Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Yakin Jantung Anda Sehat? Waspadai Penyakit Jantung Koroner dengan Deteksi Dini di Bogor

Rani Puspitasari Sinaga • Senin, 29 April 2024 | 17:10 WIB

Ilustrasi penyakit jantung koroner
Ilustrasi penyakit jantung koroner
RADAR BOGOR - Penyebab kematian tertinggi di sejumlah negara, adalah penyakit jantung koroner (PJK). Indonesia salah satunya.

Faktanya pula, tidak hanya menyerang orang di usia lanjut. Tapi juga kini, penyakit jantung koroner menyerang anak-anak muda yang masih di usia produktif.

Seperti kita ketahui, penyakit jantung koroner merupakan penyumbatan pembuluh darah, akibat penumpukan lemak, atau yang disebut (aterosklerosis).

Bahayanya, sumbatan tersebut bisa pecah, dan bekuan darah yang di dalamnya bisa menutup total pembuluh darah. Itulah yang disebut serangan jantung.

Jika terjadi serangan jantung, mulai muncul gejala nyeri dada, seperti tertiban benda berat, menjalar ke bahu kiri dan lengan kiri. Bahkan ada yang menjalar hingga ke ulu hati dan kerongkongan. Jika sudah sampai di tahap itu, biasanya memberikan sensasi seperti tercekik.

Ada pula yang merasakan keringat dingin, dan juga sesak nafas. Gejala itu biasanya bisa hilang setelah kita istrirahat.

Penanganan penyakit jantung koroner

Jika begitu, penanganan penyakit jantung koroner akan berdasarkan diagnostik yang ditegakkan dengan pemeriksaan angiografi koroner, atau kateterisasi jantung. Cara itu dibeberkan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dan Intensivis Mayapada Hospital Bogor, dr. Fahmi Idrus Shahab, Sp.JP (K).

"Dengan pemeriksaan ini, lokasi dan persentase sumbatan dapat dinilai untuk menentukan terapi yang diperlukan," jelasnya.

Tapi, berbeda dengan adanya indikasi sumbatan yang berbahaya terhadap keselamatan pasien.

Menurut dr. Fahmi, jika indikasi itu muncul, maka tindakan yang tepat adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI)/Intervensi Koroner Perkutan.

"Tindakan untuk melebarkan pembuluh darah, dengan balon dan pemasangan stent untuk mengembalikan aliran darah ke jantung," kata dia.

Pentingnya skrining jantung

Untuk mencegah serangan jantung, skrining jantung secara berkala perlu dilakukan terutama jika telah memasuki usia 40 tahun.

Apalagi jika memiliki faktor risiko seperti hipertansi, hiperkolesterol, diabetes, merokok, obesitas, atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau stroke.

Adapun pemeriksaan yang dilakukan mulai dari EKG untuk melihat irama jantung, serta treadmill untuk melihat iram ajantung saat sedang beraktifitas.

Selain itu, juga dilakukan Echocardiography untuk melihat struktur dan fungsi jantung, hingga CT Scan jantung dengan kontras untuk melihat gambaran pembuluh darah secara detail.

Dengan begitu, adanya sumbatan pembuluh darah dapat diketahui sejak dini.

Mayapada Hospital Bogor menyediakan Cardiovascular Center yaitu layanan komprehensif untuk menangani gangguan pada jantung dan pembuluh darah mulai dari deteksi dini, diagnosa, tindakan kateterisasi jantung, hingga rehabilitasi jantung.

Untuk kasus serangan jantung, Cardiovascular Center Mayapada Hospital memiliki layanan 24/7 Cardiac Emergency dengan tim dokter, tenaga medis, dan fasilitas yang siaga 24 jam untuk memberikan penanganan cepat dan tepat sesuai standard international door to balloon 90 menit.

Didukung tim dokter spesialis jantung dan pembuluh darah serta spesialis bedah toraks kardiak dan vaskular dengan fasilitas terkini, antara lain laboratorium kateterisasi (cath lab), ruang operasi, dan ICCU (Intensive Cardiovascular Care Unit).

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #penyakit jantung koroner #Mayapada Hospital Bogor