Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Katanya Ngidam, Ibu Hamil Ikut Demo di Gedung DPR MPR di Jakarta, Begini Ceritanya

Reka Faturachman • Kamis, 22 Agustus 2024 | 17:16 WIB

 

Syifa, seorang ibu hamil ikut demo di depan Gedung DPR MPR RI, di Jakarta.
Syifa, seorang ibu hamil ikut demo di depan Gedung DPR MPR RI, di Jakarta.

RADAR BOGOR - Syifa (29), ibu hamil ikut demo di depan Gedung DPR MPR RI.

Di tengah kondisi perut yang besar, Syifa, ibu hamil ikut demo ini berani menyuarakan protesnya terhadap upaya DPR RI yang ingin merevisi Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah, dan membangkangi Putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Sikap kontroversial DPR RI yang ingin membatalkan putusan MK tentang syarat usia calon kepala daerah itu, juga membuat Syifa, ibu hamil asal Gandaria, Jakarta Selatan geram.

Dengan berpakaian serba hitam dan topi berwarna merah muda ia dengan berani mengangkat selebaran berisi protesnya terhadap DPR. Sesekali Syifa ikut berteriak mengikuti arahan orator dari mobil komando.

Meski tengah berbadan dua, ia tak ragu untuk ikut turun ke jalan memprotes upaya DPR RI membatalkan Putusan MK mengenai batas minimal umur dan ambang batas Partai Politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dinilainya sudah final dan tak bisa diganggu gugat.

Ia menganggap keputusan ugal-ugalan DPR ini semata-mata hanya untuk kepentingan Keluarga Presiden Joko Widodo melanggengkan kekuasaan. Baginya hal itu mencederai Demokrasi di Indonesia.

"Dari semalam saya mengiggau ingin ikut demo. Tidak tahu kenapa, anak ini kritis dan ingin sekali membela negeri dan rakyat," ujarnya kepada Radar Bogor.

Ia mengatakan dengan tegas aksi itu dilakukannya bukan untuk mendukung Anies Baswedan ikut kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta. Ia berpandangan langkah DPR menahan putusan MK ini akan berdampak bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk ibu-ibu seperti dirinya.

"Ini bukan karena Anies Baswedan tapi soal putusan yang diporak-porandakan. Saya mau turun ke jalan biar semua clear dan memastikan putusan MK tidak bisa diganggu gugat dan sudah final," tegasnya.

Lebih jauh, Syifa mengatakan dirinya ingin ada keadilan antara masyarakat dan elit pemerintah. Sebab menurutnya selama ini masyarakat yang ingin mencari kerja selalu disulitkan dengan batas maksimal umur.

Ia kecewa jika Jokowi dan keluarganya bisa dimudahkan untuk mendapat posisi jabatan dan kekuasaan dengan semena-mena mengubah putusan MK.

Dalam aksi ini Syifa ditemani sang suami, Iqbal (31) mereka berangkat ke depan Gedung DPR MPR RI, Jakarta Pusat dengan mengendarai sepeda motor. Mereka memarkirkan kendaraannya cukup jauh dari lokasi aksi karena adanya pembatasan.

"Kami mesti jalan sekitar 30 menit dulu untuk sampai di sini. Mudah-mudahan aksi yang kami lakukan bisa membuat DPR membatalkan pengesahan revisi UU Pilkada dan ikut dalam putusan MK," terang Iqbal.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#ibu hamil #dpr #syifa #mpr #demo