan merasa akrab dan senang untuk kemudian mendatangi kedai sederhananya.
Semakin hari semakin banyak pula pelanggan yang datang mendatangi kedai kecil miliknya, beberapa pelanggan pun terlihat kecewa karena tidak banyaknya bangku untuk makan di tempat walaupun akhirnya mereka membeli dan memutuskan membungkusnya untuk di santap di rumah.
Meskipun kedai kecil milik Abdul Gofur saat itu merupakan tempat yang sederhana, namun suasana dan keramahan beliau nampaknya menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan hingga akhirnya menarik minat mereka untuk makan di tempat.
Tentunya kekecewaan pelanggan tersebut menjadi pikiran tersendiri bagi, selain itu semakin banyaknya pelanggan juga menjadi tantangan baginya karena pada saat itu beliau hanya mengurus usahanya seorang diri.
Dari sinilah kemudian Abdul Gofur memutuskan untuk memperluas tempat usahanya dengan membangun tempat makan yang lebih luas dan nyaman bagi pelanggan.
Sekitar tahun 2018 akhirnya beliau berjuala di tempat yang lebih luas dan nyaman, tentunya dengan lebih banyaknya bangku yang tersedia bagi para pelanggan. Uniknya meskipun pada saat itu beliau sudah melakukan renovasi di tempatnya berjualan, gerobak yang menjadi saksi rintisan usahanya sedari dulu tetap masih bisa terlihat.
Selain melakukan renovasi tentunya beliau juga mengangkat beberapa karyawan untuk kemudian ikut membantu sehingga usaha yang dijalankannya dapat berjalan dengan lebih efektif dan maksimal.
Semakin besar usaha yang dimiliki tentu semakin besar pula baik peluan maupun tantangan yang harus dihadapi. Hal ini pula yang dirasakan oleh Bapak Abdul Gofur dalam perjalanannya merintis usaha.
Beliau bercerita bahwa dirinya seringkali menemui pelanggan dengan perilaku yang aneh, salah satunya cerita tentang pelanggan yang datang dan kemudian memesan mie ayam dengan pesanan dalam porsi besar dan tambahan khusus namun akhirnya pelanggan tersebut pergi tanpa membayar pesanannya.
Pelanggan itu datang dan memesan cukup banyak pesanan namun akhirnya malah kabur dan tidak membayarr. Adapula pelanggan yang beralasan harus pergi dan menarik uang di bank meskipun nyatanya pada saat itu sudah tersedia barcode berupa QRIS untuk melalukan pembayaran secara online, namun pelanggan tersebut tetap kukuh beralasan bahwa dirinya tidak bisa melalukan pembayaran dan kemudian pergi.
Sesuai dengan dugaan beliau, pelanggan yang pergi tersebut kemudian tidak kembali dan membayar pesanannya. Beberapa kali kejadian seperti itu terjadi, dan tentu hal ini menimbulkan kerugian terhadap pendapatan penjualan.
Beliau pun berkata bahwa hal tersebut tentu sangat mungkin untuk terjadi, Bapak Abdul Gofur pun berkata bahwa dalam mengatasi hal tersebut dirinya tentu perlu banyak berasabar dan beristighfar, meskipun tentunya hal seperti itu akan menimbulkan rasa kesal di hati, namun tidak baik pula untuk terus dipikirkan alangkah lebih baik jika kita dapat mengikhlaskan dan tentunya lebih meningkatkan kewaspaadaan.
Kita mungkin saja berpikir jika beberapa kasus penipuan yang dilakukan oleh beberapa pelanggannya tersebut dapat mengubah caranya dalam berinteraksi dengan pelanggannya, namun nyatanya hal tesebut sama sekali tidak mengubah cara beliau dalam berinteraksi dengan para pelanggan, tentu saja beliau belajar dari pengalaman yang ada dan meningkatkan kewaspadaannya, namun sikap ramah kepada pelanggan harus tetap diutamakan dan terjaga. Tidak perlu menaruh tatapan curiga dan menjaga jarak, cukup menjadi diri sendiri dan tetap waspada.
Kepopuleran mie ayam milik Abdul Gofur ini tentunya segera terdengar oleh banyak orang. Dikenal sebagai mie dengan harga murah yakni sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000 untuk paket plus bakso.
Beliau tetap memberikan mie ayam dengan porsi yang jumbo dan mengenyangkan. Kabar ini pun tentunya segera terdengar dan menarik minat para influencer makanan, salah satunya yakni Tanboy Kun, melalui Channelnya Tanboy Kun melakukan kunjungan dan juga menikmati mie ayam milik beliau.
Semenjak video yang diunggah tersebut berbagai pelanggan dari penjuru Indonesia pun kemudian berdatangan hanya untuk menikmati mie ayam milik Abdul Gofur.
Untuk rencana ke depan, tentu beliau memiliki keinginan untuk membuka cabang dan juga membuka jenis usaha makanan lain seperti jamur crispy dan kebab, sebuah inovasi tentunya harus terus menerus dilakukan oleh para pelaku bisnis.
Baca Juga ; Lagi Mahal dan Langka, Pedagang Beras di Bogor Ini Malah Kena Tipu, Kerugian Capai Rp5 Juta
Melalui kisah ini tentunya diharapkan pembaca diharapkan dapat mengetahui kisah inpiratif perjalanan beliau dan dapat menjadikan cerita ini sebagai sebuah pandangan baru dalam merintis sebuah bisnis. (*)
Penulis : Luthsya Artvi Dasniar
Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Jurusan Komunikasi Digital dan Media
Editor : Yosep
Editor : Administrator