Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Program IMMACo di Indramayu Tingkatkan Produksi Padi, Mentan : Jangan Sampai Krisis Pangan Singgah di Indonesia 

Yosep Awaludin • Rabu, 28 Agustus 2024 | 10:03 WIB
Direktur Polbangtan Bogor monitoring IMMACO di indramayu
Direktur Polbangtan Bogor monitoring IMMACO di indramayu

RADAR BOGOR—Program Millenial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo) yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produktivitas padi nasional.

Untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia, program ini bertujuan untuk memperluas lahan produktif dan mengintegrasikan sub sektor terkait.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, situasi global saat ini tidak menentu, dengan sekitar 60 negara mengalami krisis pangan, yang berdampak pada 900 juta orang di seluruh dunia. "Jangan sampai krisis pangan ini singgah di republik yang kita cintai ini," tutur Mentan.

Perluasan Areal Tanam (PAT), yang meningkatkan luas panen dan produksi padi, menurut Idha Widi Arsanti, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), adalah cara penting bagi petani dan penyuluh pertanian untuk meningkatkan produksi padi nasional, sesuai dengan arahan Mentan.

Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, program IMMACo dilaksanakan. Kementan mengembangkan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), yang berbasis korporasi dan lebih profesional, bersama dengan pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mengembangkan kawasan sawah seluas 10.000 hektar.

Pengembangan ini tidak mengambil alih kepemilikan perusahaan yang sudah ada; sebaliknya, tujuannya adalah untuk meningkatkan kelembagaan dan manajemen bisnis agar lebih efisien dan produktif.

Petani dapat memperoleh bantuan dalam mengelola usahatani tanaman pangan, khususnya padi, melalui jasa sewa alat dan mesin pertanian (alsintan).

Dengan adanya UPJA, produksi padi akan meningkat, pendapatan dan kesejahteraan petani akan meningkat, dan lebih banyak lahan yang dapat dilayani.

Di Indramayu, pengembangan UPJA akan didukung oleh tenaga kerja pertanian yang terdiri dari mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Politeknik Enjiniring Pertanian (PEPI), siswa SMK Pertanian, alumni, dan petani milenial.

Mereka akan melaporkan aktivitas harian, mingguan, dan bulanan IMMACo dan memantau pemanfaatan program pemerintah.

H. Taryono, Ketua Poktan Sari III Desa Wanasari, menyatakan, sangat terbantu dengan adanya program IMMACo dan pengembangan UPJA di daerahnya.

"Bantuan dari Kementerian Pertanian tidak hanya memberikan kami akses ke peralatan dan mesin pertanian yang lebih canggih, tetapi juga pendampingan yang sangat berguna untuk mengelola usaha tani kami dengan lebih baik," ujarnya.

Program IMMACo diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi nasional dan mewujudkan visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dengan pelaksanaan yang terorganisir dan didukung oleh berbagai pihak. (***)

 

Editor : Yosep Awaludin
#indramayu #kementan #krisis pangan