RADAR BOGOR - Gangguan pada beberapa bagian mata, seperti kornea, retina, atau saraf optik, dapat menyebabkan mata buram yang tiba-tiba.
Namun, mata buram yang muncul secara bertahap seiring berjalannya waktu merupakan akibat dari kondisi medis yang berlangsung lama.
Banyak Faktor Penyebab Mata Buram
Berbagai kondisi, termasuk kelainan refraksi dan mata kering, dapat menyebabkan mata buram. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan mata buram seperti dilansir dari alodokter.com :
1. Kelelahan mata
Mata buram dapat terjadi karena mata lelah. Ini dapat terjadi ketika Anda terlalu lama berada di depan komputer, menonton televisi, atau memainkan handphone.
Kebiasaan-kebiasaan di atas cenderung menyebabkan Anda jarang berkedip, yang menyebabkan mata kering dan penglihatan buram. Kekeringan mata akan lebih parah di ruangan yang panas atau ber-AC.
2. Migrain
Salah satu gejala migrain adalah mata buram. Aura adalah perubahan penglihatan yang terjadi saat migrain.
Kondisi ini menyebabkan penderita kehilangan penglihatan sebagian atau seluruhnya dalam waktu yang singkat, biasanya tidak lebih dari 30 menit.
Melihat kilatan cahaya, bintik, dan garis bergelombang adalah beberapa gangguan penglihatan lain yang disebabkan oleh migrain.
3. Katarak
Katarak dapat menyebabkan mata buram, yang umumnya terjadi pada orang tua karena lensa mata menjadi keruh.
Seiring bertambahnya usia, protein di lensa mata akan rusak, yang menyebabkan lensa menjadi keruh, yang mengurangi kemampuan untuk melihat.
4. Mata kering
Salah satu penyebab paling umum mata buram adalah mata kering. Mata kering tidak memiliki cukup air mata untuk melembapkan dan membersihkan benda asing di dalamnya, yang menyebabkan gatal, iritasi, dan penglihatan kabur.
5. Kelainan refraksi pada mata
Kelainan refraksi mata, yang terjadi ketika mata tidak dapat fokus pada satu gambar, adalah penyebab tambahan mata buram. Kelainan refraksi mata terdiri dari astigmatisme, rabun dekat, dan rabun jauh.
6. Penyakit makula
Orang di atas lima puluh umumnya mengalami degenerasi makula. Kondisi ini memengaruhi bagian tengah retina, yang menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat benda-benda di depannya dengan jelas.
Sebagian besar penderita degenerasi makula tidak memiliki gejala pada awalnya. Namun, seiring perkembangan penyakit, berbagai gejala seperti mata buram, kesulitan melihat di cahaya redup, dan ketidakmampuan untuk melihat bintik hitam akan muncul.
7. Abrasi kornea
Abrasi kornea adalah goresan pada lapisan bening yang melindungi depan mata. Ini menyebabkan mata sakit, kemerahan, berpasir, dan buram.
Abrasi kornea biasanya disebabkan oleh debu, pasir, serutan kayu, partikel logam, atau lensa kontak. Jika tidak diobati, abrasi ini dapat menyebabkan infeksi dan luka pada kornea, yang juga dikenal sebagai ulkus kornea.
8. Glaukoma
Glaukoma, kerusakan saraf optik yang disebabkan oleh tekanan dari penumpukan cairan di depan mata, juga dapat menyebabkan mata buram.
Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi biasanya terjadi pada orang berusia 70 hingga 80 tahun.
Gejala glaukoma termasuk sakit mata, mata merah, sakit kepala, mual, muntah, dan penglihatan kabur.
9. Retinopati akibat diabetes
Diabetes menyebabkan retinopati diabetik, penyakit mata di mana pembuluh darah di retina rusak karena gula darah tinggi, menyebabkan saraf kekurangan nutrisi, menyebabkan mata buram dan bahkan buta.
10. Neuritis pada lensa
Peradangan saraf mata biasanya menyebabkan buram pada satu mata, tetapi bisa juga terjadi pada kedua mata. Istilah "neuritis optik" mengacu pada kondisi ini. Reaksi autoimun seperti multiple sclerosis dan lupus dapat menyebabkan neuritis.
11. Penyakit Parkinson
Penderita penyakit Parkinson dapat mengalami gangguan mata, termasuk mata buram, berair, dan halusinasi.
Gangguan penglihatan bukan gejala pertama dari penyakit Parkinson; sebaliknya, itu menunjukkan tingkat keparahan kondisi.
Cara Mengobati dan Mencegah Mata Buram
Terapi mata buram disesuaikan dengan penyebabnya. Ada beberapa cara untuk mengatasi penglihatan kabur:
- Kacamata kontak dan lensa
Mata buram yang disebabkan oleh kelainan refraksi, yaitu rabun jauh dan rabun dekat, dapat ditangani dengan kacamata atau lensa kontak.
- Obat
Dokter akan memberikan berbagai jenis obat untuk mengatasi mata buram, tergantung pada penyakit utamanya.
Untuk glaukoma, misalnya, dokter akan memberikan obat tetes mata yang berfungsi untuk mengurangi tekanan di mata. Penderita abrasi kornea menerima antibiotik untuk mencegah infeksi.
- Operasi
Dokter mungkin akan menyarankan operasi untuk meningkatkan penglihatan dan menyelesaikan masalah mata buram.
Operasi untuk menghilangkan katarak dan LASIK untuk mengobati kelainan refraksi adalah beberapa pilihan pengobatan.
Operasi laser juga dapat dilakukan untuk menutup pembuluh darah yang bocor, mengurangi pembengkakan retina pada pasien retinopati diabetik.
Meskipun tidak semua penyakit yang menyebabkan mata buram dapat dicegah, Anda dapat mengurangi kemungkinan mengalami penglihatan kabur dengan mengikuti beberapa teknik berikut:
- Menggunakan kacamata ketika beraktivitas di luar ruangan
- Menggunakan obat tetes mata ketika mata terasa kering
- Mencukupi kebutuhan tubuh Anda akan air dengan mengkonsumsi setidaknya delapan gelas air setiap hari
- Menghindari zat-zat yang dapat menyebabkan alergi, seperti debu dan asap
- Mengonsumsi makanan yang sehat, terutama yang mengandung vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan mata
- Menjaga tingkat gula darah yang tepat
- Menggunakan kacamata
Mata buram dapat disebabkan oleh kondisi sederhana, seperti mata lelah atau iritasi, tetapi juga dapat merupakan tanda penyakit yang lebih serius.
Akibatnya, jika mata buram Anda bertahan lebih dari satu minggu, segera temui dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat. (***)
Editor : Yosep Awaludin