Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Meniti Jejak Golok Jadi Warisan Tak Benda Dunia , Golok dari 2 Provinai Sudah Diakui Secara Nasional, Menatap Pengakuan Internasional

Reka Faturachman • Jumat, 26 Juli 2024 | 20:03 WIB

 

Sebanyak 2 golok dari Jawa Barat yakni Golok Tjikeruh (Sumedang) dan Golok Barlen (Subang) akhirnya mendapat penetapan secara nasional.
Sebanyak 2 golok dari Jawa Barat yakni Golok Tjikeruh (Sumedang) dan Golok Barlen (Subang) akhirnya mendapat penetapan secara nasional.

RADAR BOGOR - Posisi Golok menjadi warisan tak benda dunia kian dekat.

Setelah ditetapkan secara nasional kini komunitas Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) mulai menatap langkah berikutnya yang lebih tinggi di kancah internasional.

Upaya komunitas GPSN mengangkat nama golok kepada muka dunia sedikit demi sedikit mulai tampak hasilnya.

Sebanyak 3 golok dari dari Provinsi Banten dan Jakarta telah mendapat penetapan secara nasional.

Ketiga golok tersebut ialah Golok Ciomas dan Golok Sulangkar dari Banten dan Golok Betawi dari Jakarta.

Penetapan ini diberikan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). 

Pembina GPSN, Gatut Susanta mengatakan pihaknya sudah menyerahkan buku golok pada Ketua Harian KNIU, Dr Itje Chodidjah sebagai literasi dasar pengajuan untuk mendapat penetapan dan pengakuan dunia ke UNESCO.

"Kami juga telah meminta panduan petunjuk pelaksanan (Juklak) dan arahan bagaimana bisa didaftarkan ke UNESCO. Selanjutnya kami akan mempersiapkan link isian dan mengikuti tahapan sidang di Indonesia dan UNESCO untuk mendapat penetapan ini," ujar Gatut. 

Selain 3 golok tersebut, Gatut mengatakan pihaknya juga masih memperjuangkan 2 golok lain dari ProvinsiJawa Barat yakni Golok Tjikeruh (Sumedang) dan Golok Barlen (Subang).

Golok itu sedang dalam proses penetapan di tingkat Jawa Barat dan tahun depan akan diperjuangkan di tingkat nasional.

Golok telah lama menjadi bagian dari sejarah bangsa ini. Gatut menyebut, dahulu golok menjadi pusaka ketahanan pangan.

Kemudian menjadi ketahanan negara seperti digunakan senjata oleh Patimura dan Sisingamaharaja untuk mengusir penjajah.

Oleh karena itu golok memiliki nilai yang amat berarti. Gatut tak ingin golok justru ke depan malah menjadi alat kekerasan seperti yang kerap terjadi pada kejadian-kejadian tawuran.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#Golok Pedang Sepuh Nusantara #golok #jabar