BOGOR-RADAR BOGOR, Rekaman video dashcam menunjukkan detik-detik terjadinya kecelakaan maut di jalan tol Jakarta–Cikampek. Satu bus tampak menabrak Daihatsu Gran Max.
Lalu Daihatsu Terios ikut menabrak Gran Max tersebut. Tabrakan beruntun itu memantik percikan api.
Tak lama kemudian, api melalap Gran Max. Lalu, merembet ke Terios. Akibat kecelakaan maut tersebut, 12 penumpang Gran Max meninggal dunia. Sedangkan, kernet bus mengalami luka berat dan seorang penumpang luka ringan.
Kecelakaan dahsyat itu terjadi di Kilometer 58 tol Jakarta–Cikampek, Jawa Barat, pukul 07.04 kemarin (8/4). Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan menyampaikan, seluruh korban meninggal dibawa ke RSUD Karawang menggunakan 13 kantong jenazah.
Dari total 13 kantong jenazah, enam di antaranya berisi jenazah dalam keadaan utuh. Sementara satu kantong lainnya berisi body part jenazah korban.
"Tim dari inafis, DVI, dan forensik RSUD Karawang sedang melakukan identifikasi korban yang mengalami luka bakar ini," ungkap dia, dikutip Jawa Pos pada Kamis (11/4).
Hingga kemarin sore, baru dua korban yang sudah diidentifikasi. Namun, polisi belum mengumumkan identitas dua korban tersebut. Yang sudah dapat dipastikan, satu korban berasal dari Kudus dan satu lainnya dari Ciamis.
Jenderal bintang dua Polri itu menyatakan, untuk memastikan alamat para korban yang sudah teridentifikasi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan polres di dua daerah tersebut. Mereka diminta mengecek alamat masing-masing korban.
Untuk memudahkan proses identifikasi, didirikan posko di RSUD Karawang. Di posko tersebut, akan dikumpulkan data ante mortem dan postmortem dari keluarga korban.
Polres Karawang sendiri telah merilis data informasi kendaraan yang digunakan oleh para korban. Yakni, Daihatsu Gran Max bernomor polisi B 1635 BKT dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK) atas nama Yanti Setiawan Budi Dharma.
Dalam STNK tertera alamat pemilik kendaraan itu di Jalan Duren Nomor 16 RT 003, RW 009, Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Kota Jakarta Timur.
Masyarakat yang mengenali kendaraan maupun pemilik kendaraan itu diminta segera melapor atau langsung datang ke RSUD Karawang. Sambil menunggu proses identifikasi para korban, lanjut Aan, pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Untuk olah TKP akan dilakukan oleh tim dari Polda Jawa Barat gabungan dengan Korlantas Polri," imbuhnya. Olah TKP dilakukan untuk mencari tahu penyebab kecelakaan.
Berdasar hasil rekaman closed circuit television (CCTV), Aan menyampaikan bahwa kecelakaan bermula saat Gran Max yang bergerak dari Jakarta ke arah timur berada di jalur contraflow. Kendaraan itu tiba-tiba oleng ke kanan dan masuk ruas jalan yang dilalui kendaraan dari arah berlawanan. "Sehingga menabrak bus dan kendaraan lain," ujarnya.
Dia memastikan, penyelidikan akan terus berjalan. Namun, saat ini identifikasi korban diutamakan.
Pasca kecelakaan tersebut, rekayasa lalu lintas contraflow sempat dihentikan. Kemacetan di jalan tol Japek pun sempat terjadi akibat perlambatan laju kendaraan di sekitar lokasi kecelakaan.
Meski demikian, semua sudah ditangani oleh Korlantas Polri bersama PT Jasa Marga dan pihak terkait lainnya.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa penyelidikan atas peristiwa di Kilometer 58 jalan tol Jakarta–Cikampek melibatkan Kemenhub dan KNKT.
'Sehingga kemudian nanti ditemukan kepastian penyebab terjadinya kecelakaan tadi," imbuhnya.
Sampai kemarin, dia belum bisa menyampaikan banyak hal terkait penyebab kecelakaan. Sebab, pendalaman masih berlangsung.
Pendalaman juga dilakukan terkait dengan status kendaraan. Ada informasi dari pihak keluarga bahwa para korban memesan dan dijemput travel.
Sigit menyatakan, yang tidak kalah penting adalah mencegah peristiwa serupa terulang. Sebab, arus mudik masih berlangsung. Selain itu, identifikasi korban harus tuntas.
"Sudah ada empat keluarga yang sedang melakukan kegiatan ante mortem, sisanya tentunya sedang kami tunggu dan kami berupaya untuk segera menghubungi pihak keluarga korban," beber dia.(*/jpg)
Editor: Imam Rahmanto
Editor : Administrator