Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengenal Masjid Jami Al Munawarah Sentul Bogor, Punya Julukan Masjid Bunga

Rany Sinaga • Minggu, 17 Maret 2024 | 08:23 WIB
Photo
Photo


SENTUL-RADAR BOGOR, Jika hendak ke Jungle Land Sentul, mata kita pasti akan teralihkan saat melihat masjid yang didominasi warna putih ini. Namanya Masjid Jami Al Munawarah Sentul.





Masjid Jami Al Munawarah Sentul ini, tidak memiliki pintu masuk, dan didesain terbuka tanpa tembok.





Ini membuat setiap jamaah yang datang ke Masjid Jami Al Munawarah Sentul, dipastikan akan beribadah sambil ditemani dengan semilir angin, yang berhembus dari alam disekitar.





Saat malam, cahaya masjid ini akan bersinar keluar. Menambah kesan tersendiri bagi jamaah yang datang





Masjid ini berdiri sejak 2014. Berada jauh dari hiruk-pikuk perkotaan membuat keberadaannya cukup istimewa. Akibat desain yang tak biasa membuat, Masjid ini nampak seperti bunga diantara perbukitan.





Perumpamaan yang diberikan untuk masjid ini tak hanya isapan jempol belaka. Memang desain masjid ini terinspirasi dari bunga yang sedang mekar.





Cahaya masjid yang keluar saat malam pun sesuai dengan arti dari Masjid Al-Munawarah yaitu Masjid yang bercahaya. Cahaya itu akan keluar dari sela-sela atap yang berbentuk kelopak bunga.





Informasi dari papan desain masjid menyebut masjid ini memiliki kaitan dengan surat Al An Aam ayat 99. Kaitan itu bisa dilihat dari landscape masjid yang berada di antara gunung dan sungai seperti isi surat Al-An Aam ayat 99.





Baca juga: Melihat Lebih Dekat Masjid Jami Taman Cileungsi Bogor, Jadi Icon Sampai Hadirkan Pendakwah Kondang





Masjid Al-Munawarah memiliki tiga lantai, dilantai pertama berada di bawah tanah atau basemen yang digunakan untuk tempat wudhu dan kamar mandi. Lalu lantai kedua dan ke tiga dipergunakan untuk shalat.





Masjid ini berdiri di kawasan seluas 5000 hektar dengan luas bangunan sekitar 1200 hektar. Sisa kawasan masjid berdiri menara, pesantren, parkiran, plaza, dan area terbuka.





Pengurus DKM Masjid Jami Al Munawaroh Rosyid mengatakan, masjid ini bisa menampung maksimal 1000 jamaah.





Mayoritas jamaah yang datang, merupakan orang yang sedang transit menuju, atau kembali dari jungle land, taman budaya, gunung pancar, dan tempat wisata Sentul City lainnya.





"Masjid ini tidak ada pintunya yang berarti terbuka lebar untuk semua kalangan masyarakat dimana pun berada," katanya.





Ia menjelaskan, program rutin harian yang dilakukan di dalam masjid ini yaitu Pengajian dan kajian setelah shalat subuh.





Kemudian di bulan Ramadan seperti ini ada beberapa kegiatan tambahan seperti tadarus, taraweh, buka bersama, Itikaf di masjid, kultum dan lainnya.





"Ramadan dan hari biasa yang membedakan itu hanya dibagian tarawih, buka bersama, dan sahur," ungkapnya.





Untuk buka bersama sendiri, Rosyid yang juga merupakan Imam di masjid ini menuturkan, mereka selalu rutin lakukan setiap harinya dengan menyiapkan takjil dan makanan berat sebanyak 100-150 porsi.





Sedangkan untuk sahur, di Masjid Jami Al Munawarah Sentul biasanya diberikan di 10 hari terakhir bulan Ramadan untuk yang datang Itikaf.





"Kalau hari-hari terakhir itu banyak yang datang Itikaf ke Masjid Jami Al Munawarah Sentul, jadi sahur itu bisa sampai 300 porsi yang diberikan kepada jamaah," sebutnya. (rp1)





Penulis: Fikri
Editor: Rany Puspitasari


Editor : Rany Sinaga
#Masjid Jami Al Munawarah Sentul #taman budaya #jungle land #kabupaten bogor