Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

BPJS Kesehatan Ngaku Beruntung Belum Masuk PDNS, Luncurkan Inovasi Face Recognition, Begini Cara Kerjanya

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 9 Juli 2024 | 06:27 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti

RADAR BOGOR - Isu terkait keamanan data memang sedang hangat pasca PDNS diserang ramsomeware.

BPJS Kesehatan menjadi salah satu lembaga yang memiliki data kependudukan yang cukup besar.

Dengan sekitar 271 juta peserta, mereka cukup percaya diri menjaga data peserta BPJS Kesehatan. 

“Beruntung kami belum masuk di PDN. Kalau masuk (datanya) tinggal dua persen,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti saat peluncuran layanan digital BPJS Kesehatan, Senin (8/67).

Ali Ghufron Mukti memamerkan jika pengelolaan data yang jumbo ini menjadi contoh berbagai negara.

Ali Ghufron Mukti menyebut ada 1,6 juta data transaksi setiap harinya. 

Selain itu, dia juga menyebut jika data center milik BPJS Kesehatan memiliki berlapis-lapis keamanan.

Misalnya saja kerjasama dengan BSSN, menerapkan ISO khusus keamanan siber, hingga sering ganti password.

“Supaya datanya tidak sampai bocor, kami jaga,” tegas Ali Ghufron Mukti. 

Selain itu, ada upaya melindungi data kepesertaan hanya untuk peserta dengan inovasi face recognition BPJS Kesehatan (FRISTA).

Tujuannya adalah untuk meng autentikasi peserta BPJS Kesehatan menggunakan fitur wajah.

Melalui teknologi tersebut menjamin cuma peserta yang bisa akses layanan JKN ini.

Ali Ghufron Mukti berharap agar setelah ini tidak ada penipuan dan penyalahgunaan identitas peserta BPJS Kesehatan. 

Dalam program ini, BPJS Kesehatan bekerjasama dengan Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri.

Dukcapil telah memiliki data kependudukan yang lengkap.

Sehingga BPJS Kesehatan bisa menggunakan data itu untuk verifikasi.

“Soal data security, BPJS Kesehatan sangat fokus,” ujarnya. 

Face recognition dapat diaplikasikan seluruh anjungan BPJS Kesehatan.

Cukup foto di depan anjungan, maka akan muncul data.

Setelah itu peserta bisa memanfaatkan layanan milik BPJS Kesehatan.

Selain akurasi, dengan face recognition ini maka waktu yang dibutuhkan peserta untuk mengakses layanan bisa lebih singkat. 

Ketua Komisi Kebijakan Umum DJSN, Asih Eka mengungkapkan, BPJS Kesehatan yang berinovasi ini harus diapresiasi.

"Semua serba digital dan harus mengikuti perkembangan zaman. Face recognition juga merupakan wujud kendali mutu dan kendali biaya," tuturnya. 

Pada acara yang sama, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyebut jika inovasi BPJS Kesehatan ini dapat mengurangi potensi fraud.

Sejauh ini BPJS Kesehatan mengakses data NIK kependudukan terbanyak di Dukcapil yakni sebanyak 14,9 miliar kali.

Dengan jumlah data yang banyak, Teguh juga menjamin keamanan siber.

"Data Dukcapil belum bergabung dengan PDNS," ucapnya.

Di menyadari pembangunan data center tidak mudah.

Dukcapil sendiri sudah memiliki beberapa pusat data. (Lyn)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#PDNS #Face Recognition #bpjs kesehatan #ali ghufron mukti