RADAR BOGOR, Predikat Kota Hujan memang layak disandangkan pada Kota Bogor. Dalam beberapa hari terakhir wilayah yang memiliki 6 kecamatan ini kerap diguyur hujan cukup deras.
Padahal, sebagian Wilayah di Jawa Barat mulai memasuki musim kemarau.
Forecaster Stasiun Iklim (Staklim) Jawa Barat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Retno Kartika menjelaskan, hal itu terjadi karena karakteristik tipe musim di Kota Bogor merupakan tipe ZOM 1 Musim yang ditandai dengan curah hujan yang cenderung tinggi.
Retno menerangkan, curah hujan terjadi dalam 3 hari terakhir di Kota Bogor disebabkan suhu muka laut di sebagian perairan Indonesia relatif hangat.
Sehingga mendukung penambahan suplai uap air ke wilayah-wilayah di Jawa Barat.
"Kelembapan udara di wilayah Jawa Barat pada lapisan 850 mb berkisar antara 70-97 persen, di lapisan 700-500 mb bernilai 10-97 persen MJO terpantau pada fase 3 (Indian Ocean) berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, Gelombang Rossby Equatorial aktif di sekitar Pulau Jawa.
Labilitas atmosfer secara umum berada pada kategori sedang hingga kuat. Labilitas udara ini memperkuat terjadi pertumbuhan awan awan konvektif signifikan penyebab hujan," jelasnya kepada Radar Bogor, Selasa (9/7/2024).
Retno mengatakan, variasi kondisi curah hujan di Kota Bogor pada bulan Juli dan Agustus 2024 diprediksi ada pada kategori menengah (100-200 mm/bulan) dengan sifat hujan yang lebih banyak dibandingkan rata-ratanya.
Ia memprakirakan intensitas hujan yang akan terjadi di Bogor dalam waktu 7 hari ke depan yaitu tgl 11-16 Juli 2024 akan berkurang dibandingkan dengan 2-3 hari sebelumnya.
Meski demikian, dirinya mengimbau masyarakat dan instansi terkait tetap waspada terhadap terjadinya potensi bencana hidrometeorologis dampak cuaca ekstrem.
Seperti hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal, angin puting beliung, dan hujan es yang dapat mengakibatkan dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta dampak kerusakan lainnya.
Baca Juga: Bikin Kumuh, DLH Kabupaten Bogor Bakal Tutup TPS di Ruas Jalan Raya Puncak
Kemudian masyarakay diminta waspada terhadap terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai dengan kilat atau petir dan juga angin kencang pada sore hari.
Terutama pada hari dimana terjadi pemanasan kuat antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, umumnya ditandai dengan jenis awan yang berwarna gelap, dan menjulang tinggi seperti kembang kol dan terkadang memiliki landasan pada puncaknya (awan jenis Cumulonimbus).
"Tetap waspada juga terhadap potensi sambaran Petir dengan berlindung di tempat tertutup. Hindari pohon dan tiang listrik atau sesuatu yang tinggi. Lalu matikan alat komunikasi sementara waktu dan menjaga jarak aman jika sedang berteduh di luar ruangan," imbuhnya.
Sementara itu bagi warga yang tinggal di daerah bertopografi curam dan rawan longsor diminta untuk tetap waspada ketika kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut.
Sebab hal itu disebutnya dapat meningkatkan kelabilan tanah dan memicu terjadinya tanah longsor.(fat)
Editor : Alpin.