Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menteri Bahlil Ungkap Izin Tambang Ormas untuk NU Sudah Rampung, Muhammadiyah Menyusul

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 20 Agustus 2024 | 06:23 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan kepada wartawan.

RADAR BOGOR - ’’Saya punya keyakinan dia lebih baik daripada saya,’’ ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia saat memperkenalkan Rosan Perkasa Roeslani sebagai penggantinya dalam sertijab di Kementerian Investasi, Senin (19/8).

Suaranya bergetar, Bahlil terhenti sejenak, tangisannya pecah.

Sejurus kemudian, kandidat Bahlil yang merupakan Ketum Partai Golkar itu mengeluarkan sapu tangan dari saku celana kirinya untuk menghapus air mata.

Rosan yang berada di sisi kanan belakang Bahlil lantas maju dan menepuk pundak rekannya sesama pengusaha itu.

Tangisan Bahlil disambut tepuk tangan Rosan, para pegawai Kementerian Investasi, maupun para undangan yang didominasi pengusaha kelas kakap.

’’Kepada teman-teman, saya juga mohon maaf kepada semua karyawan, selama saya berinteraksi dengan kalian mungkin ada kata-kata yang kurang berkenan. Tapi semuanya saya lakukan untuk kebaikan kita semua,’’ tutur Bahlil saat akan menutup pidatonya seraya memberikan kiss-bye kepada hadirin.

’’Tolong saya titip satu, bantu Bang Rosan, jangan ada gerakan tambahan ya. Tolong lihat Bang Rosan seperti lihat saya, bahkan lebih. Karena dia adalah kakak saya,’’ tutup Bahlil seraya kembali menghapus air matanya.

Bahlil menekankan bahwa sosok Rosan merupakan mentornya sejak di Papua saat dirinya masih bergabung sebagai Ketum Hipmi.

Dengan sepak terjang Rosan, Bahlil meyakini rekannya itu mampu mencapai target investasi yang dibebankan.

Tahun ini, target investasi dipatok mencapai Rp 1.650 triliun.

Sepanjang semester I, I 2024, realisasi investasi tercatat Rp 829,9 triliun, atau 50,3 persen.

Sehingga, tersisa 49,7 persen untuk menutup target itu.

’’PR sih saya pikir target investasi di kuartal III. Target kita kan di kuartal III sudah harus mencapai 76 persen, sekarang kan sudah 50 persen sekian. Jadi Oktober Pak Rosan sudah mengumumkan (realisasi investasi) kuartal III. Udah, Pak Rosan ini guru saya, kalau muridnya saja begini, percaya nggak gurunya lebih baik,’’ imbuh Bahlil.

Ditemui saat sertijab sebagai Menteri ESDM, Bahlil juga memastikan pembagian Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) kepada Nahdlatul Ulama (NU) selaku salah satu organisasi masyarakat (ormas) keagamaan di Indonesia telah rampung.

Saat ini, pihaknya tinggal menunggu beberapa persyaratan yang harus dilengkapi oleh NU. Salah satunya seperti membayar biaya kompensasi data informasi (KDI).

’’Izin untuk Ormas untuk PBNU sudah selesai kalau tidak salah 3-4 hari lalu.

Tinggal mereka menyetor ke negara. Kan harus ada KDI-nya yang menyetor ke negara. Kalau sudah selesai, selesai,’’ tegasnya.

Bahlil melanjutkan, pemerintah akan menerbitkan WIUPK yang sama kepada Muhammadiyah. ’’Muhammadiyah sekarang dalam proses yang sudah hampir juga selesai tentang lokasinya,’’ katanya.

Sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM yang baru, Rosan pun mengamini ucapan Bahlil. Rosan menyebut dia akan melanjutkan berbagai kebijakan yang telah dijalankan Bahlil.

’’Tentunya akan kita teruskan dan kita percepat, akselerasi, dan tentunya kalau diperlukan penyempurnaan-penyempurnaan, akan kita lakukan penyempurnaan,’’ katanya.

Mantan dubes RI untuk AS itu optimistis target investasi bisa dicapai. Rosan juga berkomitmen segera melakukan koordinasi terkait Satgas Percepatan Investasi di IKN.

Menurut dia, waktu yang ada saat ini harus dimaksimalkan termasuk untuk koordinasi terkait hal itu.

’’Pokoknya segera, karena kita juga memahami waktu yang ada saat ini kita manfaatkan semaksimal mungkin,’’ katanya. (dee)
 

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#nahdlatul ulama #muhammadiyah #bahlil #tambang #nu