BOGOR-RADARBOGOR, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) mengaku akan memperbaiki permanen terhadap pintu Bendung Katulampa yang jebol, setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2024.
Baca Juga : Bima Arya Tinjau Penanganan Sementara Perbaikan Pintu Bendung Katulampa, Gunakan Bambu Berukuran Besar
Demikian diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya saat melakukan pengecekan kondisi Pintu Penguras Bendung Katulampa, Kota Bogor yang jebol, pada Minggu (7/4/2024).
Bima Arya menjelaskan, saat ini sedang dilakukan perbaikan sementara dengan membuat sodetan air ke arah irigasi, dan upaya menutup pintu penguras dengan bambu.
“Setelah lebaran teman-teman dari BBWSCC akan menangani secara permanen pintu penguras air tadi,” kata Bima Arya.
Menurut dia, langkah cepat yang dilakukannya ini agar pasokan air kepada warga tidak terganggu jelang Lebaran.
Bima berharap, penanganan sementara yang dilakukan saat ini dapat bertahan hingga memasuki tahap perbaikan permanen. Utamanya, agar pasokan air baku ke Irigasi Kalibaru tidak berkurang.
“Setelah Lebaran perbaikan permanen, mudah-mudahan ini (perbaikan sementara) bisa bertahan. Kita lihat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelola Sumber Daya Air (UPTD PSDA) Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Hendra Wardana mengatakan, penanganan permanen dilakukan setelah Lebaran mengingat saat ini sudah memasuki libur lebaran dan banyak toko material yang sudah tutup.
“Kondisinya karena sudah Lebaran, toko-toko material tutup, cari kayu susah. Juga personel dan pegawai sipil banyak yang sudah mudik Lebaran,” ucapnya.
Kendati demikian, ia memastikan berdasarkan informasi yang diterimanya dari BBWSCC, perbaikan permanen segera dilakukan setelah Lebaran dengan alat yang lebih mumpuni.
“Habis Lebaran Insya Allah percepatan. Dari BBWSCC, dari pusat juga yang akan membantu untuk pintu pengurasan dan penanganan permanen,” kata dia.
Selain perbaikan di pintu yang rusak, Hendra Wardana menyebut perbaikan dilakukan pada pintu penguras yang lain. Mengingat pintu-pintu air tersebut terakhir mendapat penanganan pada tahun 2002.
“Kita tidak akan (memperbaiki) satu pintu yang rusak saja, Insya Allah semua. Itu sudah lama dari tahun 2000-an,” tandas Hendra Wardana.(ded)
Reporter : Dede Supriadi
Editor : Pipin
Editor : Administrator