Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perpusnas Adakan Pemilihan Pustakawan Berprestasi, Ini Pemenangnya

Muhammad Ruri Ariatullah • Senin, 1 Juli 2024 | 11:55 WIB
Parra pemenang Pustakawan Berprestasi 2024. (IST)
Parra pemenang Pustakawan Berprestasi 2024. (IST)

RADAR BOGOR-Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kembali menggelar Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2024. Sebanyak 15 pustakawan dari berbagai daerah dan instansi terpilih sebagai finalis pada ajang tersebut.

Pustakawan Perpustakaan Nasional, Edi Wiyono terpilih sebagai yang terbaik pertama dalam ajang Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Nasional 2024. Untuk terbaik kedua diraih pustakawan asal Dinas Perpustakaan Kota Parepare, Hery. Dan terbaik ketiga disandang pustakawan Rahmawati dari MAN 4 Aceh Besar.

Selama proses penjurian hingga penetapan hasil, Perpusnas menggandeng praktisi dan akademisi di bidang perpustakaan sebagai Tim Juri, antara lain Labibah Zain dari UIN Sunan Kalijaga, Titiek Kismiyati dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pustakawan, Ida Fajar Priyanto dari Universitas Gadjah Mada, Tulus Wulan Juni dari Dinas Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar, dan Hanna Chaterina George mewakili Asosiasi Pekerja Profesional Informasi Sekolah Indonesia.

Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, mengatakan ajang ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada pustakawan atas dedikasi tinggi, disiplin, dan sadar akan tanggung jawab sebagai pelayan jasa informasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Info Penting Nih Buat Karyawan Muda di Bogor, Berikut 4 Tips Menabung Dana Pensiun

Pustakawan memiliki peran penting dalam menangani berbagai permasalahan sehari-hari seperti kemiskinan, lingkungan hidup, pendidikan, keamanan dan kesehatan.

"Para pustakawan yang terpilih, diharapkan memiliki semangat untuk berkontribusi menangani isu-isu tersebut melalui peran mereka sebagai pelayan informasi masyarakat," ujarnya dalam pembukaan Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2024, akhir pekan lalu.

Joko menggarisbawahi dalam memberikan pelayanan perpustakaan, penting bagi pustakawan untuk selalu berinovasi dan memiliki kreativitas. Oleh karena itu, Perpusnas berharap para finalis bisa memberikan dampak positif lewat program yang kreatif dan inovatif.

"Orientasi dalam proses pemilihan ini adalah dampak nyata yang dihasilkan dari inovasi dan kreativitas para finalis pustakawan yang ikut mendorong pertumbuhan data baca dan literasi masyarakat. Syukur-syukur bisa direplikasi oleh perpustakaan, baik di tingkat pusat maupun daerah," tambahnya.

Adapun ke-15 finalis Pustakawan Berprestasi tahun ini sudah melalui proses penjaringan dan seleksi ketat secara virtual dan terpusat selama satu bulan (20 April - 20 Mei 2024).

"Dari 531 pendaftar, terpilihlah 15 finalis yang akan berkompetisi melalui proses selanjutnya, yakni penilaian wawancara dan presentasi terkait inovasi di bidang perpustakaan yang telah dilakukan serta dampaknya di masyarakat," ungkap Plt Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan, Nurcahyono.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar menyebut prestasi yang dicapai tidak mudah. Pustakawan adalah seorang yang memiliki kompetensi, baik keterampilan, keahlian dan sikap. Tugas pustakawan amat berat, selain sebagai pengelola dan pelayanan perpustakaan.

"Pustakawan harus memastikan bahwa pemenuhan hak masyarakat terhadap informasi dan ilmu pengetahuan untuk kecakapan hidupnya serta perwujudan atas tujuan pembangunan inklusif yang berpusat pada peningkatan kualitas sumber daya manusia," ucap Adin.

Kemajuan digitalisasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dewasa ini berdampak pada degradasi fungsi perpustakaan, termasuk pada perubahan perilaku masyarakat. Mau tidak mau perpustakaan juga dituntut berbenah diri memperbaiki kualitas pelayanan.

Perpustakaan perlu melakukan transformasi berupa kreativitas dan inovasi agar lebih dinamis, tambah Adin.

Plt Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Nurcahyono mengatakan dari data 21 ribu pustakawan dan tenaga pustakawan, baru sekitar tiga ribu yang sudah tersertifikasi.

"Ini akan terus kita tingkatkan karena untuk mengelola perpustakaan yang profesional ada orang profesional dibelakangnya, yakni pustakawan yang dibekali kompetensi yang profesional," pungkas Nurcahyono. (*)

Editor : Muhammad Ruri Ariatullah
#perpustakaan