RADAR BOGOR, Majunya Rena Da Frina dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor 2024 memaksanya untuk mundur sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Setelah melepas jabatannya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Rena Da Frina kini telah ikhlas melepas status dan kariernya sebagai ASN.
"Beberapa waktu lalu saya sudah Cuti Luar Tanggungan Negara (CLTN). Kemudian, per hari ini saya sudah mengajukan surat pengunduran sebagai ASN," ujarnya kepada Radar Bogor, di Kantor KPU Kota Bogor, Kamis (29/8/2024).
Rena Da Frina mengatakan, proses pengunduran dirinya sudah dilakukan sejak Rabu (28/8/2024) kemarin.
Surat pengunduran dirinya sebagai ASN sudah diketahui dan ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Bogor.
Saat ini, sambungnya, proses pengunduran dirinya sedang berjalan di Badan Kepegawaian Negara (BKB).
Sebetulnya karier Rena Da Frina sebagai ASN sudah berlangsung cukup lama. Perempuan kelahiran 28 Agustus 1980 itu memulai karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tahun 2003 silam.
Pada awalnya ia bekerja sebagai staf di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Di tahun 2012 Rena terbang ke Kota Hujan Bogor dan melanjutkan karier sebagai staf di Dinas Pertanian. Setelah itu ia menjabat sebagai Lurah Sempur, Lurah Babakan Pasar, dan Camat Bogor Timur.
Sebelum akhirnya menjadi Kepala Dinas PUPR, Rena Da Frina sempat menduduki kursi Sekretaris Dinas PUPR terlebih dahulu.
Setelah mengikuti open biding, Rena Da Frina pun dipilih Wali Kota Bogor periode 2014-2024 untuk menduduki pucuk pimpinan Dinas PUPR.
Meski begitu, dirinya sudah sangat yakin dengan keputusannya untuk mundur dari ASN dan maju menjadi Calon Wali Kota Bogor.
"Ketika saya mengajukan CLTN saya sudah siap lahir batin. Apalagi hari ini dan selanjutnya sampai di 27 November 2024, kami siap lahir batin," tegasnya.
Rena Da Frina diketahui telah resmi mengajukan surat CTLN sejak tanggal 25 Juni 2024 lalu. Dia cuti selama 1 bulan hingga 26 Agustus 2024.(fat)
Editor : Alpin.