RADAR BOGOR - Akhir-akhir ini, anda merasakan udara lebih dingin? Ya, ternyata itu karena fenomena aphelion.
Namun, Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa fenomena aphelion tidak mempengaruhi atmosfer dan cuaca di Indonesia.
Yang membuat suhu udara terasa lebih dingin merupakan monsoon dingin Australia yang bertiup ke wilayah Indonesia.
"Kondisi ini tak berpengaruh banyak terhadap atmosfer atau cuaca pada permukaan bumi," jelasnya.
Sebetulnya, suhu udara dingin adalah fenomena alami yang umum terjadi selama bulan-bulan puncak musim kemarau, yang berlangsung dari Juli hingga September.
Saat ini, musim kemarau melanda Pulau Jawa hingga NTT.
"Ini kemudian membuat udara lebih dingin, terutama di malam hari," kata dia.
Ini adalah kejadian tahunan.
Hal ini juga yang mungkin pada akhirnya menyebabkan embun es di dataran tinggi, Dieng, dan daerah pegunungan lainnya.
"Sebagian orang menganggap embun es ini sebagai salju," tuturnya.
Pendapat serupa disampaikan Profesor Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin.
Mantan Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) itu Aphelion adalah fenomena yang rutin.
Mengikuti rotasi bumi mengelilingi matahari.
Baca Juga: Baliho Calon Bupati Bogor Bertebaran Sebelum Kampanye, Bawaslu Kabupaten Bogor Sebut Bukan Pelanggaran
’’Apholeon atau jarak matahari terjauh dari bumi terjadi setiap Juli,’’ katanya.
Sebaliknya fenomena perihelion atau jarak matahari terdekat dengan bumi terjadi setiap Januari.
Dia menegaskan posisi matahari yang terjauh dari bumi tersebut, tidak berdampak pada suhu di bumi.
Baca Juga: Hari Pertama Operasi Patuh Lodaya Polres Bogor, Puluhan Motor Terjaring Razia di Jalan Raya Alternatif Sentul
Dia menegaskan tidak ada dampak signifikan terhadap suhu bumi, ketika matahari berada di posisi terjauhnya dengan bumi.
Dia mengatakan info yang beredar tentang genomena aphelion yang memicu penurunan suhu adalah hoax lama.
Selalu muncul pada bulan Juli, bertepatan dengan terjadinya fenomena tersebut.
Baca Juga: Diparkir di Vila, Motor CRF Senilai Rp 20 Juta Milik Warga Cisarua Bogor Raib Digondol Maling
’’Cuaca dingin tidak disebabkan oleh posisi matahari terhadap posisi terjauh (dari bumi),’’ kata pria yang sering menyampaikan paparan posisi hilal berdasarkan hisab itu.
Dia mengatakan bahwa rendahnya suhu di bumi disebabkan adanya angin dingin musim kemarau.
Angin dingin itu berhembus dari arah Australia, yang di sana sedang musim dingin. (idr/wan)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim