Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

PKHI Universitas Muhammadiyah Bogor Raya Ikuti Pelatihan Diplomasi Untuk Perdamaian dan Kemanusiaan PP Muhammadiyah, Inilah Isi Materinya!

Lucky Lukman Nul Hakim • Sabtu, 13 Juli 2024 | 09:13 WIB
Para peserta pelatihan diplomasi di Universitas Muhammadiyah Jakarta berfoto bersama.
Para peserta pelatihan diplomasi di Universitas Muhammadiyah Jakarta berfoto bersama.

RADARUPDATE.ID - Pelatihan Diplomasi dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta, 8 hingga 9 Juli 2024.

Peserta berjumlah 69 orang terdiri dari dosen, mahasiswa PTM dan PTN, Ortom Muhammadiyah IMM, IPM, Tapak Suci, Pemuda Muhammdiyah, Nasyiatul Aisyiah, Aisyiah, Hizbul Wathan, Majelis dan Lembaga PP Muhammadiyah, Perwakilan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Arab Saudi, Pakistan, dan Thailand, institusi pemeritah dan swasta.

Universitas Muhammadiyah Bogor Raya ikut andil dalam kegiatan yang luar biasa ini.

Delegasinya yaitu Direktur Pusat Kerjasama dan Hubungan Internasional (PKHI) Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Muh. Takdir.

Ia mengaku, bangga bisa mengikuti kegiatan dan berharap Universitas Muhammadiyah Bogor Raya bisa ikut andil menciptakan kedamaian sesuai dengan diplomasi persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua panitia, Bunyan Saptomo mengatakan, pelatihan diplomasi ini merupakan pelatihan paket komplit karena terdapat materi ideologi Muhammadiyah, bab-bab diplomasi dan keterampilan kediplomasian.

Tujuannya, kata dia, melahirkan para kader berideolog Muhammadiyah yang memahami masalah-masalah diplomasi plus mempunyai kapasitas keterampilan jadi diplomat.

Sementara itu, Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Jakarta, Mutmainnah menyampaikan bahwa pelatihan diplomasi ini penting sebagai wawasan untuk menyelesaikan konflik dan bekerjasama dengan semangat nilai Islam rahmatan lil alamin.

“Harapannya peserta dapat memanfaatkan semaksimal mungkin dalam aktivitas pelatihan ini, supaya terserap materi-materi dengan baik,” harapnya.

Di sisi lain, Imam Addaruqutni selaku Ketua LHKI PP Muhammadiyah menyampaikan, forum ini dalam rangka menguatkan pemahaman Islam Berkemajuan ala Muhammadiyah ke seluruh dunia, dan melakukan diplomasi muhammadiyah secara global untuk dialog peradaban.

Peserta mendapatkan materi diplomasi antara lain tentang Risalah Islam Berkemajuan dan Diplomasi Persyarikatan yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Choirin selaku pengurus MUI Pusat dan Dosen Fakultas Agama Islam UMJ.

Ia menegaskan, lima pondasi Islam berkemajuan sebagai jargon yang diusung oleh Muhammadiyah yakni Penguatan nilai ketauhidan, Kembali pada Al-Qur’an dan Hadits (Sunnah Rasulullah SAW).

Selain itu, kata dia, bergerak untuk melakukan pembaharuan (Tajdid), berpandangan moderat (Wasathiyah) hingga Gemar beramal.

"Indonesia bisa menjadi rujukan Islam masa depan untuk kedamaian dunia karena didukung oleh komitmen dan konsistensi peran Civil Society," tegasnya.

Kemudian, ada materi yang disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti tentang Ideologi Muhammadiyah sebagai Fondasi Diplomasi.

"Tugas Diplomat sesungguhnya adalah menghadirkan kedamaian (peace) di antara pihak yang didamaikan meskipun posisinya setuju (agreement) atau tidak setuju (disagreement)," jelasnya.

Menurut dia, penguatan Ideologi Muhammadiyah melalui diplomasi adalah untuk menebar kerahmatan dan itu dapat dilakukan salah satunya melalui memperbanyak tulisan.

Ia menjelaskan, pertikaian Israel dan Palestina saat ini bisa diredam melalui solusi Two State Solution (solusi dua negara).

Menurut dia, wacana itu sudah disuarakan Indonesia serta dapat dukungan dari negara sahabat dan pro dengan kemerdekaan maupun kedamaian palestina.

Ada pula Hubungan Internasional, Politik Luar Negeri, dan Diplomasi disampaikan oleh, Dra. Yuli Mumpuni Widarso yang merupakan mantan Duta Besar RI untuk Filipina, Aljazair, Spanyol dan Pengurus LHKI PP Muhammadiyah.

Lebih lanjut ia mengatakan, Muhammadiyah sebagai Non State Actor dalam diplomasi internasional mempunyai peran strategis dalam mempengaruhi pengambilan keputsan.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin menyampaikan materi Diplomasi Lintas Agama dan Budaya.

“Selama ini Muhamammadiyah telah berkontribusi besar dalam agenda diplomasi dunia, bahkan mendapatkan kepercayaan sebagai organisasi Islam yang berkontribusi dalam misi kemanusiaan dunia, seperti konflik Rohingya di Myanmar,” ujarnya.

Terakhir, materi tentang Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah dalam Konteks Globalisasi dan Internasionalisasi Oleh Joni Gunanto yang menjabat Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Kader dan Sumber Daya Insani/MPKSDI PP Muhammadiyah.

Ia menegaskan, misi kemanusiaan serta perdamaian termasuk keterlibatan dalam dinamika politik telah diatur dalam Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi, baik di ranah internal maupun eksternal Muhammadiyah.

Tak hanya teori tetapi peserta diberikan materi praktikum yakni membuat korespondensi diplomatik, penyusunan pernyataan bersama, siaran pers, dan pembuatan proposal kerjasama internasional. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #muhammadiyah #universitas