Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Belajar Personal Branding, Intip Konten Ghaza di Media Sosial

Administrator • Rabu, 13 Maret 2024 | 21:27 WIB
Muhammad Ghaza Abyan.
Muhammad Ghaza Abyan.


RADAR BOGOR-Hadirnya konten di era digital seperti saat ini telah menghasilkan dampak yang signifikan bagi masyarakat pengguna internet.





Berbagai jenis konten yang diunggah oleh para konten kreator telah melahirkan sudut pandang yang baru tentang suatu hal atau seseorang.





Seperti cara bagaimana seseorang menginformasikan sesuatu, cara seseorang mengkomunikasikan sesuatu, hingga bagaimana citra dapat dibangun melalui konten yang diunggah di media online.





Hal tersebut yang menjadi faktor awal Ghaza untuk mulai menciptakan ide konten baru guna menghasilkan sesuatu yang dapat berguna bagi khalayak.





Baca Juga: 29 Pelaku Perang Sarung di Kota Bogor Diringkus Polisi





Muhammad Ghaza Abyan, seorang pelajar asal Jakarta, yang saat ini sedang menjalankan studi di Sekolah Vokasi IPB University bidang Komunikasi Digital dan Media. Sebagai mahasiswa komunikasi, tentu Ghaza tahu betapa besarnya pengaruh konten yang tersebar di berbagai media sosial.





Bermula pada tahun 2022, dimana Ghaza memulai perjalanan bisnisnya di media sosial, dengan menghasilkan sebuah segmen baru bernama, ‘Who Is The Founder’ atau disingkat ‘WITF’.





Terinspirasi dari Foundr, sebuah media cetak majalah yang membahas tentang cerita para founder membuat bisnis, segmen ini berisi tentang sejarah founder suatu brand dapat dikenal oleh masyarakat hingga saat ini.





Bukan tanpa alasan WITF hadir di media sosial. Tentu tidak mudah baginya untuk memulai sesuatu yang baru, apalagi berhubungan langsung dengan media sosial.





Baca Juga: Pacu Adrenalin Lewat Wisata Paralayang, Nikmati Keindahan Puncak dari Ketinggian





Mengetahui jangkauan dari media sosial yang akan digunakan Ghaza sebagai pengantar pesan dapat mencakup semua kalangan, mampu menciptakan rasa kekhawatiran yang cukup tinggi sebelum Ghaza memulai segmen WITF.





Namun dengan dorongan dari dirinya sendiri, yang ingin menciptakan sesuatu layaknya seorang pendiri brand menghasilkan produk yang berguna bagi banyak orang.





Berbekal rasa ingin tahu yang tinggi, serta pengetahuan akan sejarah suatu brand yang luas, pada akhirnya segmen WITF memulai debutnya di media sosial. kerap menerima umpan balik yang positif dari para penontonnya.





Mulanya, WITF membahas brand yang telah terkenal namanya hampir di seluruh dunia. Berkonsep eksperimen sosial, dimana ia mengunjungi toko brand tertentu dan menanyakan pada karyawan yang bekerja di sana tentang siapa pendiri dari brand tersebut.





Pembahasan baru dimulai setelah Ghaza mendapatkan jawaban dari karyawan toko, membuat segmen bukan hanya menghibur, namun juga dapat memberi edukasi serta informasi baru bagi penonton.





Didukung oleh Ghaza sendiri, sebagai kreator yang selalu menerima saran dan permintaan dari penonton, WITF kerap menerima umpan balik yang positif dari para khalayak.





Pada Januari 2024 lalu, terbesit ide menarik dimana Ghaza memulai konsep baru WITF yaitu berkolaborasi dengan para pelaku bisnis lokal, yang bertujuan untuk mengenalkan kisah dibalik bisnis tersebut menurut sudut pandang founder, serta sebagai sarana promosi usaha yang mereka jalani.





Tidak jauh berbeda dengan WITF sebelumnya, satu-satunya pembeda antara konsep lama dengan WITF kali ini adalah lebih memfokuskan pembahasan tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.





