RADAR BOGOR, Jika kamu pernah merasakan nyeri, karena rasanya hampir semua orang pernah mengalaminya.
Baik itu nyeri ringan, atau pun nyeri berulang mungkin pernah dirasakan beberapa orang dari bagian tubuhnya.
Tapi perlu kamu ketahui, ternyata rasa nyeri bisa berbeda-beda penyebabnya.
Bahkan tanpa disadari, mungkin saja nyeri yang dialami saat ini bisa berbahaya kedepannya apabila tidak ditangani dengan baik.
Makanya, penting untuk memahami jenis nyeri yang sedang dirasakan.
Pasalnya, nyeri merupakan tanda atau peringatan bagi tubuh bahwa sedang ada sesuatu yang salah terjadi.
Dengan begitu, diperlukan perhatian dan penanganan nyeri yang baik. Ini penting agar dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.
Dokter Spesialis Anestesi Subspesialis Manajemen Nyeri dari Mayapada Hospital Bogor, dr. Henny Widyastuti, M.Kes, Sp.An, FIPM, Subsp.MN (K) menjelaskan, nyeri yang dirasakan pada tubuh dapat dibedakan menjadi akut dan kronis.
Kronis merupakan nyeri yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia.
Gejalanya, merasakan nyeri dalam kurun waktu lama, misalnya berlangsung selama 3 bulan yang terjadi berulang-ulang.
Terus menerus merasa nyeri setiap hari, akibatnya berdampak buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental.
“Kalau dari psikososial, jadi lebih bete dan sulit ikut kegiatan. Sehingga menurunkan sosialiasai hingga menjadi depresi,” jelas dr Henny.
Sedangkan nyeri akut kondisi sakit dan tidak nyaman yang biasanya muncul tiba-tiba dan hanya terjadi sebentar.
Kondisi nyeri akut umumnya terjadi akibat ada cedera di otot leher atau tulang punggung.
Nyeri akut biasanya paling lama hanya terjadi dalam beberapa hari.
Namun bisa menjadi berkepanjangan jika penyebab utama nyeri akut tidak diatasi dengan baik sedari awal.
“Nyeri akut tidak tertangani dengan baik ada dampak jangka panjang, contoh syaraf lebih sensitif sehingga berkembang menjadi kronis,” kata dr Henny.
Penanganan
Penanganan nyeri bersifat personal dan berbeda tergantung jenis nyeri, kondisi kesehatan, serta derajat keparahan nyeri yang dirasakan.
Penanganan nyeri terbagi menjadi 4 golongan, pertama non farmakologi, kedua farmakologi, ketiga intervensi, dan terakhir jika diperlukan melakukan operasi.
“Penanganan disesuaikan kondisi pasien, namun goal-nya nyeri itu tidak mengganggu sebagai penanganan nyeri yang adekuat,” jelas dr Henny.
Sebelum minum obat, orang yang merasakan nyeri bisa melakukan upaya non farmakologi, antara lain massage (pijatan), relaksasi, kompres hangat dan dingin, dan stimulasi saraf elektris.
Jika nyeri masih dirasakan, bisa dilakukan penanganan kedua yakni mengonsumsi pain killer atau obat pereda nyeri.
Dokter Spesialis Ortopedi Mayapada Hospital Bogor dr. M. Tsani Musyafa, Sp.OT, M.Kes menjelaskan, penggunaan pain killer tidak bisa sembarangan karena harus ada protokol yang aman.
Penggunaan pain killer harus tepat sesuai dosis dan masalah kesehatan yang dialami.
Sehinggga sebelum mengonsumsi pain killer, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar obat digunakan dengan tepat.
“Jika pain killer tidak efektif lagi atau kontra indikasi, perlu melakukan tindakan intervensi,” ucap dr Tsani.
Intervensi adalah suatu tindakan minimal invasive yang dilakukan dengan panduan alat untuk mengatasi nyeri, dengan beberapa teknik.
Di antaranya penyuntikan obat pada lokasi nyeri, blok saraf, dan neuro modulasi untuk menonaktifkan jaringan saraf yang menghantarkan sinyal nyeri.
Jalan terakhir penanganan nyeri jika diperlukan melakukan operasi, apabila ketiga cara tersebut sudah dilakukan namun belum ada perkembangan yang lebih baik.
Pain Clinic Mayapada Hospital Bogor
Dalam upaya meningkatkan pelayanan penanganan nyeri, Mayapada Hospital Bogor melalui salah satu layanan unggulannya Orthopedic Center menyediakan Pain Clinic.
Layanan ini menghadirkan tim medis professional multi spesialisasi untuk memberikan penanganan nyeri yang lengkap sesuai dengan kebutuhan pasien.
Tak sampai situ, mereka juga akan memastikan kesembuhan pasien nyeri berjalan optimal.
Penanganan nyeri melalui Pain Clinic bukan hanya tentang menghilangkan rasa sakit, tapi juga mengembalikan fungsi tubuh dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Semua jenis nyeri bisa ditangani di Pain Clinic, bahkan nyeri yang paling sulit sekalipun, seperti nyeri kanker.(*)
Editor : Alpin.