Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Diah Febrina Sukses Jalani Sidang Promosi, FEMA IPB University Punya Doktor Baru

Reka Faturachman • Rabu, 24 Juli 2024 | 20:15 WIB
Doktor baru FEMA IPB University, Diah Febrina yang berhasil menjalani sidang promosinya dengan mengangkat judul disertasi Model Komunikasi Promosi Kesehatan dengan Pendekatan Ideasi dalam Pembentukan.
Doktor baru FEMA IPB University, Diah Febrina yang berhasil menjalani sidang promosinya dengan mengangkat judul disertasi Model Komunikasi Promosi Kesehatan dengan Pendekatan Ideasi dalam Pembentukan.

RADAR BOGOR, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Program Studi Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (Prodi KMP) IPB University kembali melahirkan doktor baru pada Rabu (24/7/2024).

Sosok Doktor baru FEMA IPB University tersebut ialah Diah Febrina. Ia berhasil menjalani sidang promosinya dengan mengangkat judul disertasi Model Komunikasi Promosi Kesehatan dengan Pendekatan Ideasi dalam Pembentukan Perilaku Kesehatan.

Dalam pemaparannya, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKom) Universitas Pancasila ini menjelaskan bahwa penelitiannya berangkat dari permasalahan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) secara global dan nasional yang terus naik secara signifikan.

Dia menyebut World Health Organization (WHO) dan pemerintah telah mengidentifikasi bahwa salah satu penyebab terbesar dari peningkatan penyakit ini adalah kurangnya perilaku hidup sehat.

Kondisi ini ditandai dengan aktifitas fisik yang minim, konsumsi makanan cepat saji secara terus menerus, kurang makan sayur dan buah serta perilaku merokok.

Riset yang dilakukan Diah menggunakan pendekatan kerangka model ideasi yang telah banyak digunakan pada riset-riset perencanaan keluarga (KB), malaria dan HIV/AIDS.

Akan tetapi, pada perkembangan ranah penelitian, pendekatan ini belum ada yang menggunakannya pada tema PTM dan perilaku kesehatan.

"Kerangka kerja dalam ideasi menunjukkan bahwa perilaku disebabkan oleh gagasan atau pemikiran individu dan mengaitkan perubahan perilaku dengan perubahan keyakinan, biasanya melalui paparan media massa dan interaksi sosial," jelasnya.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ideasi masyarakat kota dan desa berbeda, hal ini dapat disebabkan oleh paparan dan interaksi sosial yang berbeda serta ciri masyarakat itu sendiri.

Penelitian ini diharapkannya bermanfaat bagi perancang promosi kesehatan dengan menunjukkan bahwa rancangan promosi kesehatan berbeda di masing-masing kawasan.

Penelitian ini menurutnya dapat berguna bagi masyarakat khususnya pemerintah. Pemerintah perlu memfokuskan program promosi kesehatan pada komunikasi strategis partisipatif dengan rancangan pesan yang fokus pada faktor-faktor ideasi di kedua kawasan.

"Kebijakan dengan berkolaborasi dengan lebih banyak praktisi bidang komunikasi khususnya komunikasi kesehatan sangat diperlukan. Hal ini karena apabila saluran tinggi maka ideasi akan tinggi dan kemungkinan individu menerapkan perilaku kesehatan juga akan tinggi," imbuhnya.

Turut hadir dalam sidang promosi tersebut adalah komisi pembimbing yang juga dosen di Prodi KMP Dr. Ir. Amiruddin Saleh, MS, Dr. Ir. Rita Nur Suhaeti, MS, dan Prof. Dr. Ir. Pudji Muljono, M.Si (anggota).

Disertasi ini telah diujikan pada sidang tertutup oleh tim penguji luar komisi Dr. Dwi Retno Hapsari, SP., M.Si (Dosen Prodi KMP) dan Dr. Sik Sumaedi, ST., MSM (Peneliti Ahli Utama, BRIN).

Ketua Komisi Pembimbing Dr. Ir. Amiruddin Saleh, MS mengatakan kebaruan dan keunggulan disertasi ini dapat ditinjau minimal dari 4 hal.

Pertama, menurut dia konsep Ideasi merupakan salah satu metateori untuk perubahan perilaku kesehatan, yg digunakan pada tema PTM. Kedua, baginya, penelitian mengungkap adanya pengaruh saluran komunikasi Promosi Kesehatan.

"Penelitian ini menghasilkan outcome berupa model komunikasi promosi kesehatan dengan pendekatan ideasi dalam pembentukan perilaku kesehatan. Selain itu, isu PTM sebagai sebuah tantangan utama, masuk SDGs. Agenda pembangunan berkelanjutan memiliki target untuk mengurangi kematian dini akibat PTM sebesar sepertiga pada tahun 2030," ujarnya.(fat)

Editor : Alpin.
#Doktor Baru #Diah Febrina #ipb university