RADAR BOGOR - Warga Bogor hari ini berencana keluar kota? kewaspadaan harus ditingkatkan saat menghadapi cuaca ekstrim.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, ada 17 wilayah akan mengalami cuaca ekstrim dengan hujan angin dan petir.
Menurut Andri Ramdhani, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, sirkulasi silkonik yang membentuk daerah konvergensi atau pertemuan angin menyebabkan cuaca ekstrim.
Area pertemuan angin ini terletak di antara Kepulauan Riau dan pesisir timur Sumatera Utara. "Daerah lain juga ada," paparnya.
Daerah pertemuan angin terletak di antara pesisir timur Jawa Timur dan pesisir utara Jawa Tengah.
Selanjutnya, terjadi di Sumatera Selatan hingga Laut Jawa.
Kemudian ada beberapa tempat di mana angin berkumpul, seperti Laut Banda, Laut Seram, Laut Flores, Laut Arafuru, dan Samudera Hindia.
Kondisi tersebut di area pertemuan angin dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Ia memprediksi kecepatan angin mencapai lebih dari 25 knot.
Kecepatan angin ini dapat menghasilkan gelombang lautan yang besar.
Kemudian terjadi fenomena intrusi udara kering di belahan bumi Selatan, yang dapat mengeluarkan uap air basah, menyebabkan cuaca menjadi hangat dan lembab.
Itu terjadi di pesisir Selatan Jawa.
Dengan begitu sesuai prediksi BMKG terdapat setidaknya 17 wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem hujan angin disertai petir.
Cuaca ekstrem diprediksi terjadi 26 Juni hingga 27 Juni.
Yakni, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kakimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
"Masyarakat diharapkan waspada," paparnya. (idr)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim