RADAR BOGOR, Pelayanan haji tahun ini kembali mengangkat tagline Haji Ramah Lansia. Hal itulah yang membuat para jamaah haji lansia dan disabilitas mendapatkan perhatian khusus.
Tak hanya saat di Arab Saudi, saat jamaah masih di embarkasi masing-masing pun para lansia sudah diperlakukan khusus.
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Haji Kemenag Kabupaten Bogor, Muslimin yang mengatakan para lansia saat ini menjadi fokus.
Kondisi mereka yang rentan membuat para petugas haji selalu memastikan mereka bisa menjangkau sesuatu secara cepat dan mudah.
"Hal yang paling mencolok yaitu mereka akan selalu didampingi mulai dari manasik haji, sampai pelaksanaan ibadah di tanah suci nanti," katanya kepada Radar Bogor, Selasa (14/5/2024).
Pendampingan ini dilakukan oleh petugas haji maupun keluarga jamaah. Bahkan untuk keluarga yang mau mendampingi jamaah lansia diberikan ketentuan khusus untuk bisa langsung berangkat tanpa menunggu jadwal yang seharusnya.
"Ini berlaku asal pendamping itu sudah masuk daftar tunggu haji selama lima tahun. Dan memiliki hubungan keluarga seperti anak atau menantu dari jamaah haji yang didampingi," ungkapnya.
Selain itu saat masuk asrama para lansia diutamakan untuk berada di lantai satu agar tak perlu menaiki tangga. Serta di pesawat mereka ditempatkan di bagian yang mudah dijangkau petugas.
"Untuk Kabupaten Bogor sendiri jumlah rinciannya kami belum pegang tapi yang pasti sekitar 35% dari jumlah keseluruhan," sebutnya.
Mereka yang dikatagorikan sebagai lansia ini berusia di atas 60 tahun. Bahkan ada sekitar 94 orang jamaah haji yang berusia di atas 80 tahun.
"Sebenarnya yang 80 tahun ke atas itu sudah capai 257 orang namun yang baru pelunasan dan berangkat itu 94 orang," ungkapnya.
Lebih jauh, Muslimin menjelaskan saat ini memang tidak ada pembatasan umur maksimal. Pembatasan itu hanya sempat diberlakukan saat covid-19 lalu.
Namun para jamaah haji yang akan berangkat dipastikan untuk lolos pemeriksaan kesehatan yang dilakukan. Sehingga ini bisa memberikan jaminan mereka kuat untuk menjalankan ibadah haji nantinya.
"Tidak ada batas usia bisa berangkat asal sudah lunas dan lolos pemeriksaan kesehatan. Saat ini yang ada hanya batas minimal yaitu 12 saat mendaftar dan 18 saat berangkat atau sudah menikah," jelasnya. (rp1)
Editor : Alpin.