RADAR BOGOR - Komunitas MEMTeQu merayakan miladnya yang ke-2, di Hotel Cosmo Amarossa Jakarta, pada Selasa (10/6/2024).
Mengusung tema 'Mental Perempuan Kuat dan Cantik (Macan)', acara milda MEMTeQu kali ini dihadiri sekitar 235 muslimah.
"Alhamdulilah, milad ke-2 ini dimeriahkan bersama ratusan muslimah sekaligus mengumumkan banyak info baik didalamnya," ujar Ketua MEMTeQu, Liza Soraya.
Liza menjelaskan, sejak Januari 2024 MEMTeQu berada di bawah Yayasan Wanita dan Qolbuku dimana dr. Aisah Dahlan, sebagai pendirinya.
MEMTeQu sendiri merupakan komunitas yang hadir mendampingi perempuan Indonesia di seluruh dunia dengan ragam aktivitasnya berupa seminar, pelatihan, workshop baik secara offline maupun online.
MEMTeQU yang merupakan singkatan dari '"Mind Emotional Management Training" ini hadir sejak Oktober 2020.
Sampai sekarang, anggota komunitas MEMTeQu mencapai 1.000 orang dari seluruh provinsi di Indonesia dan juga negara lainnya.
"Kami terbentuk dari para muslimah yang memang perduli terhadap kesehatan mental, dan pernah mengikuti kelas atau workshop yang diadakan oleh dr. Aisah Dahlan," jelasnya.
Selain melakukan aktivitas seminar, pelatihan dan workshop, MEMTeQu juga memiliki agenda sosial. Salah satunya pernah membuat saluran air bersih saat terjadi bencana alam gempa bumi di Cianjur.
Sedangkan aktivitas sosial yang rutin dilakukan yaitu Peduli Palestina. Bahkan saat kondisi Gaza sulit ditembus, MEMTeQu menyalurkan bantuan menggunakan air drop Angkatan Udara Indonesia yang bekerjasama dengan Jordania.
"Untuk kegiatan sosial kami ada yang memang rutin dilakukan, untuk kejadian khusus seperti bencana alam kami juga berupaya untuk membantu," ungkapnya.
Liza menuturkan, khusus milad ke-2 ini, MEMTeQu mengadakan lelang dari produk-produk sponsor untuk disumbangkan kepada saudara-saudara kita di Palestina.
Founder Yayasan Wanita dan Qolbuku, dr Aisah Dahlan menambahkan, MEMTeQu hadir sebagai komunitas yang memang peduli terhadap kesehatan mental para muslimah.
Sebelumnya di Yayasan berbeda, ia sudah rutin memberikan pendampingan kesehatan mental baik pria dan wanita.
Namun di Yayasan Wanita dan Qolbuku hanya difokuskan kepada pendampingan kesehatan mental untuk perempuan muslimah.
"Rasanya kalau mau mendampingi semua tidak akan bisa, oleh karena itu kami fokuskan ke perempuan muslimah," tegasnya.
Disetiap kegiatan seminar, workshop atau pelatihan, ia juga didampingi oleh empat ahli. Yaitu 3 psikolog dan satu dokter. Tim ahli ini masing-masing memiliki kemampuan di bidang yang berbeda sehingga bisa disesuaikan dengan permasalahan yang ada.
Mulai dari bidang holistic health therapy, family counseling, mental health counseling hingga youth mental healthness counseling.
"Harapannya di milad ke-2 ini para perempuan muslimah bisa menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan tentunya tetap seperti Macan, boleh sesekali mengaum, namun tetap menjadi pribadi yang baik untuk diri sendiri, suami dan anak-anak," tutupnya. (mer)
Editor : Yosep Awaludin