Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Gelar Bimtek untuk Petani dan Penyuluh di Majalengka

Yosep Awaludin • Jumat, 14 Juni 2024 | 19:28 WIB
Polbangtan Bogor saat menggelar bimtek di Majalengka.
Polbangtan Bogor saat menggelar bimtek di Majalengka.

RADAR BOGOR - Kementan bekerja sama dengan Komisi IV DPR dan Polbangtan Bogor mengadakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan petani, di Majalengka Rabu (5/6/2024).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meminta generasi muda untuk bekerja sama dalam pembangunan sektor pertanian.

Sebab, dia berpendapat bahwa untuk membangun pertanian, diperlukan sumber daya manusia pertanian yang berkualitas, dapat diandalkan, berkemampuan manajerial, kewirausahaan, dan mampu mengorganisasikan bisnis.

Dia menyatakan bahwa regenerasi petani adalah hal utama yang harus dipercepat dan menjadi fokus utama selain peningkatan produksi dan produktivitas.

Amran menambahkan bahwa tidak hanya jumlah, tetapi setiap petani harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman, karena pertanian telah menjadi masalah global.

Menurut Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), petani milenial harus memiliki sifat-sifat berikut: mampu bekerja keras, tekun, tidak mudah menyerah, dan maju terus pantang mundur dalam pembangunan pertanian Indonesia.

Di Kabupaten Majalengka, ada seratus peserta yang terdiri dari petani, penyuluh, milenial, taruna tani, kelompok tani, KWT, dan gapoktan.

Bagian dari program aspirasi anggota DPR adalah seminar ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani serta menjawab berbagai masalah yang dihadapi masyarakat tani.

Dalam pidatonya, Yoyon Haryanto, Plh Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, menyatakan betapa pentingnya kegiatan ini untuk mendukung ketahanan pangan serta pembangunan sektor pertanian lainnya.

"Kami berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui bimbingan teknis ini, serta merubah sikap untuk mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan," tuturnya.

Bimtek ini membahas strategi dan teknik penyuluhan pertanian. Upaya untuk mengubah perilaku petani dan keluarganya agar mereka dapat memecahkan masalah sendiri dan meningkatkan hasil usaha dan taraf hidup mereka dikenal sebagai penyuluhan pertanian.

Tujuan jangka pendek dari penyuluhan adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, kemampuan, sikap, dan keinginan petani untuk melakukan kegiatan usaha tani.

Untuk saat ini, tujuan jangka panjangnya adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat tani dengan memastikan kesejahteraan hidup petani.

Kegiatan ini menawarkan berbagai metode penyuluhan yang disesuaikan dengan tujuan penyuluhan sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Dengan memilih pendekatan yang tepat, para penyuluh pertanian diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani dengan hasil yang baik.

Untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan nilai ekspor produk pertanian, Kementerian Pertanian terus berkomitmen untuk meluncurkan program inovatif.

Terobosan yang telah dilakukan memiliki efek positif, tetapi upaya untuk memaksimalkan dukungan dari berbagai bidang harus ditingkatkan.

Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian yang diadakan di Majalengka ini merupakan salah satu tindakan konkret yang diambil oleh pemerintah untuk mendukung kesejahteraan petani dan menjawab tantangan ketahanan pangan.(***)

Editor : Yosep Awaludin
#kementan #polbangtan #petani