RADAR BOGOR - Ketika seseorang menemukan benjolan di tubuhnya, mereka pasti merasa khawatir. Namun, tidak semua benjolan berbahaya dan memerlukan pengobatan segera.
Untuk itu, penting unutk diketahui cara membedakan benjolan di tubuh apakah berbahaya atau tidak agar lebih jelas.
Benjolan atau tumor dapat muncul di bagian tubuh mana saja. Ini dapat terjadi karena bawaan lahir, infeksi atau peradangan, cedera, atau pertumbuhan sel yang tidak normal. Namun, sebagian besar benjolan tidak berbahaya.
Beberapa standar yang digunakan untuk membedakan benjolan yang berbahaya dari yang tidak seperti dikutip dari alodokter.com:
1. Kapan benjolan muncul
Cara pertama untuk membedakan benjolan yang berbahaya dari yang tidak berbahaya adalah dengan mengetahui kapan munculnya.
Benjolan kongenital atau yang sudah ada sejak lahir, seperti hemangioma, biasanya tidak berbahaya dan biasanya tidak perlu diobati karena akan mengecil sendiri seiring bertambahnya usia.
2. Penyebab benjolan muncul
Cara membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak diketahui dari penyebabnya. Kebanyakan benjolan akibat cedera hanya berupa memar otot yang terjadi karena pecahnya pembuluh darah. Biasanya, benjolan akan mengecil sendiri.
Munculnya benjolan di paha atau di sekitar selangkangan, juga dikenal sebagai hernia, dapat disebabkan oleh aktivitas seperti sering mengangkat barang berat dalam jangka waktu yang lama.
3. Infeksi yang menyertai benjolan
Infeksi biasanya menimbulkan kumpulan nanah, yang disebut abses atau bisul. Jangan khawatir, abses dapat diobati dengan antibiotik yang diresepkan dokter atau dengan prosedur pembedahan kecil.
4. Tanda-tanda benjolan
Selain itu, berdasarkan ciri-cirinya, Anda dapat membedakan benjolan yang berbahaya dari yang tidak berbahaya.
Biasanya, benjolan yang keras, tidak dapat digerakkan, permukaannya tidak rata, dan berkembang dengan cepat merupakan benjolan berbahaya yang harus diperiksa segera oleh dokter.
5. Gejala yang terkait dengan benjolan
Anda harus waspada dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika benjolan disertai dengan gejala lain, seperti demam, rasa lelah kronis, dan penurunan berat badan yang signifikan.
Karena itu, benjolan dengan gejala-gejala di atas dapat menjadi indikasi adanya kondisi medis tertentu, seperti kanker.
Mengetahui cara membedakan benjolan yang berbahaya dan tidak berbahaya akan membantu Anda menanganinya.
Meskipun benjolan dapat diidentifikasi secara mandiri dengan cara-cara di atas, pemeriksaan oleh dokter tetap diperlukan, terutama jika benjolan tampak tidak seperti yang diharapkan. (***)
Editor : Yosep Awaludin