Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mountain & Jungle Course EIGER 2024, Ratusan Pendaki Dilatih Delapan Hari dari Lembah Hingga Puncak Rinjani

Yosep Awaludin • Kamis, 25 Juli 2024 | 10:15 WIB
Ratusan pendaki saat mengikuti Mountain & Jungle Course EIGER 2024,  Rinjani
Ratusan pendaki saat mengikuti Mountain & Jungle Course EIGER 2024, Rinjani

RADAR BOGOR - Banyak orang di Indonesia mulai menyukai aktivitas di alam terbuka dengan atap langit, tanah, dan hutan.

Nama-nama puncak gunung yang menjulang 1.000 hingga 3.000 lebih meter di atas permukaan laut semakin dikenal. Jalur pendakiannya sangat ingin disambangi dan dihargai.

Melakukan apapun di alam terbuka, bagaimanapun mengandung bahaya. Lalu bagaimana cara mendaki atau menjelajah dengan aman dan nyaman?.

Menurut Jukardi "Bongkeng" Adriana, pendaki gunung senior di Indonesia dan konsultan tim EIGER Adventure Service, kurangnya persiapan penjelajah alam terbuka dan pendaki gunung menyebabkan banyak kecelakaan.

Pendaki tersambar petir, jatuh dari tebing, tersesat di hutan, dan mengalami kedinginan ekstrim karena tidak memiliki perlengkapan dan makanan. “Padahal mendaki gunung seharusnya mengajarkan kita untuk memahami dan belajar tentang kerendahan hati,” kata Kang Bongkeng.

Sebagai tanggapan terhadap tren pendakian yang semakin populer, merek perlengkapan luar ruang EIGER Adventure kembali menyelenggarakan Mountain & Jungle Course (MJC) 2024 untuk yang ke-17 kalinya, kali ini berlokasi di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Agenda ini berubah menjadi ruang belajar bersama dan kelas untuk kegiatan outdoor. Dari 1.150 peserta yang mendaftar, 100 dipilih dari puluhan provinsi di Indonesia.

Menurut Galih Donikara, konsultan tim EIGER Adventure Service dan penanggung jawab MJC 2024, Rinjani adalah lokasi karena tema pembelajaran kali ini adalah dokumentasi perjalanan.

Di kaki Gunung Rinjani, seratus orang dari berbagai daerah di Indonesia telah berkumpul selama delapan hari. Dia menyatakan bahwa materi yang disampaikan terdiri dari teori dan praktik langsung dari kegiatan di alam terbuka.

Selain itu, Kelas Gunung dan Hutan 2024, juga dikenal sebagai MJC 2024, telah dibuka dengan upacara pembukaan pada Rabu, 24/7, pukul 08.30 WITA.

Agenda yang ditawarkan oleh Goali akan menekankan pada pembicaraan dan pembelajaran bersama tentang cara mengubah sikap dan menjadi pendaki atau petualang yang bertanggung jawab.

EIGER mengajak seluruh peserta untuk membangun sikap bukan fisik selama delapan hari MJC 2024 di Rinjani. "Kita yang sombong adalah hal yang paling bahaya dari pendakian itu. Galih tegas mengatakan bahwa alam harus diredam dan ditaklukkan, bukan gunung," katanya.

EIGER membawa banyak pemateri dari berbagai tempat dan latar belakang. Mereka termasuk Kepala Balai TN Gunung Rinjani, Mamay S. Salim, Fransiska Dimitri (World 7 Summiteers), dr Ratih Citra Sari (Wanadri), Sofyan Arief Fesa (World 7 Summiteers), Siska Nirmala (Zero Waste Adventure), Dudi Sugandi (Jurnalis Senior-Garasi Komunikasi), Nurhuda dan Gustaman (Wanadri).

Sebelum ini, kelas online juga telah digunakan sebagai persediaan awal. Ketika mereka tiba di puncak Rinjani, seratus peserta dari berbagai wilayah bertemu dengan pemateri dan melanjutkan dengan simulasi dan praktik langsung untuk melengkapi pelajaran.

Total sebanyak sembilan orang pemateri dengan latar belakang profesional, berlatih bersama dari lembah hingga puncak Rinjani.

Sembilan pemateri datang dari berbagai latar belakang. Sebagian orang telah mencapai tujuh puncak dunia atau tujuh puncak. Galih menegaskan bahwa ini adalah kesempatan untuk berbagi pengalaman, belajar, dan mengubah sikap dalam mempersiapkan perjalanan dengan matang, agar aman dan nyaman.

Setelah 100 pendaki telah mempelajari teori dan praktiknya, mereka akan melakukan simulasi terakhir dengan mendaki beberapa bukit di sekitar Rinjani, seperti Bukit Pergasingan, Bukit Anak Dara, Bukit Kanji, dan Bukit Dandaun.

Galih menyatakan bahwa puncak dari EIGER 2024 Mountain & Jungle Course akan dilakukan pada hari Minggu (28/7/2024). Sebanyak 100 peserta akan melakukan pendakian bersama menuju puncak Rinjani melalui rute Sembalun dan Sajang.

Mereka akan melakukan upacara bersama di puncak sebelum turun kembali melalui Torean pada Rabu (30/7/2024). Perjalanan ini akan berlangsung selama 3 hari 2 malam.

Pengetahuan ekspedisi yang telah dipelajari di kelas akan diterapkan selama proses berlatih, berbagi pengalaman, dan praktek langsung.

Kombinasi antara berbagai materi perlengkapan dan perbekalan, petualangan tanpa sampah, dokumentasi ekspedisi, membangun jaringan komunikasi, navigasi darat, penanganan medis darurat, dan tugas survival sederhana di alam terbuka. "Materi ini diharapkan membawa pengalaman berharga dan dapat dibagikan ke kawan-kawan petualang lain," katanya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#rinjani #eiger #pendaki