Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Susu Bubuk atau Susu Segar: Mana yang Baik untuk Anak 1 Tahun ke atas?

Yosep Awaludin • Sabtu, 15 Juni 2024 | 09:38 WIB
Ilustrasi susu
Ilustrasi susu

RADAR BOGOR - Beberapa jenis susu yang tersedia untuk anak berusia satu tahun ke atas termasuk susu segar dan susu bubuk.

Orang tua mungkin kesulitan memilih jenis susu yang tepat untuk anak mereka karena banyaknya jenis susu yang tersedia.

Namun, penting bagi Anda untuk memastikan bahwa Anda memilih susu yang tepat untuk anak Anda agar pertumbuhannya optimal. Anak berusia lebih dari satu tahun sering minum susu cair atau bubuk.

Ini disebabkan oleh fakta bahwa asupan nutrisi yang diperlukan anak semakin meningkat seiring bertambahnya usianya.

Tidak mengherankan bahwa ada banyak produk susu yang tersedia untuk dibeli. Namun, beberapa susu tidak memberikan manfaat yang optimal bagi Anda, lho.

Ayah dan Bunda dapat memilih jenis susu terbaik untuk Si Kecil mereka dengan memahami perbedaan antara susu segar dan susu bubuk.

Keuntungan Susu Segar daripada Susu Bubuk untuk Anak 1 Tahun ke atas: Banyak orang tua memberi anak susu bubuk sebagai pendamping untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan susu segar yang telah dipasteurisasi daripada susu bubuk untuk anak-anak berusia satu tahun ke atas.

Ini adalah saran yang tepat karena susu pasteurisasi adalah sumber protein hewani yang lengkap dan gizi. Susu pasteurisasi juga memiliki banyak keuntungan, antara lain:

1. Proses pengolahan

Susu segar pasteurisasi telah dipanaskan selama beberapa detik pada suhu tertentu. Hal ini efektif dalam membunuh virus, bakteri, dan jamur serta mikroorganisme lainnya yang menyebabkan penyakit.

Nutrisi susu segar pasteurisasi tidak berubah selama proses pemanasan. Rasanya tetap segar atau benar-benar susu murni.

Konsumsi susu segar yang telah dipasteurisasi juga dapat dilakukan. Karena sudah dikemas dalam botol yang higienis dan aman, si Kecil dapat langsung meminumnya.

Untuk mengubah susu segar menjadi susu bubuk, ada banyak langkah yang diperlukan dalam prosesnya.

Susu segar akan dipanaskan dengan susu tinggi, dicampur dengan bahan lain, dan kemudian dikeringkan, mengubah bentuk asli susu cairnya.

Jika susu bubuk tidak disimpan atau disajikan dengan benar, dapat tercemar kuman. Ini karena susu bubuk harus dicampur dengan air hangat terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Kontaminasi ini dapat terjadi karena berbagai hal, termasuk air minum yang bersih, botol susu yang bersih, dan tempat susu disimpan.

2. Kandungan gizi

Nutrisi susu segar yang dipasteurisasi biasanya tidak berubah. Susu segar memiliki banyak nutrisi, seperti protein, lemak, laktosa, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, kalium, kalsium, fosfor, magnesium, dan zinc.

Selain nutrisi, ada kandungan BioActive dan sembilan asam amino: lisin, metionin, histidin, treonin, fenilalanin, triptofan, isoleusin, leusin, dan valin.

Pemrosesan susu segar menjadi susu bubuk biasanya menghilangkan airnya, dan kandungan lemak, protein, vitamin, dan mineralnya juga bisa berubah secara signifikan.

Ini karena proses produksi, terutama pemanasan dan pengeringan, di mana susu segar diproses menjadi susu bubuk.

 

3. Persentase gula

Menurut rekomendasi WHO, susu segar yang telah dipasteurisasi adalah pilihan terbaik untuk Si Kecil.

Karena susu ini sudah mengandung laktosa, gula alami ini memberikan energi tambahan tanpa gula tambahan. Berbeda dengan susu bubuk, susu bubuk biasanya mengandung sukrosa untuk menambah rasa.

Namun, konsumsi berlebihan sukrosa pada anak usia dini dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka ketika mereka dewasa, seperti meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan kerusakan gigi.

4. Tingkat nutrisi yang jelas

Susu pasteurisasi memiliki komposisi gizi yang konsisten dan alami karena jumlah nutrisi yang diperoleh per takaran saji sudah diketahui. Label pada kemasan menunjukkan hal ini.

Pada label susu bubuk tertulis jumlah gizi, tetapi jika susu disajikan dengan cara yang salah, seperti menambahkan air yang baru mendidih atau menggunakan terlalu banyak air saat menyeduh susu, komposisi dan jumlah gizi dapat berubah.

Manfaat susu segar untuk kesehatan anak

Bagi anak berusia satu tahun ke atas, meminum susu segar, terutama susu yang telah dipasteurisasi (plain atau full cream), sangat bermanfaat. Beberapa manfaatnya adalah sebagai berikut:

- Mengandung banyak nutrisi penting seperti protein, lemak, laktosa, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, kalium, kalsium, fosfor, magnesium, dan zinc

- Meningkatkan kesehatan anak karena kandungan BioActive seperti immunoglobulin, lactoferrin, lactalbumin, lactoperoxidase, dan lactoglobulin, yang mampu meningkatkan antibodi, memelihara kesehatan pencernaan, dan mendukung pembentukan berbagai jaringan tubuh

- Membantu berbagai fungsi tubuh, termasuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi karena mengandung sembilan asam amino penting: leusin, isoleusin, valin, lisin, metionin, histidin, treonin, fenilalanin, triptofan, dan metionin.

- Susu segar mengandung gizi yang cukup lengkap untuk mencegah anak mengalami gizi buruk atau stunting.

- Meningkatkan imunitas tubuh karena mengandung protein dan BioActive (immunoglobulin) yang diperlukan untuk membuat antibodi yang melawan infeksi dan penyakit.

- Kandungan kalsiumnya yang tinggi membantu pertumbuhan tulang dan gigi anak, dan vitamin A menjaga kesehatan mata. Ini juga meningkatkan suasana hati.

Dengan demikian, susu segar pasteurisasi adalah makanan tambahan yang ideal untuk anak berusia satu tahun ke atas.

Susu segar pasteurisasi memiliki banyak keuntungan, termasuk membantu tumbuh kembang dan kesehatan bayi.

Oleh karena itu, ketika Si Kecil berusia 1 hingga 2 tahun, Ayah dan Bunda disarankan untuk memberinya susu segar pasteurisasi sebanyak 2 hingga 3 cangkir per hari.

Bunda dan Ayah dapat berkonsultasi dengan dokter jika mereka masih ragu untuk memberi Si Kecil susu segar pasteurisasi.

Dokter akan memberikan petunjuk tentang cara memberi Si Kecil susu, termasuk takaran yang disarankan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan gizinya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#kesehatan #susu #anak