MERAK-RADAR BOGOR, Mudik Lebaran selalu diwarnai dengan kemacetan panjang. Hal ini terjadi setiap tahunnya membuat masyarakat harus terjebak berjam-jam di jalanan.
Salah satu jalur yang mengalami kemacetan, yaitu jalan masuk Pelabuhan Merak, Provinsi Banten. Masyarakat yang ingin naik kapal penyebrangan ke Bakauheni Lampung harus gigit jari akibat berjam-jam di atas mobil.
Salah satu yang merasakan hal tersebut yaitu Ali Lukman. Ia menceritakan perjalanan mudiknya dari Sunter Jakarta Utara menuju Palembang harus dilewati dengan kekesalan.
"Saya menunggu berjam-jam dari subuh sampai tengah hari baru bisa naik ke kapal," katanya kepada Radar Bogor, Minggu (7/4/2024).
Ia menjelaskan dirinya bersama 7 orang keluarganya berangkat menggunakan mobil pada hari Minggu pukul 00:30 WIB. Mereka sendiri tak butuh waktu lama untuk sampai ke Merak. Sebab mereka tak sepenuhnya menggunakan tol namun menggunakan jalan umum saat di Tanggerang ke Merak.
Mereka berharap dengan sampai cepat ke Merak ini bisa membuat penyebrangan juga menjadi lebih cepat. Karena mereka kehabisan tiket saat ingin membeli tiket secara online sehingga harus membeli di tempat.
"Alhamdulillah kita dari Jakarta sampai ke Merak hanya butuh waktu 3 jam gitu. Tapi masuk ke kapalnya malah butuh waktu 8 jam," ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Jokowi Bagi-bagi Ribuan Paket Sembako untuk Warga Kota Bogor
Selain itu karena takut tidak mendapat tiket, mereka pun terpaksa harus menggunakan calo untuk membeli tiket. Harga tiket yang sekiranya Rp480 naik menjadi Rp550 ribu.
"Nah permasalahannya tuh kita ketika dapat tiket jam 3:30 WIB pagi setelah sahur tapi baru bisa naik kapal nanti jam 12:30 siang," sebutnya.
Situasi ini membuatnya rugi sebab kendaraan harus tetap nyala karena harus maju perlahan sehingga menguras bensinnya. Tak hanya itu mereka juga harus menanggung kejenuhan dan kelelahan akibat terjebak macet dalam waktu lama.
"Tak hanya saya yang lain juga, sampai banyak para supir itu yang membunyikan klaksonnya untuk melampiaskan kejengkelan," ujarnya.
Padahal menurut Ali, dalam kondisi normal mereka hanya butuh waktu 10 jam dari Jakarta ke Palembang. Namun disaat mudik malah mendapatkan macet yang membuat waktu menjadi molor berjam-jam.
"Ini kembali kepada manajerial dari manajemen Kementerian Perhubungan. Karena mengapa dari tahun ke tahun kemacetan selalu terulang," ungkapnya.
Ia berharap hal ini segera dicarikan solusinya sebab setiap tahun masalah serupa selalu terulang. Seharusnya, ada solusi jelas yang diterapkan untuk mengurai kemacetan tersebut.
"Pak Menteri Perhubungan mungkin sesekali melakukan perjalanan sebagai masyarakat umum pada situasi hari raya. Agar bisa merasakan betapa menderitanya masyarakat akibat dari kurang tepatnya persiapan," katanya.
Ia juga menuturkan salah satu solusi yang jangka panjang yang bisa dilakukan yaitu pembuatan jembatan selat Sunda. Ini dinilai bisa membantu masyarakat untuk berpindah-pindah dari Sumatera ke Jawa maupun sebaliknya.
"Jangka pendeknya yaitu persiapan harus bisa dilakukan dengan matang dari jauh-jauh hari agar tidak terjadi hal semacam ini. Ini harus diperbaiki apalagi mudik masih berlangsung dan akan ada arus balik. Jangan sampai terjadi lagi," ungkapnya. (rp1)
Editor : Administrator