RADAR BOGOR - Pameran bertajuk Asmaraloka Chapter 2 ini kembali digelar organisasi Asmaraloka. Pameran yang bertujuan untuk penggalangan dana ini digelar pada 6-8 September 2024 di SPAC8, Ashta, Jakarta Selatan.
Projects Director Asmaraloka, Edeena Wahsono menjelaskan mereka adalah organisasi yang bertujuan membantu anak-anak Indonesia agar mendapatkan akses pendidikan.
Pameran ini merupakan kegiatan mereka yang akan mengumpulkan dana untuk tujuan tersebut.
Pameran digagas oleh Tiffany Darmosusilo, Edeena Wahsono, Eloise Lukmito, Bhavika Bhojwani, Kiara Savitri, Cassie Djojonegoro, Sophie Pangestu.
"Hasil penjualan karya di pameran ini akan dibagikan 40 persen untuk pemilik seniman dan 60 persen untuk World Harvest. Organisasi yang memiliki program Sponsor a Child untuk mendukung anak-anak miskin di Indonesia mendapatkan pendidikan," ungkapnya.
Ia menjelaskan pameran ini menampilkan berbagai koleksi karya seni, di antaranya lukisan, seni digital, fotografi, serta karya seni lainnya.
Mereka mengangkat tema Mimpi karena ingin memberikan pandangan kepada pengunjung lewat mimpilah semua hal bisa terwujud.
Mimpi yang menjadi motivasi untuk mendapat masa depan yang lebih baik.
"Tema mimpi ini kami masukkan dalam karya yang ditampilkan. Kami juga menyediakan photo booth untuk pengunjung mengabadikan momen mereka di pameran ini," jelasnya.
Dia berharap pameran ini selain memberikan dana kepada anak-anak Indonesia, bisa juga sebagai wadah seniman lokal berkarya.
Selain itu, kegiatan ini bisa menginspirasi komunitas atau organisasi lain untuk ikut bergerak memberikan dampak ke masyarakat. Agar perubahan ke arah yang lebih baik bisa terjadi di dunia khususnya Indonesia.
"Kami ingin memberikan inspirasi kepada komunitas atau orang lain untuk berbuat hal yang sama. Mereka harus juga tahu bahwa mereka memiliki kesempatan untuk membuat perubahan," harapnya.
Kepala Publikasi dan Konten, Tiffany Darmosusilo menjelaskan dalam pameran ini mereka juga menjual sebuah buku puisi.
Buku puisi ini ditulis oleh anak-anak dari yayasan panti asuhan di Jakarta dan di Cibubur. Bukunya menceritakan mimpi-mimpi mereka di masa depan.
"Ini merupakan kegiatan kedua, pameran pertama yang digelar tahun lalu bisa mengumpulkan dana sebesar USD30 ribu," ungkapnya. (rp1)
Editor : Muhammad Ruri Ariatullah