Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Penting Menjaga Tumbuh Kembang Si Kecil, Berikut Tipsnya dari dr. Benedicta Afianti I, Sp.GK

Omer Ritonga • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 14:26 WIB
dr. Benedicta Afianti I, Sp.GK
dr. Benedicta Afianti I, Sp.GK

RADAR BOGOR - Dalam hal pertumbuhan anak, stimulasi, selain nutrisi, dan genetik, adalah komponen penting. Untuk nutrisi, pemerintah Indonesia memiliki program gizi seimbang.

Variasi makanan, kebersihan, olahraga atau latihan fisik, dan pengawasan berat badan adalah bagian dari program gizi seimbang.

Paradikma lama mengikuti program empat sehat lima sempurna, tetapi kemudian ditambahkan unsur-unsur lainnya.

Beberapa waktu lalu, dr. Benedicta Afianti I, Sp.GK menyampaikan hal ini kepada Doodle Exclusive Baby Care.

Dokter yang bekerja di RS Hermina Samarinda ini mengatakan bahwa ada nutrisi makro, yang merupakan nutrisi yang sangat penting untuk dikonsumsi. Karbohidrat, protein, dan lemak adalah contoh nutrisi makro.

Selain itu, ada zat gizi yang dikenal sebagai mikro nutrien, yang membutuhkan jumlah lebih sedikit daripada zat gizi makro, tetapi masih sangat penting.

Satu-satunya makanan gizi seimbang yang dapat diberikan kepada bayi adalah ASI, yang mengandung semua nutrisi makro dan mikro yang diperlukan untuk kesehatan tubuh. Susu formula terbaik sekalipun tidak dapat menampung semua nutrisi ini.

Setelah bayi berusia enam bulan, dia memerlukan makanan pendamping air susu ibu, atau Mpasi. Pada saat ini, ASI masih dibutuhkan sebanyak 70% dan Mpasi sebanyak 30%.

ASI memiliki komposisi yang mirip dengan otak manusia, dengan jumlah lemak yang signifikan yang dapat mencapai 40-50 persen, serta protein dan karbohidrat. Protein, tentu saja, sangat penting untuk pertumbuhan bayi.

Bayi berusia enam bulan kekurangan banyak nutrisi ASI saat mereka tumbuh, jadi mereka harus diimbangi dengan MPASI antara enam dan delapan bulan.

"Di mana, selain komposisi, teksturnya berubah dari cair menjadi makanan lumat karena disaring, yang memerlukan penyesuaian," tuturnya.

Dr. Benedicta mengatakan bahwa komposisi lemaknya yang semirip dapat diubah hingga 50% protein dan karbohidrat dengan ASI.

Dokter Spesialis Ilmu Gizi Klinik ini mengatakan jumlah lemak yang diperlukan orang dewasa untuk anak di bawah lima tahun, terutama anak di bawah satu tahun.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa tubuh bayi masih kecil sementara tumbuh pesat, terutama hingga dua tahun.

Periode emas, atau periode emas, adalah 1000 hari pertama kehidupan, di mana pertumbuhan sangat pesat terutama dalam pertumbuhan otak, yang membutuhkan semua nutrisi untuk tumbuh, serta perkembangan otak.

Selain menjadi komponen utama sel otot, protein melakukan banyak hal lain untuk membantu pertumbuhan otot.

Yang paling penting adalah memulai jalur hormon pertumbuhan yang disebut Insulin Growth Factor 1 atau IGF-1.

Ada dua jenis protein: protein hewani dan protein nabati. Untuk anak-anak, protein hewani memiliki asam amino esensial.

Asam amino adalah bagian terkecil dari protein, tetapi karena sifatnya yang esensial, tubuh kita tidak dapat membuat protein lebih lengkap daripada yang diberikan protein nabati.

Asam amino penting yang tidak dapat diperoleh dari protein hewani diperlukan untuk mengaktifkan IGF-1.

"Tentu saja, IGF-1 menstimulasi pertumbuhan tulang selain membantu pertumbuhan otot. Protein kemudian digunakan untuk membentuk neurotransmitter untuk pertumbuhan otaknya," katanya.

Menurut Dokter bernama lengkap Benedicta Afianti I kepada Doodle Exclusive Baby Care, neurotransmitters (zat kimia yang menyampaikan pesan dari satu saraf ke saraf yang lain) sangat dipengaruhi oleh asam amino esensial. Zat kimia ini berfungsi untuk kognitif anak, kecerdasan, mood, fokus, dan emosi.

Pada akhir wawancara, dr. Benedicta Afianti I, Sp.GK mengatakan bahwa tahun 2030 akan ada bonus demografi, yang berarti bahwa usia produktif akan lebih besar daripada usia tidak produktif. Hal ini harus digunakan agar Indonesia dapat mengambil kesempatan di tingkat internasional.

Jadi, saya mendukung pemerintah untuk menghilangkan stunting, obesitas, dan kekurangan mikronutrien pada tahun 2045.

Negara akan tenggelam jika tidak mendukung stunting yang diperjuangan oleh pemerintah. "Oleh karena itu, kami bertekad kuat untuk mencetak generasi emas untuk anak-anak kita dan lingkungan kita," katanya. (mer)

Editor : Yosep Awaludin
#gizi seimbang #tumbuh kembang anak