Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Masuk 5 Besar, Elektabilitas Simon Petrus Kamlasi, Calon Gubernur NTT Terus Melonjak

Yosep Awaludin • Selasa, 30 Juli 2024 | 16:26 WIB
Brijen TNI Simon Petrus Kamlasi bersama pendukungnya
Brijen TNI Simon Petrus Kamlasi bersama pendukungnya

RADAR BOGOR—Brijen TNI Simon Petrus Kamlasi semakin konsisten berpartisipasi dalam persaingan untuk menjadi gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Dalam survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting mengenai elektabilitas pilihan kepala daerah calon gubernur NTT, nama Brigjen Simon Petrus Kamlasi bahkan masuk dalam lima orang yang paling diingat.

Masyarakat akan memilih Brigjen Simon Petrus Kamlasi, juga dikenal sebagai SPK, sebagai calon gubernur NTT pada Pilkada 2024 hari ini. Dia memiliki suara 4,0 persen.

Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin SPK dengan 4,9 persen suara. Yohanis Fransiskus Lema, juga dikenal sebagai Ansy Lema, memiliki suara tertinggi dengan 6,7 persen, dan Viktor Bungtilu Laiskodat, mantan Gubernur NTT dari 2018 hingga 2023, memiliki suara 5,9 persen.

Jika pilkada dilaksanakan hari ini, SPK juga akan berada di posisi keempat dari delapan pilihan kepala daerah calon gubernur NTT, menurut survei Saiful Mujani Research and Consulting.

Masyarakat NTT memilih SPK dengan 7,1 persen suara, di bawah Ansy Lema dengan 15,9 persen. Viktor Bungtilu Laiskodat memiliki 23,5 persen suara, disusul Emanuel Melkiades Laka Lena.

Survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting juga membahas dukungan yang diberikan oleh Viktor Bungtilu Laiskodat, mantan gubernur NTT, kepada calon yang akan berkompetisi di Pilkada 2024.

Hasil survei menunjukkan bahwa tiga calon gubernur NTT yang dipilih oleh masyarakat adalah Ahmad Yohan, yang memperoleh 12,2 persen suara, Simon Petrus Kamlasi, yang memperoleh 9,7 persen suara, dan Adrianus Garu, yang memperoleh 9,6 persen suara.

Selain itu, Saiful Mujani Research and Consulting menggunakan pengaruh mantan gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk merilis elektabilias calon.

Hasil survei menunjukkan bahwa tiga calon adalah yang paling populer. Emanuel Melkiades Laka, dengan 33,6 persen, meningkat menjadi 34,9 persen setelah mendapatkan dukungan dari VBL.

Yohanis Fransiskus Lema adalah kandidat berikutnya dengan elektabilitas 26,5%. Namun, dengan dukungan VBL, elektabilitas Yohanis turun menjadi 21,4%.

Sementara itu, tingkat elektabilitas calon gubernur SPK meningkat dari 13,2 persen menjadi 19,2%. Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting menyatakan,

"Jika VBL secara terbuka mendukung Simon (SPK), elektabilitas Simon akan meningkat dari 13,2 persen menjadi 19,2 persen," tuturnya.

Saiful Mujani Research and Consulting menggunakan empat metodologi untuk melakukan survei calon gubernur NTT pada Pilkada 2024.

Pertama, populasi survei terdiri dari anggota masyarakat NTT berusia 17 tahun ke atas yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, mulai dari RT hingga tingkat desa/kelurahan.

Kedua, metode sampel acak multistage proporsional digunakan untuk mengumpulkan 810 individu. Ketiga, wawancara tatap muka dilakukan dengan responden terpilih.

Keempat, wawancara kualitas dilakukan secara random pada 20% sampel. Sebelum itu, Brigjen TNI Simon Petrus Kamlasi terus melakukan sosialisasi. Pada Minggu, 28 Juli 2024, dia mengunjungi penduduk NTT di Semarang, Jawa Tengah.

Selama kunjungannya ke Semarang, jenderal terkenal ini meminta keluarga besarnya dan anggota masyarakat NTT di perantauan untuk mendukung rencananya untuk maju sebagai kandidat gubernur dalam Pilkada 2024.

Brigjen TNI Simon Petrus Kamlasi menyatakan bahwa tujuannya berkunjung ke Semarang adalah untuk bersosialisasi dan meminta restu dari penduduk NTT yang tinggal di ibu kota Jawa Tengah.

"Saya ke sini untuk sosialisasi, artinya saya minta restu bahwa saya akan ikut dalam kontestasi pemilihan Gubernur NTT," ujar jenderal yang akrab disebut SPK itu.

SPK lahir pada 14 April 1975 di Kota Soe, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia belajar di SD dan SMP di rumahnya di Kota Soe, Timor Tengah Selatan, NTT. Simon, yang lulus dari SMP, bergabung dengan SMA Taruna Nusantara Magelang sebagai angkatan pertama.

Simon kemudian melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer Magelang (AKMIL), di mana dia lulus pada tahun 1996. Perwira Staf Ahli (Pa Sahli) Tingkat II KSAD Bidang Lingkungan Hidup SPK saat ini.

Ia adalah Kepala Staf Korem 161 Wira Sakti, Kodam IX/Udayana. Simon mendapat promosi menjadi bintang satu setelah dipromosikan menjadi Pa Sahli Tingkat II KSAD Bidang Lingkungan Hidup.

"Saya sedang dalam proses mundur ini, jadi saya sudah mundur ketika penetapan KPU nanti. Surat pengunduran diri saya sudah berproses dan sudah diterima oleh pimpinan," ujar Brigjen TNI Simon Petrus Kamlasi. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#ntt #gubernur