Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

CCEP Indonesia Memulai Program Safe Water Gardens, Mendukung Akses Sanitasi Aman bagi Masyarakat

Yosep Awaludin • Senin, 22 Juli 2024 | 11:49 WIB
Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) mengembangkan program WASH+, yang menggabungkan solusi inovatif untuk air dan sanitasi.
Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) mengembangkan program WASH+, yang menggabungkan solusi inovatif untuk air dan sanitasi.

RADAR BOGOR—Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, hanya sekitar 7 juta rumah tangga di Indonesia memiliki akses ke sanitasi yang aman. Di sisi lain, 11 juta orang masih melakukan praktik buang air besar sembarangan (BABS).

Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) mengembangkan program WASH+, yang menggabungkan solusi inovatif untuk air dan sanitasi.

Program ini menawarkan pelatihan tambahan tentang pengelolaan sampah yang efisien dan pemanfaatan lahan terbatas untuk pertanian keluarga (micro-farming).

Sesuai dengan komitmen keberlanjutan This Is Forward dari CCEP, program ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan terhadap pengelolaan air dan sampah berbasis masyarakat.

Air adalah sumber daya penting bagi masyarakat, produk, dan alam, kata Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia.

Mereka berkomitmen untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 6 mengenai akses air bersih dan sanitasi melalui WASH+.

"Dan nomor 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, melalui upaya pengembalian total volume air yang kami gunakan dalam minuman yang kami produksi pada tahun 2030. Program ini juga mendukung upaya kami mencapai 100% penggunaan air regeneratif di lokasi utama," ujarnya.

Karina menambahkan bahwa selain memberikan akses air bersih yang aman, program ini juga diharapkan menawarkan peluang ekonomi baru melalui pelatihan micro-farming dan peningkatan praktik pengelolaan sampah.

Hal ini sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

Survei menyeluruh dilakukan di beberapa daerah di Bogor, Bekasi, dan Karawang sebelum memilih Desa Kutamaneuh sebagai lokasi proyek percobaan WASH+.

Keputusan ini didasarkan pada kebutuhan mendesak akan akses sanitasi yang lebih baik dan komitmen masyarakat setempat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Banyak orang, termasuk Kepala Desa Kutamaneuh, menyambut inisiatif program WASH+ ini.

Kepala Desa Kutamaneuh, Adang Esan, menyatakan, persoalan sanitasi ini menjadi salah satu perhatian yang besar bagi pihaknya di Desa Kutamaneuh.

"Kami menyadari bahwa akses sanitasi yang aman dapat membantu kami mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan asri. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi program WASH+ ini sekaligus berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program agar berjalan lancar dan sesuai harapan," tuturnya.

WASH+ diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan meningkatkan akses ke air bersih, memperbaiki kebiasaan kebersihan dan sanitasi, menciptakan peluang mata pencaharian baru, dan meningkatkan kesehatan masyarakat, program ini akan menurunkan risiko penyakit yang ditularkan melalui air.

Didukung oleh mitra seperti Water Stewardship Indonesia dan Safe Water Gardens, tujuan program adalah selesai pada November 2024. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#program #sanitasi #CCEP Indonesia