RADAR BOGOR - Bermunculannya manusia silver di sejumlah area publik, menjadi perhatian berbagai pihak.
Ya, fenomena manusia silver harus menjadi perhatian berbagai pihak sebab berdampak terhadap banyak bidang.
1. Bidang Sosial:
- Kesejahteraan Sosial: Manusia silver seringkali adalah individu yang berada dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit.
Kementerian atau dinas terkait kesejahteraan sosial harus menaruh perhatian pada penanganan masalah kemiskinan, ketunawismaan, dan akses terhadap bantuan sosial.
- Pemberdayaan Masyarakat: Program-program pemberdayaan, pelatihan keterampilan, dan pemberian modal usaha dapat membantu manusia silver mendapatkan alternatif pekerjaan yang lebih layak.
2. Bidang Kesehatan:
- Kesehatan Masyarakat: Penggunaan cat yang berpotensi beracun oleh manusia silver menimbulkan masalah kesehatan.
Dinas kesehatan perlu memberikan edukasi tentang bahaya kesehatan dari penggunaan bahan berbahaya pada kulit dan menyediakan akses ke layanan kesehatan bagi mereka.
- Layanan Kesehatan Jiwa: Ada kemungkinan bahwa beberapa manusia silver mengalami masalah kesehatan mental atau gangguan yang memerlukan perhatian khusus.
3. Bidang Hukum dan Ketertiban:
- Ketertiban Umum: Fenomena manusia silver dapat mengganggu ketertiban lalu lintas dan ketenangan publik.
Kepolisian dan dinas ketertiban umum dapat berkoordinasi untuk menegakkan aturan mengenai ketertiban umum dan keselamatan di jalan.
- Perlindungan Anak: Jika ada anak-anak yang terlibat sebagai manusia silver, perlindungan anak menjadi prioritas.
Pemerintah perlu memastikan bahwa anak-anak ini dilindungi dari eksploitasi dan diberikan akses pendidikan yang memadai.
4. Bidang Pendidikan:
Pendidikan dan Pelatihan: Penyebab utama munculnya manusia silver seringkali adalah rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan.
Program pendidikan non-formal, pelatihan kerja, dan program literasi penting untuk memberikan mereka peluang kehidupan yang lebih baik.
5. Bidang Ekonomi:
Penciptaan Lapangan Kerja: Pemerintah perlu menciptakan lebih banyak peluang kerja, terutama bagi mereka yang kurang terampil atau yang berasal dari kelompok ekonomi rendah.
Hal ini bisa melalui program padat karya, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta program kewirausahaan.
Penanganan manusia silver memerlukan pendekatan lintas sektor, mengingat kompleksitas masalah yang dihadapi oleh kelompok ini.
Baca Juga: Diikuti 31 Peserta, KORMI Kota Bogor Gelar Uji Kompetensi Instruktur Senam
Kolaborasi antar bidang yang baik akan membantu dalam memberikan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. (*)
Penulis :
Dr. Friedrich M. Rumintjap
Spesialis Kandungan, sekaligus Pemerhati bidang Kesehatan Reproduksi