RADAR BOGOR - Anak-anak dan remaja berdiri di pinggir jalan sambil berteriak "Om Telolet Om" kepada sopir bus yang lewat, dan menjadi viral di media sosial akhir-akhir ini.
Mereka mengantisipasi bahwa pengemudi akan menyembunyikan klakson dengan nada khusus yang disebut "telolet".
Pengemudi bus memenuhi permintaan anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Namun, di sisi lain, kebiasaan 'om telolet om' ini dapat menyebabkan malapetaka, bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Pada awalnya, fenomena ini dianggap sebagai bentuk hiburan biasa.
Setiap kali anak-anak dan remaja berhasil membuat sopir menutup klakson, mereka terlihat gembira.
Video aksi mereka menyebar dengan cepat, dan menjadi tren di banyak platform media sosial.
Namun, banyak orang khawatir tentang bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kegiatan di balik kegembiraan ini.
Pertama, risiko kecelakaan lalu lintas dapat meningkat jika anak-anak dan remaja berada di pinggir jalan yang ramai.
Permintaan untuk menyembunyikan klakson dapat mengganggu fokus pengemudi bus yang seharusnya berbicara tentang keselamatan berkendara.
Selain itu, bunyi klakson yang tiba-tiba dan berulang-ulang dapat menyebabkan kebisingan yang mengganggu pengendara lain.
Salah satu contohnya adalah kejadian yang baru-baru ini menimpa seorang anak berusia lima tahun di Banten pada hari Minggu, 17 Maret 2024, sekitar pukul 13.30 WIB.
Di jalur masuk dermaga eksekutif Pelabuhan Merak, Banten, bocah bernama Rendi tewas tertabrak bus.
Bocah tertabrak saat berlari di samping kiri bus saat meminta pengemudi membunyikan klakson "telolet". Karena itu, saatnya para orang tua memperhatikan dan mengawasi hobi anak-anaknya.
Sony Susmana, direktur Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menyatakan, bahwa perilaku anak-anak yang meminta pengemudi bus untuk menyembunyikan klakson telolet seolah-olah itu hal yang biasa, sebagai cara untuk menghibur.
Namun, ada risiko yang mengintai di balik itu.
Anak-anak tidak begitu sadar akan potensi bahaya yang ditimbulkannya, tetapi mereka juga tidak dapat mengendalikan emosi kesenangan mereka.
Oleh karena itu, jangan biarkan anak-anak menikmatinya sebagai hiburan. Karena jalan raya bukanlah tempat anak-anak bermain atau bersenang-senang.
Sony menyatakan bahwa dalam hal ini, peran orang tua sangat penting untuk mengajarkan anaknya.
Sebaliknya, perlu ditekankan bahwa pengemudi bus sering mengikuti permintaan anak-anak untuk membunyikan klakson telolet.
Pihak kepolisian dan pakar keselamatan lalu lintas telah memberikan peringatan kepada masyarakat tentang potensi risiko ini . Untuk menjaga keselamatan semua orang, mereka mengimbau agar hal-hal ini tidak dilakukan di jalan raya.
Penyusun : Siti Sarah Ahmadi/ITB vinus Bogor
Editor : Rani Puspitasari Sinaga