Novi Karyanti
Di antara gemerlapnya dunia sosial dan politik, terdapat individu yang berdiri kokoh di jalur tindakan nyata untuk mengubah dunia.
Salah satu di antara mereka adalah Salvia Neysa Syakira, seorang pionir dalam mempromosikan keberlanjutan dan perubahan positif di tengah masyarakat.
Dengan dedikasi yang luar biasa terhadap Generasi Berencana dan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam Konferensi Model PBB (MUN), Salvia telah menjelma menjadi simbol inspiratif bagi kalangan remaja.
Awal Perjalanan: Dedikasi terhadap Generasi Berencana
Salvia Neysa Syakira atau yang akrab dikenal Echa lahir pada 27 September 2004 di Kabupaten Tangerang.
Di tengah padatnya jadwal perkuliahan, Echa memulai perjalananya menjadi Duta Genre UIN Syarif Hidayatullah sejak maba atau semester 1.
Adapun alasan kuat Echa memberanikan diri maju menjadi seorang Duta Genre diantaranya karena kegiatan Duta Genre dinaungi langsung oleh pemerintah dengan spesifik yaitu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Sehingga menurutnya apabila tergabung menjadi bagian dari keluarga Duta Genre, kegiatan di dalamnya maka dapat membantu meningkatkan self-improvement dirinya dan menambah relasi dengan orang-orang hebat tentunya.
Dengan keraguan namun dibalut dengan tekad dan doa akhirnya Echa memberanikan diri untuk maju menjadi peserta atau calon duta pada saat itu.
Tahap demi tahap mulai dari tes tertulis, penyuluhan hingga grand final, Echa tempuh dengan penuh kelancaran dan keberanian.
Sesuai dengan pepatah yang mengatakan bahwa “usaha tidak akan mengkhianati hasil”, akhirnya Echa berhasil menjadi salah satu yang terbaik dari yang terbaik yaitu Juara Favorit Duta Genre UIN Syarif Hidayatullah Tahun 2022.
Selama mendedikasikan diri menjadi seorang Duta Genre UIN Syarif Hidayatullah, Echa mengemban tugas sebagai role model para remaja untuk menjauhi Triad KRR.
Triad KRR merupakan fokus utama program genre kepada remaja untuk menghindari 3 hal yang beresiko, yaitu seks bebas, napza, dan hiv aids.
Sebagai Duta, Echa membantu BKKBN menggaungkan program tersebut melalui kegiatan sosialisasi ke berbagai tempat secara offline atau melalui platform media sosial secara online.
Selain itu, echa juga aktif menjadi pembicara di berbagai event genre contohnya seperti genre class.
Dari berbagai kegiatan yang dilakukan Echa selama mengabdi satu tahun menjadi Duta Genre, Echa merasa bahwa dirinya jadi memiliki kemampuan yang meningkat baik dari segi public speaking dan leadership.
Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa menjadi seorang Duta juga mendapatkan previllage relasi dengan orang-orang hebat seperti kakak tingkat berprestasi dan orang penting lainnya.
Perjalanan di Dunia MUN: Suara yang Didengar di Panggung Internasional
Selain sebagai duta Generasi Berencana atau Genre, Echa juga dikenal sebagai delegasi yang berbakat di Konferensi Model PBB (MUN).
Program studi pendidikan Bahasa inggris yang melatarbelakangi pendidikannya saat ini ternyata tidak menghalangi ketertarikannya pada diplomasi dan hubungan internasional.
Sehingga dapat membawa dirinya untuk bergabung dengan tim MUN di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Dengan kecerdasan dan kepiawaian berpidato yang luar biasa, Echa dengan cepat menonjol sebagai pemimpin di panggung MUN.
Sebagai delegasi, Echa telah menghadiri berbagai konferensi MUN di tingkat nasional.
Di setiap pertemuan, dia membawa suara yang kuat dan perspektif yang berharga tentang isu-isu global seperti perdamaian, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup.
Argumen-argumen yang diberikan juga bukan argument yang sembarang, namun telah dilakukan riset mendalam terlebih dahulu dari berbagai sumber.
Sehingga ketika pelaksanaan konferensi, argument-argumen yang dikeluarkan dapat di pertahankan.
Keterampilan negosiasi dan kemampuan untuk merumuskan solusi inovatif membuatnya menjadi delegasi yang sangat dihormati di antara sesama peserta MUN.
Sebagai delegasi yang telah mewakili dari berbagai negara, Echa juga sering kali mendapatkan penghargaan pada saat pelaksanaan konferensi MUN.
Adapun penghargaan yang Echa dapatkan ketika konferensi yaitu “verbal commendation” in ls MUN UNEP council.
Penghargaan tersebut tentunya di dapatkan bukan hanya dengan Cuma-cuman, melainkan dengan kerja keras, doa, dan selalu berusaha.
Di dalam organisasi MUN, Echa tentu saja bukan hanya tergabung menjadi anggota yang selalu ikut konferensi.
Akan tetapi Echa juga membantu aktif pada setiap kegiatan lainnya seperti branding di media sosial.
Echa sering kali menjadi talent di dalamnya untuk mempromosikan MUN Syarif Hidayatullah agar lebih di jangkau dan di kenal banyak orang.
Menyelaraskan Visi: Peran Sebagai Pemimpin Muda
Echa adalah contoh nyata dari generasi muda yang bertindak sebagai agen perubahan dalam masyarakat.
Dengan mengintegrasikan perannya sebagai duta Generasi Berencana dan delegasi MUN, dia telah menciptakan sinergi yang kuat antara advokasi lokal dan partisipasi global.
Melalui kerja kerasnya, Echa berhasil memengaruhi kebijakan publik, memperjuangkan hak-hak kaum muda, dan mempromosikan perdamaian dan kerjasama.
Selain itu, Echa juga aktif dalam berbagai kegiatan sukarela dan organisasi kemasyarakatan.
Dia memimpin proyek-proyek sosial dan terlibat dalam program-program pengabdian masyarakat dalam konteks pendidikan untuk memberikan pengajaran.
Dengan semangat yang berkobar dan visi yang jelas, dia bertekad untuk terus berjuang demi perubahan positif.
Lebih dari sekadar mencari kesuksesan pribadi, Echa bercita-cita untuk menjadi agen perubahan yang lebih besar dalam masyarakat dan dunia.
Dia bermimpi untuk melihat dunia yang lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Melalui dedikasi dan komitmennya, Echa membuktikan bahwa satu orang bisa membuat perbedaan.
Inspirasi dari Aksi Nyata
Dengan demikian, Echa tidak hanya mewakili semangat perubahan, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda.
Melalui kerja keras, dedikasi, dan semangatnya yang tak kenal lelah, Echa telah membuktikan bahwa siapa pun bisa menjadi duta perubahan jika mereka memiliki tekad yang kuat dan hati yang penuh dengan kebaikan.
Kisah Echa mengingatkan kita semua akan kekuatan individu untuk mengubah mimpi. Dia adalah bukti hidup bahwa mimpi-mimpi besar dapat dicapai melalui tindakan nyata dan komitmen yang teguh.
Semangatnya yang tak terpadamkan adalah lampu yang memandu jalan bagi generasi muda untuk mewujudkan impian mereka dan menciptakan sesuatu yang lebih baik bagi semua. (*)
Editor : Rany Sinaga