RADAR BOGOR - Untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh muda, Kementerian Pertanian terus meluncurkan berbagai program untuk membantu sektor pertanian.
Di Metland Hotel di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/5/2024) diadakan Sosialisasi Mengembangkan Kelembagaan Petani dan Bimbingan Teknis (Bimtek).
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengajak generasi muda untuk membangun sektor pertanian, karena membangun sektor ini membutuhkan sumber daya manusia pertanian yang berkualitas, dapat diandalkan, berkemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis.
Dia menyatakan bahwa regenerasi petani adalah hal utama yang harus dipercepat dan menjadi fokus utama selain peningkatan produksi dan produktivitas.
Amran menambahkan bahwa tidak hanya jumlah, tetapi setiap petani harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman, karena pertanian telah menjadi masalah global.
Menurut Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), petani milenial harus memiliki sifat-sifat berikut: mampu bekerja keras, tekun, tidak mudah menyerah, dan maju terus pantang mundur dalam pembangunan pertanian Indonesia.
Tujuan dari acara yang dihadiri kurang lebih 100 orang ini adalah untuk meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian dan petani serta membangun kerja sama yang efektif.
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor mengatur acara ini dengan dukungan dari Komisi IV DPR RI.
Untuk mendukung acara tersebut, Akhmad Subkhan, Kepala Bagian Umum Polbangtan Bogor, dan Muhammad Daeng, Anggota Komisi IV DPR RI, hadir. Banyak narasumber lainnya juga hadir untuk menyampaikan materi tentang kelembagaan petani.
Muhammad Daeng menekankan dalam sambutannya betapa pentingnya petani dan penyuluh terlatih untuk membangun ketahanan pangan nasional.
"Untuk menghalau krisis pangan, kita harus membangun peradaban pertanian di Indonesia. Krisis pangan yang mengancam saat ini lebih berbahaya dibandingkan krisis ekonomi," tuturnya.
Temuan dan hasil dari Bimtek ini termasuk kekurangan penyuluh pertanian di Kabupaten Bekasi. Oleh karena itu, diharapkan ada pengangkatan penyuluh baru agar mereka dapat membantu petani dengan lebih baik.
Untuk meningkatkan efektivitas program pemerintah, pendaftaran kelompok tani di Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN) sangat penting. Pendaftaran memerlukan SK Pengukuhan Kelompok Tani dari Kepala Desa.
Selain itu, acara seperti Bimtek ini dianggap tepat untuk menyatukan para petani dan menyampaikan keinginan mereka kepada perwakilan DPR RI, terutama Komisi IV yang bertanggung jawab atas sektor pertanian.
Selain itu, perhatian khusus harus diberikan pada banyaknya lahan tidur yang belum dimanfaatkan dengan benar. Potensi besar ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Peningkatan kualitas dan kompetensi petani harus diikuti dengan peningkatan kelembagaan petani. Petani harus dilatih untuk memahami semua aspek pertanian, mulai dari karakteristik tanah hingga metode pencegahan penyakit dan hama.
Penyuluh pertanian bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi, mendorong inovasi, dan membangun hubungan antar lembaga. Mereka harus komunikatif, tersertifikasi, dan selalu siap membantu petani.
Diharapkan bahwa program bimbingan dan sosialisasi ini akan membantu petani berkembang dan sejahtera.
Masa depan pertanian Indonesia dapat lebih cerah dan tangguh dengan dukungan dari pemerintah dan sinergi yang baik antara penyuluh dan petani. (***)
Editor : Yosep Awaludin