RADAR BOGOR - Fakultas Ekologi Manusia IPB dan University of Illinois Urbana-Champaign Amerika Serikat akan menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kapasitas bagi Penyuluh Pertanian secara online, pada Kamis (4/7/2024).
Tujuan dari pelatihan ini, yang diikuti oleh 60 penyuluh pertanian dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, dan Kota Bogor, adalah untuk menyegarkan kembali pentingnya pendekatan penyuluhan yang partisipatif, mengutamakan peran penyuluhan pluralistik yang sensitif terhadap gender, dan menganggap pertanian sebagai bisnis yang berkelanjutan.
Menurut Siti Amanah, dosen di Fakultas Ekologi Manusia IPB, pelatihan ini sangat strategis untuk mendukung kinerja penyuluh pertanian dalam membina kelompok wanita tani menjadi kelompok yang mandiri, unggul, dan berdaya saing.
Selain itu, Siti Munifah, Sekretaris Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, hadir di acara tersebut. Dalam sambutannya, dia menegaskan betapa pentingnya penyuluhan pertanian.
"Kami menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan dinamis, yang memerlukan pendekatan yang lebih inventif dan inklusif. Di sinilah konsep penyuluhan pertanian yang pluralistik menjadi sangat relevan, di antaranya pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT), yang anggotanya perempuan sebagai mitra laki-laki. KWT memiliki keunggulan sifat sebagai pemelihara, pendidik, dan menjaga keberlanjutan," kata Munifah.
Siti Syamsiah M.Si dari Polbangtan Bogor (Kementan), Henny Sulityorini M.Si dari Ditjenbun (Kementan), dan Rafnel Azhari M.Si dari UNANDA memberikan materi pelatihan.
Ketiga instruktur tersebut adalah mahasiswa Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan S3 di Universitas IPB.
Iwan Suryatno, pelatih swasta yang berpengalaman dalam memberdayakan masyarakat di sekitar tambang di PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara, turut memberikan materi.
Menurut Siti Syamsiah, hasil pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penyuluh untuk menyelenggarakan penyuluhan yang partisipatif, pluralistik, dan sensitif gender, serta meningkatkan kemampuan penyuluh untuk menggunakan KWT dalam perencanaan bisnis.
Monitoring dan evaluasi pasca pelatihan akan dilakukan melalui survei bulanan. Tujuan dari survei ini adalah untuk mengetahui sejauh mana para penyuluh dapat menerapkan materi ke dalam KWT yang telah dibangun.
Jadi, melalui penyuluhan pertanian, pemberdayaan KWT dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, meningkatkan jaringan dan kerja sama, dan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan keluarga dan komunitas mereka. (***)
Editor : Yosep Awaludin