Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pentingnya Pendayagunaan Informasi Geospasial Dalam Penerapan Instrumen Tata lingkungan, Begini Penjelasan Direktur IPSDH KLHK

Yosep Awaludin • Jumat, 20 September 2024 | 09:32 WIB
Erik Teguh Primiantoro, Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK
Erik Teguh Primiantoro, Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK

RADAR BOGOR - Pada Rapat Koordinasi Tata Lingkungan 2024, Erik Teguh Primiantoro, Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, menekankan pentingnya penerapan informasi geospasial dalam penerapan instrumen tata lingkungan untuk mewujudkan keberlanjutan.

Menurut Erik, bagian dari IPSDH dalam konteks tata lingkungan adalah penggunaan dan penggunaan informasi geospasial tematik (IGT) dalam berbagai bentuk perencanaan lingkungan (perencanaan lingkungan) dan pelaksanaan kajian lingkungan hidup (evaluasi lingkungan).

"Sebagai wali data, kami memiliki berbagai jenis data IGT, serta citra satelit resolusi tinggi (CSRT). Data-data tersebut digunakan untuk meningkatkan efektivitas perencanaan tata lingkungan hidup dan kajian lingkungan untuk mewujudkan keberlanjutan," ujar Erik.

Erik menyatakan bahwa data dan informasi geospasial tematik yang dimiliki KLHK telah memenuhi sembilan komponen strategis dari kerangka informasi geospasial terpadu PBB (IGIF).

Karena "DNA Tata Lingkungan" adalah HITS (Holistik, Integratif, Tematik, dan Spasil), Pendekatan Tata Lingkungan memerlukan penggunaan berbagai jenis data geospasial dalam perencanaan dan kajian lingkungan.

Ini karena dampak dan risiko lingkungan yang dikaji dan dikelola selalu terkait dengan dimensi ruang dan waktu, dan informasi geospasial sangat terkait dengan dimensi ruang dan waktu.

Erik menjelaskan bahwa dalam konteks tata lingkungan, ada lima aspek penting yang perlu diperhatikan dalam hal keberlanjutan proses, fungsi, dan produktivitas lingkungan hidup.

"Yang pertama adalah udara dan atmosfer. Yang kedua adalah lahan. Yang ketiga adalah air dan laut. Yang kelima adalah keanekaragaman hayati dan aspek sosial yang berkaitan dengan keselamatan, mutu hidup, dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Erik menambahkan bahwa semua elemen ini digunakan sebagai dasar analisis untuk mewujudkan keberlanjutan dalam konteks perencanaan dan kajian lingkungan.

Oleh karena itu, data informasi geospasial sangat penting untuk menganalisis berbagai masalah lingkungan hidup, termasuk kerusakan lingkungan hidup (masalah hijau) dan pencemaran lingkungan hidup (masalah Brown).

"Pendayagunaan data geospasial, termasuk gambar satelit, yang saat ini berkembang, banyak terkait dengan aspek 'Green Issues'," katanya.

Dia menambahkan bahwa informasi geospasial, termasuk gambar satelit, harus digunakan secara optimal dalam melakukan kajian lingkungan yang berkaitan dengan masalah pencemaran lingkungan.

Erik menjelaskan bahwa, ketika ditanya tentang berapa banyak deforestasi yang dibahas dalam rakor tersebut, deforestasi selalu terkait dengan data dan informasi geospasial tutupan lahan, termasuk tutupan lahan berhutan.

Salah satu komponen penting dalam perencanaan lingkungan dan penelitian lingkungan adalah data geospasial mengenai tutupan lahan, terutama yang berkaitan dengan penghitungan emisi gas rumah kaca (GRK).

Dia menyatakan bahwa data geospasial tutupan lahan akan berhubungan dengan inventarisasi gas rumah kaca, yang menjadikannya salah satu komponen penting dalam melakukan kajian lingkungan.

Emisi gas rumah kaca (GRK) adalah salah satu elemen penting yang dikaji dalam perencanaan dan kajian lingkungan dalam konteks kajian lingkungan.

Karena itu, penerapan data dan informasi geospasial, termasuk gambar satelit, dapat meningkatkan efektivitas penerapan instrumen tata lingkungan untuk mewujudkan keberlanjutan (Geospasial untuk keberlanjutan). (***)

Editor : Yosep Awaludin
#geospasial #klhk #lingkungan