Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Indonesia Salurkan Seribu Hewan Kurban yang Diolah Jadi Rendang untuk Warga Gaza

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 18 Juni 2024 | 05:46 WIB
Penjual Hewan Kurban.
Penjual Hewan Kurban.

RADAR BOGOR – Manfaat daging kurban dari para pekurban (mudhohi) Indonesia tidak hanya dirasakan masyarakat di dalam negeri.

Tetapi juga sampai ke rakyat di Gaza dan Tepi Barat (West Bank), Palestina.

Tahun ini sebanyak seribu hewan kurban domba atau kambing (doka) dikirim ke sana, lewat sejumlah mitra yang memiliki akses.

Pengiriman hewan kurban untuk masyarakat Gaza dan Tepi Barat itu disampaikan Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, M. Imdadun Rahmat.

Dia menjelaskan pengiriman tersebut akan melibatkan mitra mereka yang memiliki akses untuk masuk ke Gaza dan Tepi Barat.

’’Karena kita memperhitungkan situasi dan kondisi di sana. Kira-kira seribu ekor doka yang kita kirim,’’ kata Imdadun di sela pembagian daging kurban Baznas di kampung pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi, Senin (17/6).

Total ada 180 lebih bingkisan dibagikan kepada pengais sampah yang seluruhnya tinggal di hunian semi permanen dan kumuh.

Lebih lanjut Imdadun mengatakan di antara mitra mereka dalam pendistribusian hewan kurban ke Gaza dan Tepi Barat adalah Women Crisis Center, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), Baituz Zakat, dan lainnya.

’’Mereka punya akses untuk mendistribusikan langsung ke Gaza dan Tepi Barat. Mohon dari seluruh masyarakat Indonesia,’’ katanya.

Secara keseluruhan Imdadun mengatakan, hewan kurban yang masuk atau dititipkan ke Baznas pusat mencapai 9.000 ekor doka.

Baznas menghitung hewan kurban dengan satuan doka.

Sehingga jika ada kurban dalam bentuk sapi, maka dihitung tujuh doka.

’’Dibandingkan tahun lalu, naik sekitar 30 persen,’’ katanya.

Pendistribusian hewan kurban itu disebar ke seluruh Indonesia.

Melalui Baznas daerah maupun mitra lain seperti lembaga pendidikan dan lainnya.

Khusus untuk daerah terpencil atau susah aksesnya, daging kurban disalurkan dalam bentuk olahan kaleng.

Imdadun mengatakan daging kurban yang diolah kemudian dikalengkan, hanya untuk daging sapi saja.

Diantaranya diolah menjadi rendang siap santap.

Upaya ini sekaligus untuk menurunkan persoalan gizi di tengah masyarakat.

Kemudian juga untuk stok jika ada kondisi darurat.

MUI menyatakan penyembelihan hewan kurban wajib pada Idul Adha dan tiga hari tasyrikh (11-13 Dzulhijjah).

Tetapi untuk pendistribusiannya bisa diatur sedemikian rupa, sesuai dengan kebutuhan.

Pada bagian lain, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) buka suara soal isu pengiriman sipil dan organisasi masyarakat pada misi perdamaian di Gaza, Palestina.

Juru Bicara II Kemenlu RI Rolliansyah Soemirat mengatakan, hal itu masih harus menunggu adanya mandate dari PBB.

Mengingat, misi perdamaian PBB hanya akan diterjunkan setelah ada mandat PBB, melalui Resolusi DK PBB.

Menurut pria yang akrab disapa Roy ini, prioritas saat ini adalah terciptanya perdamaian melalui gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas Palestina.

Hal ini sesuai dengan Resolusi 2735 DK PBB yang baru disahkan beberapa waktu lalu.

Adapun nantinya, lanjut dia, jika memang ada pengiriman untuk misi perdamaian PBB maka akan di-update dengan kondisi di lapangan.

Baik itu terkait jumlah, komposisi, hingga jenis keahliannya. (mia/lyn/syn/wan)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#indonesia #kurban #rendang