Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hubungan Psikologi Komunikasi dengan Perilaku dan Interaksi Manusia

Administrator • Minggu, 10 Maret 2024 | 09:13 WIB
Photo
Photo


RADAR BOGOR-Komunikasi adalah inti dari segala interaksi manusia. Setiap kata yang diucapkan, gerakan tubuh yang dilakukan, atau bahkan diam pun memiliki potensi untuk menjadi pesan yang disampaikan atau diterima.





Dalam kehidupan sehari-hari, kita secara terus-menerus terlibat dalam proses komunikasi, baik secara sadar maupun tidak. Namun, meskipun tampak seperti proses yang sederhana, komunikasi sebenarnya merupakan fenomena yang kompleks yang melibatkan aspek psikologis.





Dalam tinjauan psikologi komunikasi, manusia adalah subjek sekaligus objek dalam situasi komunikasi. Manusia dapat berperan sebagai perencana, desainer, distributor informasi sekaligus konsumen informasi itu sendiri.





Psikologi komunikasi merupakan cabang ilmu yang mempelajari interaksi antara proses psikologis individu dengan proses komunikasi.





Ini mencakup bagaimana manusia memahami, menafsirkan, dan merespons pesan-pesan yang diterima dari orang lain, serta bagaimana faktor-faktor psikologis seperti persepsi, emosi, dan motivasi memengaruhi cara kita berkomunikasi.





Sehingga psikologi komunikasi merupakan Solusi atas pertanyaan-pertanyaan apa alasan/motivasi dibalik penyampaian pesan dan apa akibat yang ditimbulkan dari suatu pengiriman pesan.





Psikologi Komunikasi Menurut Para Ahli





Psikologi komunikasi memiliki beberapa pengertian yang berbeda dari beberapa ahli, sebagai berikut.






  1. George A. Miller





Psikologi komunikasi menurut George A. Miller adalah ilmu yang meramal, mengendalikan dan menguraikan insiden mental seseorang. Termasuk mengetahui kebiasaan seseorang dalam komunikasi.






  1. Gita Sekar Prihanti





Gita Sekar Prihanti dalam bukunya berjudul Empati dan Komunikasi, mengartikan psikologi komunikasi sebagai rangkaian proses untuk mengetahui informasi terkait oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan psikologis yang mampu mempengaruhi sikap seseorang, dan mampu juga menghambat sikap seseorang.





Gita juga berpendapat, jika psikologi komunikasi juga dapat dijadikan untuk mengenali dan mengetahui karakter dan sikap komunikan tanpa mengabaikan aspek kejiwaannya.






  1. Prof. Nina W. Syam





Prof. Nina W. Syam mengartikan psikologi komunikasi adalah unsur terpenting untuk mengetahui gejala kejiwaan yang ada pada aliran psikologi. Psikologi komunikasi dapat pula dimanfaatkan untuk menganalisis proses komunikasi interpersonal.






  1. Kurt Lewin, Paul Lazarzfild dan Carl I Hovland





Ketiga tokoh ini adalah bapak komunikasi yang memiliki ketertarikan di bidang psikologi. Menurut mereka, psikologi komunikasi merupakan bagian paling penting untuk mengetahui pertumbuhan kepribadian manusia.





Jadi, psikologi komunikasi memiliki cakupan yang sangat luas, karena bisa menjangkau hingga gelombang suara, sistem, energi, dan organisme yang memiliki pengaruh secara khusus bagi pasien dalam psikoterapi.





Dari keempat pengertian psikologi komunikasi menurut para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa psikologi komunikasi merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang karakter, sikap lawan bicara tanpa mengabaikan aspek kejiwaannya.





Psikologi komunikasi dapat diartikan sebagai interaksi komunikasi. Dimana komunikasi akan timbul karena terjadi rangsangan terhadap isi pesan dari komunikator.





Hubungan Perilaku Dan Interaksi Manusia Dengan Psikologi Komunikasi
Psikologi komunikasi sangat berperan dalam perubahan perilaku manusia, terutama saat manusia berkomunikasi dengan manusia lain, baik yang sifatnya interpersonal, kelompok, maupun massa.





Ketika seseorang memahami dan mengerti psikologi komunikasi, saat komunikasi berlangsung antara komunikator dan komunikan, orang mampu melihat dan menganalisis gerak dan tingkah kedua komponen tersebut, yang berbicara dan yang mendengar.





engan memahami psikologi komunikasi, kita dapat lebih memahami dinamika bagaimana interaksi dapat memengaruhi perilaku dan pola pikir suatu individu.





Terdapat beberapa faktor psikologis yang memengaruhi tindakan manusia dalam berkomunikasi yaitu faktor psikobiologis, faktor sosiopsikologis, dan faktor lingkungan.





Dalam faktor psikobiologis, manusia memiliki sebuah insting dimana insting tersebut bisa mengendalikan secara selektif perilaku individu dengan meningkatkan kepekaan seseorang atas rangsangan yang akan datang.





Dalam faktor sosiopsikologis, manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, maka dari proses sosial tersebut manusia memperoleh beberapa karakteristik yang mempengaruhi perilakunya.





Dalam faktor lingkungan, pada dasarnya manusia dan lingkungan memiliki keterkaitan dimana tingkah laku seseorang dapat dipengaruhi oleh situasi lingkungan fisik yang ada. Persepsi juga merupakan bagian dari psikologi komunikasi yang tidak lepas saat berinteraksi.





Setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam mempersepsikan informasi yang diterima. Persepsi tiap individu dipengaruhi oleh pengalaman, derajat atensi, derajat kepentingan, dan karakteristik kepribadian individu, maka dari itu sering terjadi kesalahpahaman yang menyebabkan konflik saat berinteraksi.





Untuk menghindari kesalahpahaman tersebut psikologi berperan untuk memahami persepsi dan penafsiran yang berbeda, sehingga akan memunculkan sikap yang berfikir terlebih dahulu sebelum menyampaikan pesan ke lawan bicara.





Selain persepsi, emosi juga merupakan bagian dari psikologi komunikasi yang sangat mempengaruhi perilaku dan interaksi manusia. Sarwono mengungkapkan bahwa terjadi interaksi antara fisik dan psikis ketika seseorang mengekspresikan emosi yang kuat atas suatu peristiwa.





Terdapat lima jenis dasar emosi yang sangat mempengaruhi perilaku dan interaksi manusia yaitu takut, khawatir, cemburu, gembira, dan marah.





Manusia dalam menyelesaikan emosi tersebut memiliki tindakan-tindakan penyelesaian yang akan dilakukan yaitu tindakan eksplosif dimana energi dari emosi tersebut diarahkan dengan tindakan verbal/non verbal yang eksplosif, tindakan introversi dimana seseorang akan menarik diri dan menciptakan khayalan yang memuaskan dirinya, tindakan sublimasi tujuan dimana seseorang akan mengalihkan tujuan pada tujuan yang lain yang memiliki kualitas sama, dan tindakan simbolisasi dimana seseorang akan mengalihkan emosi dengan menciptakan simbolisasi yang seolah menggambarkan bahwa tujuan telah tercapai.





Dapat disimpulkan bahwa dinamika perilaku dan interaksi manusia dalam berkomunikasi tidak luput dari pengaruh psikologi komunikasi. Hal ini juga menjelaskan bahwa tiap tindakan/perilaku manusia disebabkan oleh suatu psikologis hingga pesan tersebut tersampaikan pada orang lain. (*)





Penulis : Najla Aulia Anchar
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB





Editor : Yosep


Editor : Administrator