Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Penting Memahami Jenis Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Berikut Cara Menghadapinya

Yosep Awaludin • Selasa, 7 Mei 2024 | 09:34 WIB
Ilustrasi KDRT
Ilustrasi KDRT

RADAR BOGOR - Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah masalah besar yang terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia.

KDRT tidak terbatas pada pasangan suami istri, itu juga dapat terjadi pada orang tua, anak-anak, saudara kandung, dan anggota keluarga lainnya.

KDRT dapat berupa kekerasan fisik, emosional, batin, atau ekonomi. Kekerasan ini dapat membahayakan korban dan keluarganya.

Akibatnya, penting untuk mengetahui jenis kekerasan dalam rumah tangga dan cara yang tepat untuk menanganinya. Jenis-jenis KDRT yang harus Anda ketahui adalah sebagai berikut:

1. Kekerasan dalam bentuk fisik

Jenis kekerasan ini mencakup penggunaan kekuatan fisik untuk melukai atau mengontrol anggota keluarga lainnya.

Contohnya termasuk pukulan, tendangan, gigitan, atau penggunaan benda keras untuk melukai korban.

Kekerasan fisik dapat meninggalkan bekas luka fisik dan dapat menyebabkan kematian atau cedera parah.

2. Kekerasan psikologis

Ketika seseorang menggunakan perilaku atau kata-kata yang merendahkan, menghina, mengancam, atau mengontrol secara emosional anggota keluarga lainnya, ini disebut kekerasan emosional.

Mengkritik, mempermalukan orang lain, membatasi kebebasan berbicara, atau menjauhkan korban dari teman dan keluarga adalah beberapa contoh perilaku ini.

Baca Juga: Dihancurkan Crystal Palace 4-0, Manchester United Terlempar dari Zona Eropa

3. Kekerasan batin 

Ketika seseorang dipaksa atau diancam untuk melakukan aktivitas berhubungan badan tanpa persetujuan pasangan mereka, itu masuk dalam KDRT.

Hal ini termasuk paksaan untuk melakukan aktivitas berhubungan yang tidak diinginkan, atau tidak memenuhi kebutuhan pasangan.

4. Kekerasan terkait ekonomi

Ketika seseorang mengontrol atau membatasi akses korban terhadap sumber daya ekonomi, seperti uang, pekerjaan, atau keputusan keuangan, ini disebut kekerasan ekonomi.

Contohnya termasuk melarang korban bekerja, membatasi akses ke rekening bank, atau memaksa korban untuk memberikan uang atau harta benda.

Penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga dan membantu dan melindungi korban untuk menghentikan siklus kekerasan.

Langkah-langkah penting dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga termasuk mendapatkan dukungan psikologis, bantuan hukum, dan akses ke layanan kesehatan yang aman.

Jika Anda mengalami KDRT, berikut yang harus Anda lakukan:

1. Pahami tandanya

Pertama-tama, tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga seperti cedera fisik yang tidak bisa dijelaskan, perubahan perilaku yang signifikan, atau isolasi dari teman dan keluarga sangat penting.

Berbicaralah dengan orang yang Anda percayai tentang situasi saat ini karena mereka mungkin dapat memberikan dukungan dan saran yang diperlukan.

2. Temukan bantuan

Cari bantuan segera dari institusi atau kelompok yang dapat menawarkan perlindungan dan dukungan, seperti rumah perlindungan, pusat kesehatan, atau lembaga kesehatan mental.

Mereka dapat membantu mengevaluasi situasi Anda saat ini dan memberikan bantuan yang tepat.

3. Menyusun strategi untuk penyelamatan

Untuk menghindari kekerasan terhadap diri sendiri dan keluarga, buatlah rencana keselamatan.

Tempat berlindung sementara, rute evakuasi jika diperlukan, dan bagaimana menghubungi bantuan darurat dapat dimasukkan dalam rencana ini.

Pastikan untuk memberi tahu orang lain tentang rencana ini agar mereka juga dapat membantu jika diperlukan.

4. Melaporkan kepada pihak berwenang

Melaporkan kekerasan dalam rumah tangga adalah penting. Melaporkan kekerasan membantu Anda mendapatkan perlindungan hukum dan mencegah kekerasan berikutnya.

5. Minta dukungan emosional

Selain itu, mendapatkan dukungan emosional dari teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental sangat penting.

Menceritakan pengalaman Anda dapat membantu mengurangi rasa isolasi dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

Anda dapat melakukan hal-hal ini untuk memulai pemulihan dan mengakhiri siklus kekerasan dalam rumah tangga. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#kdrt #rumah tangga