RADAR BOGOR — Flu tulang adalah istilah non-medis yang mengacu pada penyakit yang menyebabkan nyeri parah pada sendi yang seringkali disertai demam.
Sebenarnya, penyakit chikungunya dan osteomielitis adalah penyebab utama munculnya flu tulang.
Chikungunya disebabkan oleh virus jenis Chikungunya yang ditemukan pada hewan Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Virus ini menyebar ke manusia melalui nyamuk yang terinfeksi, yang menyebabkan demam tinggi dan nyeri sendi yang parah.
Sedangkan, osteomielitis adalah penyakit tulang yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Baik orang dewasa maupun anak-anak dapat mengalaminya.
Tulang berukuran panjang seperti tulang kaki dan lengan, tulang belakang, dan tulang panggul biasanya terinfeksi oleh bakteri staphylococcus aureus, bakteri penyebab osteomielitis.
Mengetahui Gejala Chikungunya
Chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Penyakit ini biasanya terjadi di daerah tropis dan subtropis, terutama selama musim hujan ketika jumlah nyamuk meningkat.
Meskipun gejala chikungunya mirip dengan demam, mereka bisa lebih parah. Gejalanya termasuk:
- Demam tinggi
- Nyeri sendi (artritis) yang parah
- Ruam kulit
- Sakit otot
- Sakit kepala
- Nyeri di belakang mata
Beberapa orang juga mengalami kelelahan yang berkepanjangan, selain gejala di atas. Setelah terinfeksi, gejala biasanya muncul dalam waktu tiga hingga tujuh hari dan dapat bertahan selama beberapa minggu.
Chikungunya dapat menyebabkan gangguan kualitas hidup yang signifikan karena nyeri sendi yang berkepanjangan, meskipun jarang menyebabkan kematian.
Mengetahui Gejala Osteomielitis
Infeksi tulang yang serius yang disebabkan oleh bakteri atau jamur disebut osteomyelitis. Infeksi ini dapat berasal dari aliran darah dari bagian tubuh lain atau langsung dari luka atau cedera terbuka.
Biasanya, osteomielitis terjadi pada tulang panjang tubuh, seperti tulang paha atau tulang atas lengan, tetapi juga dapat terjadi pada tulang belakang, juga dikenal sebagai vertebra.
Gejala osteomielitis dapat berbeda-beda tergantung pada banyak faktor, seperti lokasi infeksi dan tingkat keparahan infeksi, tetapi yang paling umum adalah:
- Nyeri yang sangat parah di area terinfeksi
- Pembengkakan
- Kemerahan
- Panas pada kulit di sekitar area terinfeksi
- Demam menggigil
- Kelelahan
- Munculnya abses di area terinfeksi
Penanganan yang bisa dilakukan
Penanganan osteomielitis dan chikungunya berbeda, meskipun gejalanya mirip. Berikut adalah beberapa tindakan yang dapat Anda ambil:
1. Pengobatan untuk chikungunya
Dokter dapat memberikan obat seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi demam dan nyeri, serta terapi simtomatik untuk meredakan gejala seperti demam, nyeri sendi, dan sakit kepala.
Untuk mengatasi chikungunya, penting untuk mendapatkan istirahat yang cukup dan menjaga tubuh terhidrasi.
Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Termasuk Bogor yang Meninggal Jadi 234 Orang, Ini Dia Penyebabnya!
Menggunakan kelambu saat tidur, mengenakan pakaian yang menutupi tubuh, dan menggunakan obat anti-nyamuk adalah beberapa cara untuk mencegah gigitan nyamuk.
2. Pengobatan untuk osteomielitis
Tergantung pada tingkat keparahan infeksi, antibiotik dapat diberikan secara oral atau intravena.
Dokter dapat memberikan antibiotik untuk waktu yang lama, bahkan berbulan-bulan, untuk memastikan infeksi telah benar-benar hilang.
Dalam beberapa situasi, terapi antibiotik saja tidak cukup, dan Anda mungkin memerlukan pembedahan.
Dokter dapat melakukan pembedahan untuk membersihkan jaringan yang terinfeksi, mengangkat bagian tulang yang rusak, atau mengalirkan darah ke area yang terinfeksi.
Dalam pengobatan osteomielitis, pengobatan nyeri juga penting. Dokter dapat memberikan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau obat penghilang rasa sakit untuk mengurangi nyeri dan peradangan. (***)
Editor : Yosep Awaludin