Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kerjasama Dengan IFAD, Kementan Tawarkan Solusi Permodalan Alternatif untuk Petani Muda

Yosep Awaludin • Jumat, 6 September 2024 | 09:54 WIB
YESS PPIU Jabar adakan MAF di Cianjur
YESS PPIU Jabar adakan MAF di Cianjur

RADAR BOGOR - Melalui Program YESS, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan IFAD mendorong pemuda untuk berwirausaha di sektor pertanian.

Untuk itu, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, yang merupakan PPIU di Jawa Barat, secara teratur mengadakan pertemuan dengan petani muda untuk berbicara tentang kemajuan dan kesulitan bisnis.

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, SDM pertanian harus memiliki kualitas yang baik karena mereka bertanggung jawab atas pembangunan sektor tersebut.

Di sisi lain, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa regenerasi petani sangat penting untuk menjaga produksi dan ketahanan pangan.

Untuk memotivasi petani muda untuk terus memproses produksi pertanian, masalah apa pun yang dihadapi harus diatasi dan diselesaikan.

YESS PPIU Jabar mengadakan Forum Pertanian Milenial setiap minggu di setiap wilayah binaan, termasuk di Cianjur pada Rabu (14/8). Inovasi Sumber Permodalan Alternatif untuk Petani Muda adalah tema MAF minggu ini.

Acara ini diselenggarakan di Aula BDSP Pacet dan mendatangkan banyak pakar di bidang tersebut.

Di antara mereka adalah Dadan M. Ardul, yang menjual tanaman hias; Angga Noviar dari BPR Cianjur; dan Edi Ahmad Dimyati, penerima manfaat program YESS, dapat memperoleh modal melalui KUR.

Tidak diragukan lagi, para petani terkadang mengalami gagal panen, yang berdampak pada fluktuasi pendapatan dan pengeluaran mereka. Akibatnya, banyak petani menghadapi kesulitan untuk memulai masa tanam berikutnya.

Seorang petani tanaman hias bernama Dadan M. Ardul mengatakan bahwa penggunaan KUR sangat membantu bisnisnya yang sedang dalam krisis, sehingga dia sekarang dapat mengumpulkan keuntungan untuk membeli lahan baru.

"Jika kita mengusahakan suatu produk, kita mulai menanam dengan keyakinan bahwa produk ini akan laku terjual saat panen, karena keyakinan itu menjadi kenyataan, sehingga produk habis terjual. Ketika kita ragu-ragu saat menanam dan bahkan khawatir tidak ada yang akan beli, hal itu mungkin terjadi di masa depan. Jadi jangan menyerah,” kata Dadan.

Menurut Angga Noviar dari Bank Perkreditan Rakyat Cianjur, sebelum mengajukan pinjaman permodalan, petani muda harus mempertimbangkan durasi tanamnya untuk mendapatkan permodalan yang efektif.

"Meminjam itu disesuaikan dengan jangka waktu panen. Kalau di BPR ada namanya Kredit Petani, Dimana plafon pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan. Jangka pembayarannya disesuaikan dengan masa panen dengan sistem gross-period," kata Angga.

Angga menambahkan bahwa jangan disamakan antara panen triwulanan atau semester dengan yang penghasilannya per bulan, karena metode ini lebih mudah digunakan daripada KUR, yang memiliki sistem pembayaran bulanan.

Angga mengatakan bahwa sebagian besar petani gagal membayar peminjaman karena mereka mencampur modal usaha dengan kebutuhan hidupnya.

Angga juga mengingatkan petani muda untuk berhati-hati saat memilih lembaga keuangan yang resmi dan diawasi oleh OJK. Ini dilakukan untuk menghindari penipuan yang dapat merugikan bisnis. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#kementan #polbangtan #petani muda