Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perluas Pasar Ikan, Dospulkam IPB University Latih Petani Ikan Koi Blitar Literasi dan Digital Marketing

Yosep Awaludin • Minggu, 11 Agustus 2024 | 08:27 WIB
Para petani koi di Dusun Kuwut, Blitar, peserta pelatihan literasi digital dan marketing digital yang digelar Dospulkam IPB University.
Para petani koi di Dusun Kuwut, Blitar, peserta pelatihan literasi digital dan marketing digital yang digelar Dospulkam IPB University.

RADAR BOGOR—Tim Dospulkam (Dosen Pulang Kampung) Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM), Fakultas Ekologi Manusia, IPB University menyelenggarakan pelatihan literasi digital dan marketing digital untuk petani koi.

Pelatihan yang digelar Dospulkam IPB University itu berlangsung di Dusun Kuwut, Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, tepatnya di Joglo Koi Park Blitar Kamis (8/8/2024).

Didanai oleh Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University, kegiatan ini adalah upaya untuk mengembangkan masyarakat desa wisata berbasis budi daya ikan koi dengan pemanfaatan digital.

Dua dosen SKPM, Mahmudi Siwi, SP, M.Si (Ketua) dan Dr. Dwi Retno Hapsari, SP, M.Si, serta satu dosen vokasi, Tri Budiarto, S.KPm, M.Si, terlibat dalam pelatihan ini. Selain itu, tiga mahasiswa SKPM ikut serta.

"Semoga melalui pelatihan ini, jangkauan pemasaran petani koi di Dusun Kuwut, Desa Kemloko, ini bisa semakin meluas dan mendunia, jadi konsumen tidak hanya berasal dari pelanggan lama," kata kata Mahmudi Siwi.

Dr. Dwi Retno Hapsari, SP, M.Si, membuka pelatihan dengan membahas literasi digital sebagai materi pertama.

Literasi digital adalah kemampuan petani koi untuk membaca dan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari media digital, menurut dosen SKPM ini.

Karena sekarang marak-maraknya berita palsu, petani koi membutuhkan literasi digital. Harapan saya adalah tidak ada petani koi yang terluka.

"Selain itu, dengan adanya pemahaman literasi digital, inovasi baru dapat muncul agar eksistensi pemasaran koi di sini selalu meningkat," katanya.

Dosen Vokasi IPB University Tri Budiarto, S.KPm, M.Si, membahas topik terkait pemasaran digital. Dia menjelaskan betapa pentingnya memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan petani koi Blitar.

"Bapak dan ibu petani koi di sini dapat memulai dengan aplikasi WhatsApp Bisnis, yang memiliki fitur katalog untuk menampilkan informasi tentang ikan koi yang dipasarkan," terangnya.

Instagram, Tiktok, dan platform perdagangan seperti Shopee juga dapat digunakan untuk memperluas bisnis Anda selain WhatsApp Bisnis.

Menurut dosen Vokasi IPB University ini, aplikasi CapCut dapat digunakan jika ingin mengedit konten menjadi video.

Setelah itu, tiga mahasiswa SKPM secara pribadi dan langsung membimbing petani koi yang hadir dalam pelatihan untuk mengunduh dan menggunakan fitur-fitur WhatsApp Bisnis. Bahkan latihan tersebut memanfaatkan aplikasi CapCut untuk mengedit konten video.

Dibahas lebih lanjut bahwa petani koi harus lebih memahami literasi digital, dan bahwa pihak lain, terutama Pemerintah Kabupaten Blitar, harus membantu membranding ikan koi yang berasal dari Dusun Kuwut, Desa Kemloko, ini.

Pelatihan dihadiri oleh 33 petani ikan koi, 3 dosen, dan 3 mahasiswa IPB University. Pelatihan ditutup dengan makan malam dan foto bersama di Joglo Koi Park di Blitar. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#petani koi #Dospulkam #ipb university