Para founder berhak mengirimkan ceritanya dalam membangun bisnis mereka hingga dapat bertahan sampai saat ini, yang kemudian akan diunggah di akun Who Is The Founder di Instagram.





Sejak saat itu, WITF terus berkembang menjadi wadah bagi para pelaku bisnis lokal untuk berkomunikasi dan bertukar informasi, sehingga selalu memberikan timbal balik positif kepada sesama pejuang bisnis.





Selain untuk memberikan konten edukasi dan inspirasi kepada khalayak, Ghaza juga memanfaatkan media sosial sebagai catatan digitalnya. Sebagai seorang pelajar, pastinya akan banyak ilmu baru yang dipelajari setiap harinya.





Memahami pelajaran hanya pada saat kelas berlangsung, menurutnya tidak cukup efektif jika tidak diiringi dengan contoh studi kasus nyata. Tidak ingin cepat melupakan materi yang baru dipelajari, membuatnya terdorong untuk menciptakan segmen baru yaitu SemuaBerkomunikasi.





SemuaBerkomunikasi awalnya hanya sebuah konten entertain yang sesekali Ghaza unggah di akun Instagram pribadinya. Konten tersebut terkadang berisi penjelasan materi komunikasi, sesekali juga berisi meme dari contoh studi kasus seputar komunikasi.





Berbeda dengan konsep WITF, SemuaBerkomunikasi adalah konten yang lebih fokus membahas ilmu dalam komunikasi, yang dibalut dengan unsur komedi ringan sehingga meninggalkan kesan menghibur bagi penonton.
Layaknya sebuah catatan, SemuaBerkomunikasi terus berkembang seiring dengan materi yang Ghaza pelajari selama menjalankan kuliah.





Akan tetapi, bukan semata-mata hanya untuk dijadikan sebagai catatan, SemuaBerkomunikasi juga dapat dijadikan sebagai wadah membangun portofolio diri karena volume upload yang lebih sering jika dibandingkan dengan WITF.





Hal tersebut juga menjadikan SemuaBerkomunikasi sebagai media membangun personal branding dirinya sebagai mahasiswa komunikasi.





Omong-omong tentang mahasiswa komunikasi, Ghaza juga merupakan sosok mahasiswa komunikasi yang selalu berpartisipasi aktif dalam kelas maupun luar kelas.





Ghaza bergabung di Share IPB sebagai Manager Talent Acquisition, dan meraih penghargaan sebagai Best Manager berkat partisipasi aktifnya dalam tim.





Dapat mengendalikan banyaknya calon kandidat baru, yang kemudian menyeleksi kandidat hingga menyisakan yang paling berpotensi dalam organisasi.





Sesekali Ghaza berperan menjadi MC atau moderator di acara yang diselenggarakan oleh Share IPB, mampu membuktikan keahliannya dalam bidang komunikasi, khususnya public speaking.





Ghaza juga merupakan sosok ketua pelaksana dibalik suksesnya Moeda Bersoeara, sebuah bentuk kegiatan dalam rangka merayakan Hari Angklung Sedunia, engan bermain angklung lintas generasi yang baru digelar pada bulan November tahun lalu.





Kesuksesan kegiatan ini dapat diukur dari keberhasilan pencapaian jumlah peserta para pemain angklung yang menyentuh kurang lebih 300 orang, menjadikan kegiatan ini sebagai pemecah rekor ORI (Original Rekor Indonesia) Pagelaran Angklung Diiringi Lagu Daerah Terbanyak dengan Peserta Lintas Generasi.





Pemecahan rekor ORI adalah bukti nyata keberhasilan Ghaza dalam pengalaman pertamanya memimpin jalannya sebuah kegiatan, ditambah dengan solidaritas antar anggotanya yang tinggi, sehingga jumlah para pemain angklung pada hari pelaksanaan telah lebih dari batas minimal pemecahan rekor.





Dari Moeda Bersoeara, Ghaza telah menambah pengetahuan baru akan bagaimana caranya memimpin, tanpa melupakan bagaimana rasanya dipimpin.





Oleh: Azzahra Pramesti, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University


Editor : Administrator
#digital #media sosial