RADAR BOGOR-Syifa Rahmalia Putri atau kerap disapa Syifa, merupakan mahasiswi kelahiran Jawa Timur tepatnya di Kota Kediri Pada tanggal 25 Oktober 2001. Syifa merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan merupakan putri dari Bapak Yuswari.
Saat ini Syifa berusia 22 tahun dan sedang mengenyam pendidikan di salah satu Politeknik di Surabaya. Syifa sendiri menyelesaikan pendidikannya mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas di Kota Kediri.
Ia merupakan lulusan dari SDN Sukorame 2 kemudian melanjutakan pendidikannya di SMPN 8 Kota Kediri dan menyelesaikan pendidikan menengah atasnya di SMAN 1 Kota Kediri.
Selain menjadi mahasiswa, Syifa juga bekerja di bidang kreatif yaitu pada bidang teknologi. Syifa juga aktif di media sosial Instagram dan Tiktok, pada akun Instagramnya saat ini ia sudah memiliki kurang lebih 8 ribu pengikut dan pada akun Titoknya ia sudah memiliki kurang lebih 11 ribu pengikut.
Syifa sendiri memiliki hobby yaitu traveling dan berkuliner. Melalui hobbynya ini Syifa kerap membagikan konten berupa konten review makanan, review tempat, konten beauty, dan juga daily yang saat ini menjadi salah satu pekerjaanya.
Tak jarang Ia juga membagikan konten dengan pasangannya di Instastory, yang kebetulan juga aktif di media sosial dan menggeluti dunia teknologi.
Syifa merupakan salah satu remaja yang aktif, Ia beberapakali mengikuti banyak kegiatan mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, dan juga seni. Ketika duduk dibangku SMP, Syifa aktif pada kegiatan OSIS dan kesenian, lebih tepatnya pada dunia seni peran.
Syifa beberapakali berhasil memenangkan perlombaan di bidang seni peran baik pada tingkat Provinsi hingga Nasional.
Salah satu perlombaan yang pernah diikuti dan berhasil menyabet juara sebagai Penyaji Unggulan yaitu pada Parade Teater Daerah ke-7 yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah pada tahun 2018.
Syifa juga pernah mendapatkan pengghargaan di salah satu ajang bergengsi di Kota Kediri yaitu Satya Yasa Cundamani Kota Kediri.
Pada saat SMA, Syifa tetap aktif di oragnisasi OSIS. Selain dibidang kesenian, Syifa juga aktif dibidang sosisal, Ia pernah mengikuti beberapa organisasi di luar sekolah seperti Forum Anak Nasional yang sempat juga mewakili untuk kunjungan ke Irian Jaya, serta diberi kesempatan untuk bertemu dengan Presiden Jokowidodo.
Syifa juga tergabung dalam kegiatan Pelajar Peduli Keselamatan Kereta Api dan Traditional Games Returns. Kesibukannya sebagai seorang pelajar SMA tidak menghalaginya untuk mencari banyak pengalaman, bahkan ketika ia duduk dibangku SMA ia sudah pernah bekerja, Syifa pernah bekerja menjadi salah satu penyiar di radio swasta yang ada di Kota Kediri.
Karena kepiawaiannya dalam bersosialisai, kepercayaan dirinya dalam berkomunikasi, Syifa mampu mengambil segala kesempatan yang ada walau dalam perjalanannya ia pernah merasa ragu untuk menjalankan kegiatan atau kesibukan, tetapi Syifa tidak berdiam diri dan berhenti untuk mengembangkan dirinya.
Dari setiap perjalanan yang ia lewati selalu memberikan arti dan pelajaran tersendiri baginya. Dengan segala pencapaian yang sudah ia dapatkan, pastinya tidak selalu membuatnya merasa puas.
Syifa tidak hanya menghentikan langkahnya disatu pencapain saja, ia terus mencoba hal-hal baru dalam dirinya untuk mengasah dan mengembangkan kemampuannya sebagai bekal di setiap ia menjalani kehidupan.
Sembari berkuliah, Syifa juga mengambil kesempatan untuk mengikuti beberapa projek. Salah satu projek yang berkesan baginya yaitu menjadi tim artwork pada pembuatan MV atau Music Video dari Winner Of Indonesian Idol XII Salma Salsabil di single terbarunya Bunga Hati di Kota Malang.
Semenjak terjun di dunia konten creator, Syifa kerap diminta untuk merieview produk kecantikan, makanan, beberapa UMKM, dari situ ia memanfaatkannya untuk menambah tabungan dan mencari pengalaman, sehingga membuatnya tidak takut untuk mencoba hal-hal baru.
Dalam 2 tahun terakhir Syifa diuji dengan harus kehilangan dua orang yang begitu bermakna dan begitu ia cintai yaitu Ibunda dan Kakaknya.
Hal ini tanpa sengaja memunculkan rasa takkut dan trauma tersendiri baginya karena tidak sedikit pun ia pernah berfikir akan kehilangan dua orang yang ia sayangi dalam waktu yang berdekatan.
Karena rasa kehilangan ini, Syifa pernah merasa takut untuk bercita-cita, mengingat usia kakaknya yang masih terbilang muda yakni 30 tahun.
Syifa mengenal kakanya sebagai sosok yang terbilang pandai namun harus pergi terlebih dahulu di usia muda, membuatnya takut untuk bercita-cita.
Namun dibalik itu semua, ia ingin menjadi seseorang yang mampu bermanfaat bagi orang lain, Syifa ingin selalu mampu berbagi informasi kepada orang lain melalui setiap pengalaman yang ia temui, setiap pengalaman yang pernah ia lewati.
Syifa juga ingin terus membangun personal branding yang lebih kuat agar mampu dikenal oleh lebih banyak orang lagi, sehingga lebih banyak lagi yang mampu menerima informasi positif dari setiap kegiatan yang ia lakukan. (*)
Penulis : Nadia Arta Mevia
Mahasiswa Komunikasi Digital Dan Media, Sekolah Vokasi IPB University
Editor : Yosep
Editor : Administrator